Warning: Cannot modify header information - headers already sent by (output started at /home/starberi/public_html/index.php:8) in /home/starberi/public_html/wp-content/plugins/post-views-counter/includes/counter.php on line 246
Starberita.com | Cepat & Akurat – Masyarakat Deli Serdang Keluhkan Lahan TPU, Drainase & Jalan
Search
Senin 20 Januari 2020
  • :
  • :

Masyarakat Deli Serdang Keluhkan Lahan TPU, Drainase & Jalan

Starberita – Medan, Masyarakat Kabupaten Deli Serdang mengeluhkan saluran drainase, infrastruktur jalan dan lahan perkuburan yang hingga saat ini belum terperhatikan oleh pemerintah.

Desa Bandar Setia warga nya meminta agar Pemkab Deli Serdang, di jalan terusan lain dendang dan seimbang rotan yang padat penduduk meminta Pemkab Deli Serdang untuk membenahi drainase

Seperti halnya di Perumahan Tanjung Meriam, Desa Deli Tua, Kecamatan Deli Tua sudah 22 tahun lamanya jalan di area perumahan tersebut belum tersentuh pembangunan/pengaspalan dan Sei Rotan Batang Kuis serta Desa Bandar Setia Kecamatan Percut Sei Tuan dan tepatnya di Jalan terusan Lau Dendang yang kondisi drainasenya tidak lancar.

Demikian dikatakan Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Sumatera Utara (Sumut) dari Fraksi Partai Persatuan Pembangunan (F-PPP), Jafaruddin Harahap S.Pd M.Si kepada wartawan di ruang kerjanya Jalan Imam Bonjol Medan, Rabu (23/1/2019) saat menjelaskan hasil temuan resesnya beberapa waktu lalu.

Menurut warga yang tinggal di perumahan tersebut, jelas Jafar, pengembang tidak membeton jalan yang ada dikomplek tersebut sehingga jika hujan turun jalan mennuju perumahan itu seperti kubangan.

“Warga yang mendiami perumahan Tanjung Meriam itu sebagian besar adalah warga pindahan dari jalan Sei Mati yang terkena gusur beberapa tahun lalu. Dan kondisi sangat miris, bagiamana bisa jalan yang selalu dilintasi oleh penduduk untuk beraktifitas, selama 22 tahun belum tersentu pengaspalan,” ketusnya.

Untuk itu, tegas Jafar, dirinya meminta agar Pemerintah Kabupaten Deli Serdang segera melakukan pengaspalan jalan yang ada di Perumahan Tanjung Meriam tersebut dan melakukan pengorekan drainase yang ada di Jalan Terusan Desa Bandar Setia dan Desa Sei Rotan, Batang Kuis.

Selain masalah infrastruktur jalan, lanjut Jafar, pada saat reses di Desa Skip Lubuk Pakam, warga mengeluhkan tidak adanya lahan untuk perkuburan dan saran olahraga. Lahan perkuburan yang selama ini sudah ada, tidak lagi bisa menampung jika ada warga yang meninggal dunia, sehingga harus bertimpa jika ingin dikuburkan.

Tidak hanya itu, warga juga merasa kesulitan jika ingin berolahraga dikarenakan tidak adanya lahan untuk dijadikan fasilitas olahraga bagi masyarakat. Padahal mereka sudah pernah meminta kepada PTPN II agar menghibahkan lahan milik negara itu kepada masyarakat untuk dijadikan lahan perkuburan, namun hingga saat ini belum ada tanggapan.

“Warga pernah meminta kepada PTPN II agar menghibahkan lahannya kepada masyarakat untuk dijadikan lahan perkuburan. Tidak tahu apa yang menjadi kendala, sampai saat ini perusahaan perkebunan milik negera itu belum juga merespon,” ungkapnya.

Untuk itu, lanjut Jafar, dirinya meminta kepada PTPN II agar menghibahkan lahannya kepada masyarakat Desa Skip Lubuk Pakam agar kesulitan akan lahan perkuburan dan fasilitas olahraga bisa terselesaikan.

“Harusnya PTPN II bisa menghibahkan lahan itu untuk kepentingan umum. Karena banyak lahan milik negera tersebut yang digunakan bahkan dibangun perumahan dan lain sebagainya yang bisa menghasilkan keuntungan oknum-oknum tertentu,” pungkasnya. (sbc-03)




Tinggalkan Balasan

error: