Search
Kamis 18 April 2019
  • :
  • :

Pemprovsu akan Lestarikan Koran Kuno Jadi Pariwisata Sejarah

Starberita – Medan, Animo masyarakat sangat tinggi berkunjung melihat pameran Satu Abad Surat Kabar Sumatera Utara selama sepekan digelar di Lobby Kantor Gubernur Sumatera Utara di Jalan Diponegoro Medan.

“Selama pameran berlangsung sejak (6/2/2019) hingga berakhir pada, Selasa (12/2/2019) kunjungan masyarakat mencapai 1.500 orang atau rata-rata 200 orang per hari. Melihat tingginya animo masyarakat itu, Pemprovsu bertekad melestarikan koran kuno dan menjadikannya sebagai pariwisata sejarah,” sebut Kepala Biro Humas dan Keprotokolan Setdaprovsu, Ilyas Sitorus, Selasa (12/2/2019).

Pengunjung yang datang, kata Ilyas, berasal dari berbagai daerah dan lintas profesi. “Mulai dari mahasiswa, pegawai, siswa sekolah, guru, pemerhati pers, sejarawan, organisasi pers dan staf ahli Kepresidenan. Pameran juga dihadiri wisatawan asing dan kepala daerah di Sumut,” katanya.

Meskipun pameran di lobby Kantor Gubsu sudah ditutup, kata Ilyas, Pemprovsu akan tetap menyelamatkan bukti otentik peninggalan sejarah di Sumut itu dan melanjutkan pamerannya.

Wagubsu Musa Rajekshah, ujar Ilyas, sudah berencana akan memanfaatkan Museum Negeri Sumatera Utara di Jalan HM Joni Medan sebagai tempat untuk memamerkan koleksi dari koran asli yang berasal dari tahun 1880 hingga 1942.

“Pemprovsu akan membenahi apa yang diperlukan agar banyak pengunjung yang datang dan bisa mempelajari sejarah dan budaya Sumut,” ujarnya.

Sembari menunggu tersedianya ruangan di Museum Negeri Sumut, sambung Ilyas, Wagubsu telah menginstruksikan kepada Dispora untuk dapat melanjutkan pameran tersebut di Gedung Serba Guna, Jalan Pancing Medan. “Dengan begitu, masyarakat Sumut dapat tetap bisa melihat koleksi koran-koran kuno di Sumut,” katanya.

Diketahui, pameran Satu Abad Surat Kabar Sumatera Utara yang digelar 6-12 Februari 2019 memamerkan surat kabar yang terbit di Sumut selama periode tahun 1880 hingga 1942. Diantaranya, tiga koran perempuan, yang dinilai sebagai pelopor koran perempuan pertama di Indonesia. Yaitu, Perempuan Bergerak (Medan, 1919), Soeara Iboe (Sibolga, 1932), Boroe Tapanoeli (Kotanopan, 1940).

Selain itu, ada juga koran pertama di Indonesia yang menggunakan kata ‘Merdeka’ sebagai namanya yakni ‘Benih Merdeka’. Serta 3 koran dan majalah perjuangan pada masa pendudukan Sekutu atau Belanda (1945-1949). Yaitu, Soeloeh Merdeka, Mimbar Oemoem, dan Waspada. Dimana dua diantaranya yakni Mimbar Umum dan Waspada masih terbit hingga  saat ini. (sbc-05)

 

 




Tinggalkan Balasan

error: