Warning: Cannot modify header information - headers already sent by (output started at /home/starberi/public_html/index.php:8) in /home/starberi/public_html/wp-content/plugins/post-views-counter/includes/counter.php on line 246
Starberita.com | Cepat & Akurat – Kebiasaan Pencetus Darah Tinggi Ini Kerap Diabaikan
Search
Sabtu 20 Juli 2019
  • :
  • :

Kebiasaan Pencetus Darah Tinggi Ini Kerap Diabaikan

Starberita – Jakarta, Penyakit darah tinggi atau hipertensi kini tidak hanya menjadi penyakit orangtua. Beberapa dari mereka yang berusia di bawah 30 tahun sudah banyak yang mengalami masalah ini. Penyebabnya tentu berkaitan dengan gaya hidup yang tidak sehat.

Hipertensi bisa muncul karena kebiasaan yang tidak sehat dan tidak disadari menyebabkan kenaikan tekanan darah. Tahu-tahu Kamu terdeteksi hipertensi yang sudah berlangsung bertahun-tahun dan mungkin sudah merusak sebagian organ tubuh yang penting Kamu.

4 Pemicu Tekanan Darah Tinggi

Hipertensi menyumbang cukup besar jumlah kematian di dunia ini. Beberapa dari penderita darah tinggi meninggal karena komplikasi seperti penyakit jantung, stroke, atau gagal ginjal.

Apa saja kebiasaan tidak sehat pencerus darah tinggi yang kerap diabaikan?

  1. Mengonsumsi suplemen berlebihan

Suplemen adalah produk kesehatan untuk mendukung kesehatan tubuh secara umum. Sebagian orang merasa dengan mengonsumsi suplemen tubuh akan bertambah sehat. Tetapi jika berlebihan, dampaknya tidak lagi menyehatkan justru menjadi bumerang yang dapat membahayakan tubuh.

Beberapa suplemen diketahui dapat menyebabkan tekanan darah tinggi. Belum tentu juga suplemen berbahan herbal aman. Ini adalah salah satu alasan mengapa Kamu tidak boleh mengonsumsi suplemen melebihi dosis yang direkomendasi.

Kamu juga harus memastikan keamaman suplemen tersebut jika terpaksa meminumnya. Orang yang sudah memiliki tekanan darah tinggi memiliki risiko kesehatan lebih tinggi jadi sebaiknya hanya mengonsumsi obat antihipertensi dari dokter saja.

  1. Selalu mengonsumsi makanan olahan

Apa saja yang termasuk makanan olahan? Makanan olahan contohnya makanan di restoran cepat saji atau fast food yang banyak mengandung garam (sering disebut natrium atau sodium). Garam merupakan penyumbang terbesar penyebab hipertensi dan penyakit jantung.

Makanan olahan umumnya juga mengandung banyak kalori yang menyebabkan obesitas. Obesitas juga salah satu pemicu hipertensi dan penyakit kronis lainnya. Selain itu, makanan olahan mengandung bahan pengawet yang juga bisa memicu kenaikan tekanan darah.

  1. Terlalu lama duduk

Pekerjaan Kamu menuntut untuk duduk berlama-lama? Jika iya, awas kebiasaan ini bisa membawa dampak buruk ke kesehatan. Diketahui, mereka yang duduk terlalu lama sangat berisiko mengalami tekanan darah tinggi.

Perlu disadari, tubuh yang tidak aktif adalah faktor risiko utama tekanan darah tinggi dan masalah jantung. Tidak hanya itu, duduk sepanjang hari tentu tidak akan membuat tubuh Kamu sehat. Kamu harus bangun dan bergerak! Beberapa dokter menyarankan untuk duduk maksimal 30 menit dan setelah itu bangkit dan melakukan peregangan selama setidaknya 5 sampai 10 menit.

The American Heart Association menyarankan agar olahraga menjadi kegiatan sosial yang menyenangkan untuk membuat Kamu tetap termotivasi. Pilih jenis latihan yang benar-benar Kamu minati dan lakukan dengan orang-orang yang Kamu sukai. Dengan begitu, olahraga terasa menyenangkan. Tidak masalah keringat sedikit, yang penting bergerak.

  1. Aktif konsumsi alkohol

Beberapa orang mungkin memiliki ketergantungan pada alkohol. Mereka yang seperti ini sangat berisiko mengalami darah tinggi. Bahkan, menurut Mayo Clinic, mereka yang meminum alkohol 3 kali dalam seminggu, paling mudah terserang darah tinggi.

Parahnya lagi, jika peminum aktif ini adalah seorang perempuan. Ya, sangat disarankan para perempuan untuk membatasi minuman beralkohol tidak lebih dari satu gelas per hari. Masalah bisa semakin serius karena hormon perempuan terbilang aktif dan banyak sehingga ini bisa memicu masalah hormon lain, selain tekanan darah tinggi.

Sementara itu, pria berusia di atas 65 juga harus membatasi minum satu kali sehari, tetapi pria berusia di bawah 65 dapat dengan aman mengonsumsi hingga dua. (sbc-02/gsc)

 




Tinggalkan Balasan

error: