Warning: Cannot modify header information - headers already sent by (output started at /home/starberi/public_html/index.php:8) in /home/starberi/public_html/wp-content/plugins/post-views-counter/includes/counter.php on line 246
Starberita.com | Cepat & Akurat – Benarkah Radang Tenggorokan Dapat Sebabkan Infeksi Paru?
Search
Kamis 24 Oktober 2019
  • :
  • :

Benarkah Radang Tenggorokan Dapat Sebabkan Infeksi Paru?

Starberita – Jakarta, Radang tenggorokan adalah penyakit yang umum terjadi. Akan tetapi, jangan anggap sepele. Rada tenggorokan yang tidak ditangani dengan baik dapat menyebabkan beragam komplikasi. Mungkinkah salah satunya adalah infeksi paru?

Radang tenggorokan dan gejalanya

Dalam dunia medis, radang tenggorokan dikenal juga dengan istilah faringitis. Terdapat beberapa organisme yang mungkin menyebabkan radang tenggorokan. Namun, kondisi ini paling sering disebabkan oleh infeksi virus, baik pada anak maupun orang dewasa. Selain virus, bakteri juga bisa menyebabkan timbulnya faringitis akut.

Radang tenggorokan, baik yang disebabkan virus maupun bakteri, punya gejala yang serupa. Antara lain demam, nyeri pada tenggorokan, serta pembengkakan dan kemerahan pada tonsil juga dinding tenggorokan.

Akan tetapi, terdapat beberapa gejala lain yang lebih mungkin terjadi pada kasus radang tenggorokan akibat infeksi virus. Misalnya, radang tenggorokan yang disertai konjungtivitis (radang pada konjungtiva mata), batuk, pilek, suara serak, diare, sariawan, atau ruam.

Sebaliknya, beberapa gejala tertentu lebih mungkin muncul pada kasus radang tenggorokan yang disebabkan infeksi bakteri. Yakni, kelenjar getah bening area leher yang membengkak serta nyeri saat diraba dan adanya petak-petak berwarna putih pada permukaan tonsil (amandel) atau tenggorokan.

Selain itu, gejala lainnya adalah terdapat nanah pada bagian belakang tenggorokan, atau demam tinggi (umumnya di atas 38 derajat Celsius). Bakteri yang paling umum menyebabkan radang tenggorokan adalah S. pyogenes.

Membedakan infeksi virus atau bakteri yang jadi penyebab radang tenggorokan adalah hal yang cukup sulit. Namun, ini penting karena berdampak pada pengobatan. Infeksi yang disebabkan bakteri, misalnya, memerlukan antibiotik.

Namun, jika infeksi disebabkan virus, seperti pada kebanyakan kasus, maka tidak memerlukan antibiotik. Jika disebabkan virus, umumnya penyakit akan membaik dengan sendirinya serta pengobatan untuk meredakan gejala saja yang diperlukan.

Pemakaian antibiotik yang tidak tepat, seperti diminum pada kasus infeksi virus, turut berperan meningkatkan angka resistensi antibiotik. Jika kuman sudah resisten terhadap antibiotik, obat yang biasanya dapat membunuh kuman ini menjadi tidak mempan lagi. Hal ini tentu bisa menyebabkan masalah kesehatan lain.

Bisa picu infeksi paru?

Radang tenggorokan, terutama yang disebabkan bakteri, dapat menimbulkan beberapa komplikasi. Antara lain, timbulnya infeksi pada paru-paru atau dikenal dengan pneumonia. Selain itu, radang dapat juga menyebabkan sinusitis, peradangan telinga, epiglotitis, dan mastoiditis.

Pneumonia adalah infeksi pada paru-paru yang ditandai dengan beberapa gejala, seperti demam, batuk, dan kesulitan bernapas. Walau dapat diobati, kondisi ini berpotensi menyebabkan gangguan kesehatan serius. Bahkan, infeksi paru masih menjadi salah satu penyebab utama kematian anak di bawah usia 5 tahun di seluruh dunia.

Ada beberapa hal yang dapat Anda lakukan untuk mencegah timbulnya radang tenggorokan, terutama yang disebabkan infeksi bakteri. Misalnya, menjaga kebersihan tangan. Biasakan mencuci tangan setelah batuk atau bersin, saat akan memasak dan sebelum makan.

Selain itu, terapkan etika batuk yang baik. Jangan lupa menutup area mulut dan hidung saat Anda batuk atau bersin. Hal ini membantu mengurangi penyebaran penyakit yang dapat menulari orang di sekitar Anda.

Segera tangani radang tenggorokan Anda dengan mengetahui penyebabnya, apakah virus atau bakteri, sebelum menimbulkan infeksi paru. Tapi ingat, mencegah lebih baik daripada mengobati. Nah, cara utama untuk menangkal radang tenggorokan adalah menjaga daya tahan tubuh agar dapat maksimal melawan penyakit. (sbc-02/kdc)

 




Tinggalkan Balasan

error: