Search
Minggu 21 April 2019
  • :
  • :

Awas, Jumlah Penderita Kanker dari Kalangan Milenial Meningkat!

Starberita – Jakarta, Kanker merupakan salah satu penyakit kronis yang jumlah penderitanya semaking meningkat saja. Dahulu, kanker lebih dikenal sebagai penyakit yang umumnya hanya menyerang orang lanjut usia. Namun, apakah Geng Sehat sadar, kasus kanker semakin sering ditemukan pada orang-orang berusia muda?

Ya, sebuah penelitian menemukan bahwa beberapa jenis kanker kasusnya meningkat pada orang muda alias millenial. Menurut penelitian yang dipublikasikan di Lancet Public Health American Cancer Society, peneliti mengumpulkan data tentang diagnosis kanker pada orang berusia 25 – 84 tahun. Data ini kemudian dianalisis selama 20 tahun. Tenyata ditemukan peningkatan jenis kanker tertentu secara drastis pada orang berusia muda.

Jenis kanker pada anak muda yang meningkat tajam tersebut semuanya berhubungan dengan obesitas. Dari 12 jenis kanker yang disebabkan oleh obesitas, ada beberapa yang mengalami peningkatan jumlah kasus pada orang berusia muda, yaitu kanker usus besar, kanker endometrial, kanker empedu, kanker ginjal, kanker pankreas, dan multiple myeloma. Selain itu, kasus kanker pada sel plasma juga mengalami peningkatan pada orang berusia muda. Padahal, jenis kanker tersebut umumnya menyerang orang berusia 60-70 tahun.

Kasus baru kanker ginjal mengalami peningkatan paling tinggi pada orang Amerika Serikat berusia 25 – 29 tahun, dengan peningkatan jumlah kasus tahunan mencapai 6,23%. Sementara itu, multiple myeloma mengalami peningkatan kasus terbesar pada orang berusia 30-34 tahun. Ditemukan juga peningkatan jumlah kasus kanker pada usia muda tetapi tidak berhubungan dengan obesitas, yaitu kanker saluran pencernaan dan leukemia.

Obesitas, Endemik yang Menakutkan di Kalangan Millenial

Meskipun penelitian tidak secara spesifik mencari penyebab kenaikan kasus kanker pada anak muda, namun peneliti meyakini bahwa meningkatnya kasus kelebihan berat badan dan obesitas adalah salah satu faktor pemicunya.

Data Centers for Disease Control and Prevention (CDC) menunjukkan, antara tahun 1999 sampai 2016, tingkat obesitas di Amerika Serikat meningkat dari 13.9% menjadi 18.5% pada anak-anak dan remaja, dan dari 30.5% menjadi 39.6% pada orang dewasa. Namun, peningkatan obesitas tidak hanya terjadi di Amerika Serikat, namun juga di seluruh dunia, termasuk Indonesia. Menurut hasil Riskesdas 2018, tingkat obesitas pada orang dewasa di Indonesia saat ini adalah 21,8%, naik dari hanya 14.8% pada tahun 2013.

Data ini sesuai dengan berbagai penelitian sebelumnya yang menyatakan bahwa obesitas atau kelebihan berat badan dapat meningkatkan risiko beberapa jenis kanker. Penelitian terbaru tahun 2018 misalnya, Dikatakan bahwa kelebihan berat badan menjadi penyebab 60% kasus kanker endometrial, 36% kasus kanker empedu, 33% kasus kanker ginjal, 17% kasus kanker pankreas, dan 11% kasus multiple myeloma.

Sementara itu, untuk kanker saluran pencernaan dan leukemia, faktor risiko yang lebih kuat adalah penyakit autoimun, penggunaan antibiotik berlebihan, dan paparan karsinogen dari lingkungan.

Haruskah Kamu Diam Saja?

Tentu saja tidak! Meningkatnya kasus kanker dan belum ditemukannya penyebab penyakit ini harus menjadikan Kamu harus lebih waspada dan segera melakukan tindakan pencegahan. Meskipun tidak semua kanker bisa dicegah, Kamu tetap bisa menjauhkan diri dari faktor risikonya.

Langkah pertama, pertahankan berat badan ideal. Hasil penelitian di atas bisa menjadi dasar bagi Kamu untuk melakukan diet seimbang dan rajin beraktivitas fisik agar tercapai berat badan ideal. Kamu juga harus menjauhi rokok dan membatasi alkohol, dan dapat mengendalikan stres. Jangan lupa lakukan pemeriksaan keszehatan rutin atau deteksi dini kanker, terutama bagi yang berisiko! (sbc-02/gsc)

 




Tinggalkan Balasan

error: