Search
Minggu 21 April 2019
  • :
  • :

Benarkah Tahi Lalat Bisa Berkembang Jadi Kanker Kulit?

Starberita – Jakarta, Letak tahi lalat pada tubuh sering tersebar di banyak bagian tubuh, mulai dari wajah, punggung, bahu hingga kaki. Tak jarang, bila letaknya di wajah – misalnya di atas ujung bibir – tahi lalat justru dianggap sebagai pemanis wajah. Namun sayangnya, ada pula yang mengatakan bahwa tahi lalat adalah tanda-tanda kemunculan kanker kulit.

Kalau sudah begitu, kesan sebagai pemanis penampilan pun langsung hilang dalam sekejap. Tapi sebelum mencurigai semua tahi lalat yang ada di tubuh Anda, simak dulu fakta medis tentang tahi lalat berikut ini.

Tahi lalat tidak muncul sejak Anda lahir

Mungkin, sebagian dari Anda beranggapan bahwa semua tahi lalat yang muncul pada tubuh sudah muncul sejak lahir. Padahal, menurut dr. Devia Irine Putri, umumnya tahi lalat muncul saat masa kanak-kanak ataupun dewasa. Jarang sekali tahi lalat muncul saat Anda bayi.

“Nah, bila Anda memiliki tahi lalat yang sudah muncul sejak lahir, maka tahi lalat itu bisa berpotensi untuk berubah menjadi melanoma di kemudian hari.” jelas dr. Devia. Jadi, bila Anda memiliki tahi lalat sejak bayi dan kondisinya semakin besar, sebaiknya periksakan tahi lalat tersebut ke dokter spesialis kulit.

Menurut dr. Resthie Rachmanta Putri, M. Epid, tahi lalat itu sendiri merupakan tumor jinak yang muncul di kulit akibat penumpukan sel pigmen kulit di satu tempat. Meski demikian, kondisi ini tak membutuhkan pengobatan khusus.

“Tapi, ada juga jenis kanker kulit yang bentuknya sangat mirip dengan tahi lalat. Itulah mengapa Anda mesti bisa membedakan mana tahi lalat yang normal dan mana tahi lalat yang berpotensi menjadi kanker kulit melanoma.” dr. Resthie menambahkan.

Waspadai tahi lalat yang membesar

Sementara itu, tahi lalat yang normal biasanya berwarna cokelat atau cokelat kehitaman. Bentuknya pun bulat atau oval dengan diameter kurang dari 6mm. Yang perlu diwaspadai adalah ketika tahi lalat kian membesar. Kondisi tersebut menunjukkan ada yang tak beres dari tahi lalat itu.

Adapun ciri-ciri lain dari tahi lalat yang berpotensi menjadi kanker kulit, antara lain:

  • Terasa gatal atau nyeri, terutama bila bergesekan.
  • Bentuknya asimetris, tidak bulat dan tidak oval.
  • Berubah warna, terkadang warnanya bisa lebih pucat, kemerahan, hingga kebiruan.
  • Mudah berdarah.
  • Kulit di sekitarnya kemerahan atau bengkak.
  • Mudah mengelupas.

Jika ada beberapa tahi lalat yang Anda curigai berpotensi menjadi kanker, jangan berinisiatif sendiri untuk menghilangkannya seperti saat Anda menemukan jerawat yang matang di wajah. Pasalnya, tahi lalat yang berpotensi menjadi kanker kulit melanoma sangat berbahaya dan mudah menyebar ke berbagai organ, termasuk ke paru dan otak.

Lebih dari itu, dr. Citra Roseno mengatakan, kanker kulit yang berupa tahi lalat hidup alias melanoma maligna merupakan jenis kanker kulit yang paling mematikan. Sehingga, semakin cepat terdeteksi dan ditangani oleh dokter, semakin besar pula kesempatan Anda untuk sembuh dari kanker kulit.

Jika Anda ternyata memiliki tahi lalat tersebut, lindungi tubuh dari paparan sinar matahari dengan menggunakan pakaian lengan panjang atau rok dan celana panjang. Pilih yang berbahan lembut serta tidak terlalu tebal. Sehingga, kondisi tahi lalat tidak semakin parah akibat gesekan yang dapat memicu perdarahan.

Meski bagi sebagian orang, tahi lalat dianggap sebagai pemanis wajah dan penampilan. Namun, bila tahi lalat yang ada menunjukkan ciri-ciri seperti yang telah dijelaskan di atas, Anda perlu waspada. Sebab, bisa jadi tahi lalat yang Anda miliki berisiko menyebabkan kanker kulit. Segera periksakan ke dokter untuk penanganan yang tepat. (sbc-02/kdc)

 




Tinggalkan Balasan

error: