Warning: Cannot modify header information - headers already sent by (output started at /home/starberi/public_html/index.php:8) in /home/starberi/public_html/wp-content/plugins/post-views-counter/includes/counter.php on line 246
Starberita.com | Cepat & Akurat – Rupiah Dekati Level Rp14.000 Karena Tertekan Dolar AS
Search
Sabtu 7 Desember 2019
  • :
  • :

Rupiah Dekati Level Rp14.000 Karena Tertekan Dolar AS

Starberita – Jakarta, Nilai tukar Rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) semakin tertekan pada pembukaan perdagangan hari ini. Rupiah mendekati Rp14.000 per USD.

Dilansir dari Bloomberg Dollar Index, Kamis (8/2/2019) pukul 09:16 WIB, Rupiah pada perdagangan spot exchange dibuka melemah 20 poin atau 0,14% ke level Rp13.992 per USD. Rupiah hari ini bergerak di kisaran Rp13.975 per USD – Rp13.997 per USD.

Sementara itu, YahooFinance mencatat Rupiah melemah 10 poin atau 0,07% ke Rp13.980 per USD. Dalam pantauan YahooFinance, Rupiah bergerak di kisaran Rp13.980 per USD – Rp13.980 per USD.

Seperti diberitakan Okezone, Kurs dolar Amerika Serikat (AS) menguat terhadap euro pada akhir perdagangan Kamis (Jumat pagi WIB), di tengah meningkatnya kekhawatiran tentang prospek pertumbuhan yang memburuk untuk kawasan zona euro, tetapi melemah terhadap safe-haven yen karena kekhawatiran baru atas ketegangan perdagangan antara Amerika Serikat dan China.

Komisi Eropa memangkas dengan tajam proyeksi pertumbuhan ekonomi zona euro tahun ini dan berikutnya, karena pihaknya memperkirakan negara-negara terbesar blok tersebut akan tertahan oleh ketegangan perdagangan global dan tantangan-tantangan domestik.

Euro 0,11% lebih rendah terhadap greenback, merupakan penurunan sesi keempat berturut-turut. Euro juga turun di awal sesi setelah produksi industri Jerman secara tak terduga jatuh pada Desember.

Ketegangan perdagangan global dan meningkatnya utang publik mempercepat perlambatan di negara-negara terbesar di blok itu, mempersulit rencana Bank Sentral Eropa (ECB) untuk menaikkan suku bunga tahun ini dan melemahkan mata uang tunggal.

“Laporan ini pada dasarnya hanya menguraikan apa yang sekarang diketahui oleh semua orang, bahwa ada perlambatan yang nyata,” kata Alfonso Esparza, analis mata uang senior di OANDA di Toronto. (sbc-03/okz)




Tinggalkan Balasan

error: