Warning: Cannot modify header information - headers already sent by (output started at /home/starberi/public_html/index.php:8) in /home/starberi/public_html/wp-content/plugins/post-views-counter/includes/counter.php on line 246
Starberita.com | Cepat & Akurat – Bisakah Akupunktur Melawan Kanker?
Search
Senin 23 September 2019
  • :
  • :

Bisakah Akupunktur Melawan Kanker?

Starberita – Jakarta, Akupunktur sering ditawarkan sebagai salah satu metode penyembuhan pasien kanker. Cara pengobatan alternatif tradisional Tiongkok ini sangat populer untuk meredakan nyeri, dan sudah digunakan selama ribuan tahun. Lalu  apakah akupunktur bisa benar-benar efektif untuk melawan penyakit keganasan ini?

Akupunktur sejak lama diandalkan sebagai pengobatan alternatif untuk mengatasi kondisi tertentu. Bahkan, seiring berkembangnya zaman, akupunktur kini mulai menjadi salah satu terapi utama yang banyak diakui oleh para dokter dan ahli kesehatan. Pengobatan akupunktur menggunakan media jarum. Saat melakukan terapi ini, jarum kecil ditusukkan ke acupoint di permukaan tubuh dengan kedalaman tertentu.

Ahli akunpunktur biasanya tidak sembarangan, mereka mempelajarinya dengan saksama agar tidak salah dalam melakukan pengobatan. Saat ini, juga sudah banyak dokter yang mengambil spesialisasi sebagai ahli akunpunktur.

Mengenal jenis akupunktur

Meski teknik akupunktur yang paling terkenal adalah metode yang berasal dari negeri asalnya, Tiongkok, tapi ada pula akupunktur khas Jepang dan Korea.

·         Khas Tiongkok

Pada akupunktur khas Tiongkok, jarum yang digunakan biasanya lebih tebal dan ditusukkan lebih dalam ke kulit. Ahli akupunktur Tiongkok juga cenderung menggunakan lebih banyak jarum setiap sesinya, dan mencakup area yang lebih luas di seluruh tubuh.

·         Khas Jepang

Teknik akupunktur Jepang menggunakan jarum yang lebih tipis, yang ditusukkan secara ringan ke kulit. Fokusnya adalah bagian perut, punggung, dan beberapa titik kunci di sepanjang sistem meridian atau jaringan titik akupunktur di seluruh tubuh.

·         Khas Korea

Pada beberapa gaya akupunktur Korea, hanya empat jarum tipis yang digunakan dan ditempatkan secara strategis. Penempatannya bergantung pada kondisi penyakit yang hendak diobati.

Efektifkah akupunktur melawan kanker?

Di negara-negara seperti Amerika Serikat, Kanada, dan banyak negara lainnya, akupunktur banyak ditawarkan ke pasien kanker. Lalu apakah ini berarti metode tusuk jarum ini efektif untuk melawan kanker?

  1. Sepriani Timurtini Limbong mengatakan, sejauh ini akupunktur sejauh ini tidak memiliki bukti ilmiah melawan kanker. Hanya saja, jika digunakan sebagai terapi tambahan, itu sangat bisa.

“Kalau secara bukti ilmiah, akunpunktur itu bukan sebagai terapi definitif, bukan sebagai pengobatan utama, tapi lebih sebagai terapi tambahan atau terapi pendamping (kanker),” ujarnya.

“Namun, mungkin saja sudah ada kasus dimana akunpunktur bisa mengurangi gejala pasien kanker yang sedang melakukan kemoterapi. Nah, gejala-gejala akibat kemoterapi itu bisa dikurangi dengan akunpunktur. Kalau dibilang untuk mengobati atau melawan kanker, menurut saya tidak bisa karena melawan kanker itu harus spesifik ke target selnya,” sambung dr. Sepri.

Akupunktur sebagi terapi tambahan

Akupunktur telah terbukti dapat meringankan mual, muntah, mulut kering, kelelahan, cemas, depresi, dan imunosupresi yang sering kali menyertai pengobatan kanker. Akupunktur dan pengobatan Cina juga telah terbukti dapat meringankan efek samping kemoterapi dan radiasi, seperti insomnia, keringat pada malam hari, hot flashes, penurunan nafsu makan, turunnya berat badan, konstipasi atau diare, dan nyeri.

Sebuah studi yang dipublikasikan di “Journal of Clininal Oncology” tahun 2010 menyebut, akupunktur sama efektifnya dengan terapi obat dalam mengobati gejala menopause seperti hot flashes dan berkeringat pada malam hari pada pasien kanker payudara menopause.

Kebaikan akupunktur lainnya adalah, hampir bebas efek samping, peningkatan energi, kejernihan pikiran, serta perbaikan dorongan seks. Akupunktur juga terbukti dapat meringankan nyeri sendi dan kekakuan pada pasien kanker payudara pascamenopause yang telah menggunakan aromatase inhibitors.

Pada penyintas kanker, akupunktur dapat meningkatkan kualitas hidup mereka dengan mengobati beberapa efek permanen kemoterapi. Mereka yang telah menjalani operasi kanker melaporkan bahwa akupunktur dapat meningkatkan rentang gerak dan fleksibilitas, serta mengurangi rasa sakit yang terkait dengan jaringan parut. Mereka juga sering merasakan neuropati perifer—efek samping kronis kemoterapi ketika jari tangan dan kaki mati rasa, lemah, atau terasa geli—yang dapat diatasi dengan akupunktur.

Menurut sebuah studi di “JAMA” tahun 1998, akupunktur disebut dapat mengurangi rasa sakit dan kelemahan. Pada satu studi, pasien dengan kanker ginekologi lanjut melaporkan berkurangnya rasa sakit yang signifikan setelah 5-7 kali sesi. Tanpa perawatan lebih lanjut, rasa sakit dan kelemahan pasien ini berkurang hingga 10 bulan.

Memang, banyak pasien kanker yang menjalani terapi akupunktur. Namun, metode pengobatan tradisional Cina ini bukanlah terapi utama, melainkan terapi tambahan atau pendamping. Umumnya, akupunktur dilakukan untuk mengatasi gejala tertentu atau efek samping dari pengobatan kanker dari mulai radioterapi, kemoterapi, hingga pembedahan. (sbc-02/kdc)

 




Tinggalkan Balasan

error: