Search
Kamis 18 April 2019
  • :
  • :

Jika Tak Kooperatif, Pemprovsu Akan Bekukan Aquafarm

Starberita – Medan, Kasus pembuangan bangkai ikan di dasar Danau Toba oleh PT Aquafarm beberapa waktu lalu sempat membuat pemerintah melakukan tindakan serius atas dugaan pencemaran tersebut.

Parahnya lagi, Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Provsu menemukan bangkai-bangkai ikan tersebut di dasar Danau Toba pada kedalamaan 40 meter di areal Side Sirukungon, Kecamatan Ajibata, Tobasa, Kamis (24/1/2019) lalu.

Oleh karenanya, hingga saat ini Pemprovsu masih menyidik lebih jauh kasus tersebut. Gubsu, Edy Rahmayadi pun mengatakan, bahwa saat ini pihaknya telah mengambil langkah serius agar kejadian serupa tak terulang.

“Saat ini satu pihak ingin begini, pihak lain ingin begini, dan sekarang didiami dengan suatu aturan yang Pemprov sendiri begitu susah. Saya coba mempelajari itu,” jelas Edy belum lama ini.

Pemprovsu, kata Edy, saat ini telah melayangkan surat peringatan kedua kepada PT Aquafarm. Jika belum mendapat respon dari pihak perusahaan, maka Pemprovsu terpaksa mengambil tindakan tegas berupa sanksi pembekuan selama enam bulan.

“Gubernur ini kan tak juga bisa wewenang begitu full. Kita hanya memberikan peringatan tertulis, yang kedua, yang ketiga pembekuan, dan yang terakhir pemberhentian. Tapi saya sekarang dalam proses pembekuan 6 bulan,” tegas Edy.

Kendati demikian, Edy juga mengatakan bahwa tak menutup kemungkinan juga Pemprovsu akan melakukan pencabutan izin operasi PT Aquafarm. Keputusan tersebut, sambung Edy, akan dilakukan bilamana tidak ada sikap kooperatif dari PT Aquafarm.

Meski begitu, Edy tetap mempertimbangkan untuk memberi sanksi terakhir. Sebab menurutnya, apabila izin perusahaan dicabut, maka akan timbul masalah lain, seperti meningkatnya jumlah pengangguran.

“Tapi kalau tak diindahkan juga, apa boleh buat, saya cabut itu. Dan begini, mencabut itu kan juga banyak polemik disitu, banyak buah simalakamanya. Banyak orang-orang kita yang sudah sekian lama bekerja disitu. Kan tidak bisa langsung diberhentikan. Terus gimana nanti inang-inang kita, rakyat kita yang bekerja disitu, mendadak dia tak dapat makan, kan kasihan juga. Tapi inipun jangan lama-lama, nanti keenakan pula mereka (PT Aquafarm) ini jadinya,” ungkap Edy.

Edy pun mengaku bahwa saat ini pihaknya telah berkomunikasi dengan PT Aquafarm terkait sanksi yang akan diberi. Dirinya kembali menegaskan, jika sanksi terakhir akan benar-benar diberikan bila PT Aquafarm mengabaikan peringatan yang sudah dilayangkan oleh Pemprovsu.

“Saya sudah dua, tiga kali komunikasi. Tapi susah sekali, semua pakai kepentingan. Terakhir ini apa boleh buatlah, saya mohon maaf. Nanti kita perhatikan seperti apa dampak dari kita hentikan (Pt Aquafarm) itu bagaimana,” tandas Edy. (sbc-05)




Tinggalkan Balasan

error: