Warning: Cannot modify header information - headers already sent by (output started at /home/starberi/public_html/index.php:8) in /home/starberi/public_html/wp-content/plugins/post-views-counter/includes/counter.php on line 246
Starberita.com | Cepat & Akurat – Ihwan Ritonga: Pemecatan Ribuan Tenaga Honorer Jangan Jadi ‘Ajang’ OPD Cari Keuntungan
Search
Kamis 12 Desember 2019
  • :
  • :

Ihwan Ritonga: Pemecatan Ribuan Tenaga Honorer Jangan Jadi ‘Ajang’ OPD Cari Keuntungan

Starberita – Medan, Wakil Ketua DPRD Kota Medan, Ihwan Ritonga, meminta sekaligus mengingatkan pimpinan Organisasi Perangkat Daerah (OPD) di lingkungan Pemko Medan untuk tidak menjadikan pemecatan Pekerja Harian Lepas (PHL) atau honorer di lingkungan kerja OPD terkait menjadi “ajang” mencari keuntungan tersendiri.

“Sah-sah saja bila rencana pengurangan terhadap ribuan PHL itu untuk menghemat anggaran yang terkuras hingga Rp356  miliar lebih hanya untuk membayar gaji setiap tahun. Jangan nanti persoalan ini ditunggangi oleh Kepala OPD untuk mencari keuntungan dari rencana (perampingan, red) itu,” kata Ihwan Ritonga menjawab wartawan di DPRD Kota Medan perihal pemecatan ribuhan tenaga PHL di lingkungan Pemko Medan, Senin (14/1/2019).

Ihwan mengakui, banyak tenaga honorer yang mengeluhkan rencana itu kepada dirinya. “Begitu ada keluhan itu, saya langsung menghubungi Sekda, Wiriya Alrahman, mempertanyakan persoalan itu,” katanya.

Oleh Sekda, sebut Ihwan, ada dugaan perekrutan ribuan PHL yang bekerja di sejumlah OPD di lingkungan Pemko Medan tidak sesuai dengan peruntukannya. “Bahkan, di sebuah dinas ada nama tenaga honorernya, tapi enggak pernah tahu dimana orangnya,” sebut Ihwan menirukan ucapan Sekda.

Karenanya, sambung Ihwan, setiap pimpinan OPD diminta untuk melakukan assesmen guna mengetahui benar atau tidaknya keberadaan tenaga honorer itu.

“Kepada saya Sekda berjanji jika dari tenaga honorer yang mengikuti assesmen itu betul ada orangnya, maa itu layak dipertahankan,” katanya.

Begitupun, lanjut Ihwan, bilamana rencana pemecatan itu untuk menghemat anggaran dan mengurangi beban APBD dari jumlah PHL yang tidak ‘jelas’ perekrutannya, Ihwan, mengaku mendukung kebijakan itu.

“Tapi, sekali lagi pihaknya mengingatkan agar pengurangan terhadap tenaga honorer itu tidak dimanfaatkan oleh OPD untuk mencari keuntungan,” ujarnya.

Rencana Pemerintah Kota (Pemko) Medan untuk melakukan pemecatan terhadap ribuan tenaga honorer mendapat tanggapan dari Wakil Ketua DPRD Medan,Ihwan Ritonga.

Berbicara kepada wartawan usai rapat Badan Musyawarah (Bamus) di gedung DPRD Medan, Senin 14 Januari 2019, politisi Gerindra DPRD Medan ‘mewanti-wanti’ agar rencana perampingan terhadap ribuan tenaga honorer tersebut dijadikan ‘ajang’ oleh Kepala Organisasi Perangkat Daerah  (OPD) untuk mencari ‘keuntungan’ dari perampingan tersebut.

Diketahui, Pemko Medan akan melakukan pemecatan terhadap ribuan tenaga honorer. Alasannya, gaji untuk para tenaga honorer tersebut dianggap telah membebani APBD Kota Medan.

Tercatat ada 11.875 pekerja harian lepas (PHL) di lingkungan Pemko Medan pada 2018. Dengan jumlah tersebut, APBD yang terkuras hingga Rp356  miliar lebih setiap tahun hanya untuk membayar gaji.

Untuk menghemat anggaran, ribuan PHL yang perekrutannya tidak sesuai dengan peruntukan dipecat atau dirumahkan.

Sekretaris Daerah Kota Medan, Wirya Alrahman, mengungkapkan setiap kepala dinas atau pimpinan organisasi perangkat daerah (OPD) diminta melakukan assesmen.

“Kepala dinas itu jangan suka hati mengontrak orang saja, harus sesuai aturan juga. Jangan sesuka hati menggunakan uang rakyat. PHL yang diangkat itu harus jelas kerjanya,” ujar Wirya kepada wartawan, Sabtu (12/1/2019).

Ia mengakui, selama ini tidak sedikit PHL yang direkrut, namun kerjanya tidak sesuai, yakni hanya absen dan menerima gaji.

“Inilah yang mau ditertibkan. Pengangkatan sesuai peruntukannya, sehingga uang rakyat tersebut digunakan sesuai arahnya. Jadi, tidak semua PHL itu dirumahkan. Supir truk sampah, petugas melati tetap dikerjakan. Kalau dirumahkan, siapa yang menangani ini. Kedepannya, tidak boleh lagi asal kontrak,” ucapnya. (sbc-02)

 




Tinggalkan Balasan

error: