Search
Senin 27 Mei 2019
  • :
  • :

2.500 Guru Maghrib Mengaji di Medan Dibina

Starberita – Medan, Wakil Walikota Medan, Akhyar Nasution, Kamis (14/3/2019) membuka acara Sosialisasi dan Pembinaan Guru Maghrib Mengaji se- Kota Medan. Tujuan sosialisasi ini digelar untuk meningkatkan kapasitas guru maghrib mengaji sekaligus mewujudkan visi dan misi Walikota Medan, Dzulmi Eldin, guna menjadikan Kota Medan menjadi kota yang religius dan madani.

Sosialisasi yang berlangsung selama lima hari mulai 12-16 Maret mendatang diikuti sebanyak 2.500 guru. Agar sosialisasi berjalan efektif, peserta dibagi menjadi lima gelombang. Setiap harinya diikuti 500 orang guru dengan menghadirkan sejumlah narasumber yang berkompeten di bidang agama Islam seperti  akademisi dari Universitas Islam Negeri Sumatera Utara (UINSU).

Dalam arahannya, Wakil Walikota, mengatakan sosialisasi dan pembinaan terhadap para guru Maghrib Mengaji se-Kota Medan tersebut sangat penting dan bermanfaat. Sebab, melalui guru Maghrib Mengaji diharapkan mampu menjadi jembatan ilmu untuk mencerdaskan anak didiknya. Dengan demikian nantinya akan lahir generasi penerus bangsa yang beradab, penuh sopan santun dan mencintai Al-Qur’an.

‘’Pemko Medan memiliki tanggungjawab untuk memberikan pembinaan bagi seluruh guru Maghrib Mengaji yang di Kota Medan lantaran  secara faktual kegiatan Maghrib Mengaji masih tetap berjalan. Oleh karenanya perlu dilakukan pembinaan sehingga  seluruh guru Maghrib Mengaji memiliki bekal yang cukup dalam mengajar dan mendidik. Insya Allah nantinya akan lahirlah generasi yang tidak hanya mencintai Al-Qur’an, namun juga generasi yang beradab dan penuh sopan santun,’’ kata Wakil Walikota.

Diungkapkan Wakil Walikota, peranan dan pengaruh guru Maghrib Mengaji sangat besar bagi pembangunan dan kemajuan Kota Medan. Atas dasar itulah, Wakil Walikota, meminta kepada seluruh guru Maghrib Mengaji  agar memberikan kontribusi terbaiknya bagi Kota Medan, terutama melalui sumbangsih tenaga dan pikiran dalam mendidik murid-muridnya dengan amalan-amalan ajaran agama Islam yang Rahmatan Lil ‘Alamin.           

‘’Kami menyadari untuk menjadikan Kota Medan menjadi kota yang madani, humanis dan religius perlu adanya peran serta dari seluruh pihak, termasuk para guru Maghrib Mengaji. Apabila anak didik diajarkan pemaham yang baik, maka niscaya mereka akan melakukan hal yang baik pula. Begitu pula dengan kota Medan, mereka akan ikut mencintai kota ini sehingga terwujudlah cita-cita kita mejadikan Kota Medan yang berkembang dan religius,’’ paparnya.

Selanjutnya, Wakil Walikota, mengajak para guruh Maghrib Mengaji untuk mendukung program kebersihan yang terus digalakkan Pemko Medan.

Dukungan itu, bilang Wakil Walikota, selain menjaga kebersihan tempat tinggal masing-masing, juga tidak membuang sampah sembarangan. Disamping itu selalu mewadahi sampah rumah tangga dengan baik dan menempatkan di depan rumah guna memudahkan petugas kebersihan mengangkutnya.

Lantaran sebagaian besar guru Maghrib Mengaji yang hadir merupakan kaum ibu, Wakil Walikota pun berpesan agar mereka menjadi motor penggerak kebersihan baik di rumah maupun di tengah-tengah tetangga. Jika ini berjalan, Wakil Walikota optimis persoalan sampah akan teratasi sehingga Kota Medan bersih dari sampah.

‘’Saya tidak bosan-bosannya mengingatkan kepada kita semua agar berperan menjaga kebersihan lingkungan. Apalagi sebagai seorang Muslim, kita sama-sama mengetahui bahwa segala hal dalam kehidupan kita sudah ada anjurannya dalam Al-Quran, termasuk masalah kebersihan dan keindahan. Jadi sudah sewajarnya sebagai manusia yang beriman, kita menyadari bahwa kebersihan merupakan bagian dari iman,’’ pungkasnya.

Sebelumnya Kabag Sospen Kota Setda Kota Medan, Khoiruddin Rangkuti, melaporkan sosialisasi ini merupakan kegiatan rutin Pemko Medan dalam rangka peningkatan kapasitas seluruh guru Maghrib Mengaji yang ada di Kota Medan. Melalui sosialisasi, diharapkan kegiatan Maghrib Mengaji dapat terus berjalan di seluruh Kota Medan.

“Semoga dengan sosialisasi yang diberikan ini, seluruh guru Maghrib Mengaji semakin berkualitas sehingga anak-anak yang dijarkan bisa membaca Al Qur’an dengan baik dan benar sesuai hukum bacaannya,” jelas Khoiruddin. (sbc-02)

 

 




Tinggalkan Balasan

error: