Search
Minggu 24 Maret 2019
  • :
  • :

Awas, Berat Badan Berlebih Jadi Penyebab Utama Nyeri Sendi

Starberita – Jakarta, Nyeri merupakan sebuah sinyal yang disampaikan dari sistim saraf, bahwa ada yang tidak beres atau salah dengan tubuh Anda.

Bisa disebabkan oleh karena trauma seperti tusukan, sengatan, luka bakar, atau bahkan muncul dalam bentuk kesemutan atau ketidaknyamanan lainnya. Nyeri yang hadir bisa tajam atau sangat sakit atau hanya sebuah nyeri biasa atau tumpul.

“Kondisi ini dapat datang dan pergi kapan saja, dapat juga menetap dalam beberapa lama. Nyeri dapat muncul hanya pada salah satu bagian tubuh saja seperti di daerah punggung, perut, dada, pinggang, dan dapat juga terjadi di seluruh tubuh,” jelas dr. Mahdian Nur Nasution SpBS, Pakar Nyeri dari Klinik Nyeri dan Tulang Belakang Jakarta, dalam Kegiatan Bakti Sosial PT Waskita Karya (Persero) Tbk di RS. Meilia Cibubur.

Dalam dunia medis, rasa nyeri terbagi menjadi dua, yaitu; nyeri kronik dan nyeri akut. Nyeri akut umumnya datang secara tiba-tiba, hal ini bisa karena adanya penyakit tertentu, cidera, atau peradangan. Pada kondisi nyeri akut, dokter akan lebih untuk melakukan diagnosis dan juga terapinya.

Meski demikian nyeri akut, bisa hilang atau malah berubah menjadi nyeri kronis. Sedangkan yang dimaksud dengan nyeri kronik adalah nyeri yang berlangsung lama lebih dari 3 bulan dan mengakibatkan berkurangnya aktivitas.

Perawatan nyeri sangat bergantung pada penyebab dan jenis rasa sakit yang di alami pasien. Beberapa modalitas terapi nyeri diantaranya obat-obatan, akupuntur, operasi dan yang saat ini sedang banyak dilakukan adalah radiofrekuensi ablasi, sebagai salah satu teknologi minimally invasive untuk mengatasi nyeri kronik.

Tak dipungkiri, nyeri sendi memang lebih banyak terjadi di usia tua. Namun, tidak sedikit kaum muda mengalami nyeri sendi karena faktor gaya hidup.

“Penyebab terjadinya nyeri di usia muda karena gaya hidup tidak sehat. Malas olahraga ataupun aktivitas yang berlebihan, hingga pemicu utama juga karena berat badan yang berlebihan,” ujar dr. Maridi Kartasasmita, SpB selaku Direktur RS. Meilia Cibubur.

Masih tingginya masalah kesehatan saat ini, menjadi perhatian bagi banyak pihak salah satunya PT Waskita Karya (Persero) Tbk sebagai salah satu BUMN terkemuka di Indonesia yang terpanggil melakukan kegiatan Corporate Social Responsibility (CSR) dalam bidang kesehatan di 5 Kota (Surabaya, Bandung, Tegal, Lombok dan Jakarta) dengan target peserta sebanyak 2500 orang.

Layanan kesehatan gratis yang diberikan berupa sunatan massal, pap smear dan USG mamografi, katarak, dan pengobatan umum serta nyeri.

“Meski saat ini sudah ada jaminan kesehatan nasional (JKN) dari pemerintah, tidak semua layanan kesehatan ter-cover didalamnya seperti praktek sirkumsisi. Sebagai salah satu upaya preventive yang dapat membantu hygiene penis, dan mencegah beberapa penyekit menular seksual,” ujar Poppy Sukmawati, Manager Humas PT Waskita Karya (Persero) Tbk. (sbc-02/auc)

 




Tinggalkan Balasan

error: