Warning: Cannot modify header information - headers already sent by (output started at /home/starberi/public_html/index.php:8) in /home/starberi/public_html/wp-content/plugins/post-views-counter/includes/counter.php on line 246
Starberita.com | Cepat & Akurat – Edy Rahmayadi: Perbedaan Harus Dikikis
Search
Selasa 19 November 2019
  • :
  • :

Edy Rahmayadi: Perbedaan Harus Dikikis

Starberita – Dolok Sanggul, Gubernur Sumatera Utara, Edy Rahmayadi menilai saat ini, perbedaan menjadi ancaman besar bagi masyarakat. Selain mengancan kehidupan sosial, perbedaan juga dapat menjadi beban untuk kelangsungan pembangunan.

Hal itu disampaikan Gubsu di sela kunjungan kerja ke Kabupaten Humbang Hasundutan (Humbahas) yang dipusatkan di Aula Huta Mas, Dolok Sanggul, Senin (11//3/2019).

Menurut Edy, demi mencapai kemajuan, perbedaan harus dikikis dan dirobah menjadi sebuah kekayaan.

“Di Sumut ada 33 Kabupaten/Kota dan delapan etnis asli penduduk Sumut. Di Indonesia, ada 17.548 pulau, pulau terbanyak di dunia serta 1226 suku, 928 bahasa dan sejumlah agama. Luar biasa Indonesia. Inilah sebenarnya, salahsatu kekayaan Indonesia yang harus kita pelihara. Sejumlah perbedaan akan menjadi perekat untuk kesatuan bangsa,” ujarnya.

Edy mengakui, kita masih selalu dan selalu dihantui perbedaan. Setiap orang bicara pasti diawali dengan suatu perbedaan.

“Padahal, kalau kita melihat ke belakang, kita itu adalah satu. Kita itu adalah sama. Keturunan dari Adam dan Hawa, manusia yang di utus ke dunia Fana,” ujarnya.

Karena perbedaan agama, kata Edy, perolehan suara-nya di Humbahas pada Pilgubsu 2018 lalu sebanyak 19 persen. “Itu karena saya agama Islam sementara di Humbahas mayoritas Kristen. Sebaliknya, di Madina yang milih saya 98 persen karena di sana mayoritas Islam.”

“Untuk pembangunan, kita jangan cerita perbedaan saudara-saudaraku. Dengan perbedaan, kita akan dibebani suatu keterbelakngan. Kita harus mengikuti adat istiadat sistem demokrasi orang luar. Di London, misalnya, ada 2 persen saja warganya non nasrani namun walikotanya agamanya Islam. Orang tak bicara siapa kau, suku apa kau dan apa agamamu. Tapi kalau dia mampu memimpin dan mensejahtrakan rakyat dialah yang terpilih menjadi pemimpin tanpa mengenal perbedaan,”tegasnya. (sbc-05/drh)




Tinggalkan Balasan

error: