Search
Senin 25 Maret 2019
  • :
  • :

Ini Manfaat Labu Siam untuk Penderita Asam Urat

Starberita – Jakarta, Asam urat bisa menyerang berbagai kalangan usia, baik lansia maupun orang-orang muda dan kaum milenial. Ketika Anda mengalaminya, tubuh akan merasakan nyeri di beberapa area persendian. Namun, untuk mengatasi gangguan asam urat ternyata tidak sulit. Salah satunya adalah dengan mengonsumsi labu siam.

Sayuran hijau yang termasuk dalam keluarga labu ini biasa diolah menjadi berbagai jenis hidangan, seperti sayur lodeh, tumis labu, maupun dimakan sebagai lalapan. Uniknya, selain nikmat dikonsumsi, nyatanya labu siam juga berkhasiat membantu meredakan gangguan asam urat.

Seputar asam urat dan penyebabnya

Dijelaskan oleh dr. Alvin Nursalim, SpPD, asam urat merupakan hasil akhir dari metabolisme purin. Saat jumlah asam urat di dalam tubuh berlebih, maka kelebihannya akan menumpuk di dalam jaringan tubuh dalam bentuk kristal monosodium urat (kristal asam urat).

Purin sendiri adalah senyawa kimia pada beberapa makanan yang jika dipecah akan menjadi kristal asam urat dan menumpuk pada sendi, ginjal, atau saluran kencing.

“Pada tahap awal gangguan asam urat muncul mungkin gejalanya tidak terlalu terasa, atau bahkan tidak menimbulkan gejala, sampai akhirnya terjadi penumpukan kristal pada berbagai organ. Apalagi bila tidak diterapi dengan tepat, maka asam urat bisa semakin parah,” jelasnya.

Bila Anda memiliki riwayat asam urat dalam keluarga, dr. Alvin menyarankan agar Anda mulai mengubah pola makan, dengan menghindari asupan makanan yang mengandung purin tinggi.

“Kandungan asam urat yang tinggi juga dapat meningkatkan risiko berbagai penyakit. Namun, dengan pola makan sehat, kadar asam urat bisa menurun,” imbuh dr. Alvin.

Menyambung apa yang telah dijelaskan oleh dr. Alvin di atas, dr. Anita Amalia Sari, menjelaskan bahwa faktor utama penyebab penyakit asam urat adalah peningkatan kadar asam urat (hiperurisemia) yang bisa terjadi karena beberapa hal.

“Peningkatan asam urat bisa terjadi karena adanya gangguan pada sistem pembuangan asam urat yang notabene merupakan hasil akhir dari metabolisme purin,” jelasnya. Menurutnya, kadar asam urat tersebut dipengaruhi oleh dua hal, yakni:

  1. Laju pembuatan asam urat di dalam hati. Karena asam urat terbentuk dari pemecahan purin, kadarnya di dalam tubuh dipengaruhi oleh jumlah purin yang diproduksi tubuh serta jumlah purin yang diserap dari makanan.
  2. Laju pembuangan asam urat melalui ginjal. Pada kondisi normal, asam urat di dalam pembuluh darah akan bergerak ke ginjal dan dibuang melalui urine. Pada orang yang menderita asam urat, biasanya pembuangan ini tidak terjadi.

Bila asam urat menumpuk dan sulit untuk dikeluarkan, maka akan muncul nyeri sendi berkepanjangan yang hampir selalu muncul mendadak, terutama pada malam hari, dan bisa berlangsung hingga 10 hari.

“Nyeri sendi yang sering terjadi adalah pada bagian ibu jari kaki, namun dapat pula terjadi pada kaki, lutut, mata kaki, jari tangan, dan pergelangan tangan. Selain itu, peradangan sendi juga bisa mengalami bengkak, kemerahan, serta terasa panas dan keras bila disentuh,” jelas dr. Anita.

Salah satu upaya yang bisa Anda lakukan untuk meredakan berbagai hal tersebut adalah dengan memperbanyak konsumsi serat yang nantinya dapat mengeluarkan asam urat lewat feses. Salah satu sayuran hijau yang bisa diandalkan adalah labu siam.

Labu siam dan khasiatnya untuk redakan asam urat

Konsumsi serat amat disarankan bagi penderita asam urat untuk memperlancar proses metabolisme tubuh. Sayuran hijau yang juga kerap disebut jipang ini rendah purin dan memiliki kadar serat yang baik bagi tubuh. Itu sebabnya labu siam dianggap baik untuk dikonsumsi penderita asam urat.

Labu siam juga mengandung banyak vitamin serta nutrisi penting seperti vitamin C, vitamin B kompleks, dan vitamin B6 yang dapat membantu melancarkan proses metabolisme tubuh.

Selain itu, sayuran yang termasuk dalam family Cucurbitaceae seperti mentimun dan melon ini juga mengandung berbagai mineral yang dibutuhkan tubuh, seperti kalsium, zat besi, magnesium, fosfor, kalium dan zink. Berita baik lainnya, labu siam rendah kalori, sehingga aman dikonsumsi penderita asam urat.

Labu siam terbukti mampu menurunkan asam urat berdasarkan pengujian yang dilakukan pada hewan kelinci.

Penelitian dari Davao Medical School Foundation tersebut menginduksi hiperurisemia atau kadar asam urat dan memberikan labu siam untuk dikonsumsi. Setelah dianalisis kadar asam uratnya, penelitian yang dilakukan oleh Dr. Herminia B. Nartatez dan timnya ini mengonfirmasi bahwa terjadi penurunan kadar asam urat yang signifikan, yaitu mencapai 25 persen.

“Bisa dibilang, labu siam adalah salah satu obat herbal yang menjanjikan dan dapat digunakan penderita asam urat karena memiliki potensi manfaat bagi kesehatan,” ucap Nartatez.

Meski terbukti secara penelitian dapat menurunkan kadar asam urat, efek dari konsumsi labu siam bisa berbeda pada setiap orang. Bila Anda mengalami asam urat, tetaplah periksakan kondisi Anda pada dokter dan konsultasikan terlebih dahulu bila Anda ingin mengonsumsi labu siam sebagai salah satu upaya untuk menurunkan asam urat. (sbc-02/kdc)

 




Tinggalkan Balasan

error: