Search
Minggu 21 April 2019
  • :
  • :

Ternyata, Kebiasaan Ini Dapat Merusak Hati!

Starberita – Jakarta, Hati merupakan organ terbesar di tubuh kita. Hati terletak tepat di bawah tulang rusuk, di bagian kanan abdomen. Hati memiliki peran penting dalam proses pencernaan makanan dan mengeluarkan zat-zat beracun dari tubuh. Oleh sebab itu, Geng Sehat harus menjaga kesehatan hati.

Penyakit hati bisa disebabkan oleh banyak hal, termasuk genetik dan virus. Namun, kerusakan pada hati juga bisa disebabkan oleh hal-hal yang terkesan sepele, misalnya seperti konsumsi makanan manis berlebihan. Nah, untuk meningkatkan kesadaran Geng Sehat, berikut kebiasaan yang ternyata bisa menimbulkan kerusakan hati!

Mengonsumsi Gula Berlebihan

Terlalu banyak mengonsumsi gula bukan hanya tidak baik untuk kesehatan gigi dan memicu diabetes, namun juga membahayakan hati. Organ ini membutuhkan satu jenis gula, yaitu fruktosa, untuk membuat lemak. Terlalu banyak konsumsi gula halus dan sirup jagung tinggi fruktosa bisa menyebabkan penumpukan lemak, sehingga dapat menyebabkan penyakit liver. Beberapa penelitian menunjukkan bahwa gula sama bahayanya dengan alkohol terhadap organ hati, meskipun Kamu tidak memiliki kelebihan berat badan. Jadi, mulai sekarang batasi makanan dengan kandungan gula tinggi.

Minum Obat Herbal yang Tidak Aman

Meskipun di labelnya tertera kata ‘herbal’ ataupun ‘alami’, bukan berarti obat atau suplemen tersebut aman untuk dikonsumsi secara bebas. Sebagai contoh, kava kava merupakan obat herbal yang cukup terkenal dan sering digunakan untuk meredakan gejala menopause. Namun, menurut penelitian, kava kava bisa membahayakan hati dan menyebabkan hepatitis, serta gagal hati. Oleh sebab itu, Kamu harus selalu berkonsultasi dengan dokter terlebih dahulu sebelum mengonsumsi suplemen herbal untuk memastikan keamanannya.

Kelebihan Berat Badan

Kadar lemak berlebihan bisa menyebabkan penumpukan lemak di sel-sel hati dan menyebabkan penyakit perlemakan hati non-alkoholik. Penyakit tersebut menyebabkan pembengkakan pada hati. Lama kelamaan, hal tersebut bisa menimbulkan luka dan membuat jaringan hati mengeras (sirosis). Kamu memiliki risiko lebih tinggi terkena penyakit perlemakan hati non-alkoholik jika mengalami kelebihan berat badan atau obesitas, dan memiliki diabetes. Untuk menurunkan risikonya, Kamu bisa melakukan diet sehat dan rutin berolahraga.

Terlalu Banyak Asupan Vitamin A dari Suplemen

Tubuh memang membutuhkan vitamin A. Kamu bisa memperoleh asupan vitamin A dari sayuran dan buah segar, khususnya yang berwarna merah, orange, dan kuning. Namun, kalau Kamu memperoleh asupannya dengan mengonsumsi suplemen yang memiliki vitamin A dosis tinggi, maka bisa membahayakan hati. Maka itu, konsultasikan dengan dokter sebelum mengonsumsi suplemen vitamin A, untuk memastikan Kamu benar-benar membutuhkannya.

Kebiasaan Minum Soda

Menurut penelitian, orang yang terlalu sering minum soda memiliki risko lebih tinggi terkena penyakit perlemakan hati non-alkoholik. Jadi, lebih baik batasi konsumsi minuman bersoda ataupun minuman manis lainnya. Biasakan memilih minuman yang lebih sehat, seperti air putih.

Overdosis Parasetamol atau Obat Pereda Nyeri Lainnya

Apakah Kamu termasuk yang suka mengonsumsi obat pereda rasa sakit ketika sedang nyeri punggung, sakit kepala, demam, dan sebagainya? Pastikan Kamu mengonsumsi obatnya dalam jumlah yang tepat. Pasalnya, konsumsi berlebihan obat pereda rasa sakit, khususnya asetaminofen atau dikenal juga dengan parasetamol, bisa membahayakan hati. Oleh sebab itu, Kamu perlu mengetahui dosis obat pereda rasa sakit yang dikonsumsi.

Mengonsumsi Lemak Trans dalam Jumlah Tinggi

Lemak trans merupakan salah satu jenis lemak tak jenuh dan umumnya berasal dari makanan olahan. Diet harian dengan kandungan lemak trans tinggi meningkatkan risiko Kamu mengalami kenaikan berat badan. Tentunya hal tersebut tidak baik untuk kesehatan hati. Jadi, sebelum mengonsumsi makanan olahan, cek dulu bahan yang terkandung di dalamnya.

Terpapar Alat Medis yang Tidak Steril

Menggunakan suntikan yang tidak steril atau sudah pernah digunakan orang lain, juga bisa membahayakan hati. Pasalnya, salah satu penyakit hati, yaitu hepatitis C, bisa menular lewat darah. Meskipun hanya terjadi sekali, risikonya tetap tinggi, khususnya jika Kamu sudah memiliki faktor risikonya, seperti memiliki HIV/AIDS. (sbc-02/gsc)

 

 




Tinggalkan Balasan

error: