Warning: Cannot modify header information - headers already sent by (output started at /home/starberi/public_html/index.php:8) in /home/starberi/public_html/wp-content/plugins/post-views-counter/includes/counter.php on line 246
Starberita.com | Cepat & Akurat – Normalkah Muntah Darah Saat Cuci Darah?
Search
Senin 26 Agustus 2019
  • :
  • :

Normalkah Muntah Darah Saat Cuci Darah?

Starberita – Jakarta, Cuci darah merupakan prosedur medis yang dilakukan untuk membersihkan darah dari racun dan zat berbahaya. Dalam kondisi normal, proses ini dijalankan oleh kedua ginjal Anda. Namun, ada beberapa kondisi saat ginjal tidak dapat melancarkan fungsi normalnya, seperti pada penderita gagal ginjal kronis. Salah satu keluhan yang sering terdengar saat cuci darah adalah terjadinya muntah darah.

Lalu, apakah muntah darah saat cuci darah termasuk hal yang normal ataukah kondisi yang harus dikhawatirkan?

Penyebab muntah darah saat cuci darah

Cuci darah tidaklah semengerikan yang Anda bayangkan. Mereka yang menjalani cuci darah secara rutin umumnya dapat melaluinya dengan lancar dan beraktivitas seperti biasa. Meski demikian, sebagaimana tindakan medis pada umumnya, tentu ada beberapa risiko yang dapat terjadi selama proses cuci darah berlangsung. Pasien cuci darah dapat mengalami sejumlah keluhan seperti pusing, dada berdebar, mual, muntah, hingga muntah darah.

Sebenarnya, tidak semua pasien cuci darah akan mengalami muntah darah. Kondisi ini relatif jarang terjadi. Meski demikian, ada beberapa kondisi yang menyebabkan seseorang lebih berisiko mengalami muntah darah saat cuci darah. Salah satunya adalah penggunaan obat pengencer darah saat cuci darah.

Pasien yang akan menjalani cuci darah umumnya akan diberikan pengencer darah, seperti heparin. Hal ini bertujuan untuk mencegah terjadinya penggumpalan darah saat proses cuci darah. Obat ini sebenarnya diberikan pada dosis yang cukup aman sehingga tidak akan menimbulkan efek perdarahan yang hebat, seperti muntah darah. Namun, bila pasien memang memiliki masalah pada sistem pembekuan darah (koagulasi), bisa saja pemberian heparin tersebut dapat mencetuskan terjadinya muntah darah.

Penyebab yang kedua dari muntah darah saat cuci darah adalah adanya masalah pada saluran pencernaan. Pasien yang sebelumnya memiliki riwayat peradangan lambung atau adanya luka di dinding lambung tentu berisiko lebih tinggi untuk mengalami muntah darah, terutama saat cuci darah. Biasanya, kondisi ini dialami oleh mereka yang sebelumnya sering mengonsumsi obat anti peradangan atau pernah mengalami infeksi H. pylori di lambungnya.

Selain itu, kemungkinan penyebab lainnya adalah adanya gangguan fungsi hati. Pada beberapa kondisi, pasien dengan penyakit ginjal kronis juga dapat mengalami gangguan organ hati. Penyakit hati tersebut dapat meningkatkan tekanan di pembuluh darah balik di sekitar kerongkongan hingga akhirnya pembuluh darah tersebut membesar secara abnormal (varises esofagus).

Sewaktu-waktu, pembuluh darah yang membesar tersebut dapat pecah dan menimbulkan muntah darah. Kondisi ini disebut dengan pecah varises esofagus. Bila terjadi, hal ini termasuk ke dalam kondisi gawat darurat dan memerlukan pertolongan segera.

Jadi, muntah darah sebenarnya bukanlah sesuatu yang sering dialami saat prosedur cuci darah. Apabila terjadi, tentu ada kondisi-kondisi tertentu yang membuat pasien tersebut mengalami muntah darah dan harus diketahui melalui rangkaian pemeriksaan khusus oleh dokter. Bila pasien tidak memiliki risiko-risiko tersebut, maka cuci darah tetap aman untuk dilakukan. Prosedur cuci darah justru sangat menolong mereka dengan gangguan fungsi ginjal agar tetap dapat menjalankan aktivitasnya seperti biasa. (sbc-02/kdc)

 




Tinggalkan Balasan

error: