Warning: Cannot modify header information - headers already sent by (output started at /home/starberi/public_html/index.php:8) in /home/starberi/public_html/wp-content/plugins/post-views-counter/includes/counter.php on line 246
Starberita.com | Cepat & Akurat – Merokok di Kawasan KTR Kena Pidana
Search
Selasa 23 Juli 2019
  • :
  • :

Merokok di Kawasan KTR Kena Pidana

Starberita – Medan, Semua orang di Kota Medan saat ini tidak diperbolehkan lagi merokok  di sembarangan tempat. Sebab, setiap orang yang merokok di Kawasan Tanpa Rokok (KTR) di Kota Medan akan dikenakan sanksi pidana, berupa kurungan badan ataupun denda.

“Area KTR itu antara lain, tempat bermain anak, tempat ibadah, angkutan umum, tempat kerja serta tempat umum,” sebut anggota DPRD Kota Medan, Mulia Asri Rambe, pada sosialisasi Perda Kota Medan No. 3 tahun 2014 tentang Kawasan Tanpa Rokok (KTR) yang dilaksanakannya di Komplek Bank, Kelurahan Titi Papan, Kecamatan Medan Deli, Minggu (10/2/2019).

Tempat anak bermain, sebut pria yang akrab disapa, Bayek, ini meliputi kelompok bermain, penitipan anak, pendidikan anak usia dini, taman kanak-kanak, tempat hiburan anak dan tempat anak bermain lainnya.

Tempat ibadah meliputi, sambung Bayek, meliputi masjid/musholla, gereja, pura, vihara, klenteng dan tempat ibadah lainnya serta angkutan umum, tempat kerja dan tempat umum.

“Jadi, semua itu termasuk area KTR. Di area itu dilarang merokok dan kalau merokok di area itu akan dikenakan sanki pidana berupa kurungan badan ataupun denda seperti yang disebutkan diatas,” kata Bayek mengulangi.

Didalam Perda, tambah Bayek, jelas dinyatakan bahwa setiap orang yang merokok di tempat area yang dinyatakan sebagai KTR di Kota Medan, sebagaimana dimaksud dalam Pasal 7, Pasal 22 ayat (1) dan ayat (3) serta Pasal 41 diancam pidana kurungan paling lama 3 (tiga) hari atau pidana denda paling banyak Rp50.000 (lima puluh ribu rupiah).

Selain itu, kata Bayek, setiap orang atau badan yang mempromosikan, mengiklankan, menjual dan/atau membeli rokok di area yang dinyatakan KTR diancam pidana kurungan paling lama 7 (tujuh) hari atau pidana denda paling banyak Rp5.000.000 (lima juta rupiah).

Sedangkan bagi setiap pengelola/penyelenggara, pimpinan atau penanggungjawab KTR tidak melaksanakan pengawasan internal, membiarkan orang lain merokok dan tidak memasang tanda-tanda dilarang merokok di tempat atau area yang dinyatakan KTR diancam kurungan paling lama 15 hari atau denda pidana paling banyak Rp10.000.000 (sepuluh juta rupiah).

Area atau tempat yang dinyatakan KTR sesuai Pasal 7, sebut Bayek, adalah fasilitas pelayanan kesehatan, meliputi rumah sakit, rumah bersalin, poliklinik, puskesmas, balai pengobatan dan laboratorium. Tempat proses belajar mengajar, meliputisekolah perguruan tinggi, balai pendidikan dan pelatihan, balai latihan kerja, bimbingan belajar, tempat kursus serta tempat proses belajar mengajar lainnya.

Bayek juga menyatakan, akan meminta kepada Pemko Medan agar memberikan stiker di area yang dinyatakan KTR sesuai dalam Perda. “Itu perlu agar masyarakat tahu, sehingga wilayah itu benar-benar bersih dari rokok, juga Medan akan bersih dan sehat,” ujarnya. (sbc-02)

 

 

 




Tinggalkan Balasan

error: