Search
Selasa 22 Januari 2019
  • :
  • :

Rongga Mulut Anda Sering Terasa Kering, Ini Sebabnya

Starberita – Jakarta, Rongga mulut yang terasa kering atau dalam dunia medis disebut dengan xerostomia merupakan suatu kondisi dimana kelenjar ludah di mulut tidak dapat menghasilkan air liur yang cukup untuk menjaga mulut Anda agar tetap basah.

Manfaat air liur bagi kesehatan mulut

Air liur pada dasarnya berfungsi untuk membantu mencegah kerusakan gigi dengan menetralkan asam yang dihasilkan oleh bakteri, membatasi pertumbuhan bakteri dan membersihkan partikel makanan.

Selain itu, air liur juga dapat meningkatkan kemampuan Anda untuk mencicipi suatu makanan atau minuman dan membuatnya lebih mudah untuk dikunyah dan ditelan. Uniknya lagi, enzim yang terdapat pada air liur juga membantu Anda dalam proses pencernaan.

Jika produksi air liur berkurang, maka rongga mulut menjadi terasa kering, sehingga akan menyebabkan munculnya gangguan yang nantinya dapat berdampak buruk pada kesehatan umum dan juga kesehatan mulut.

Tanda-tanda yang dapat dirasakan jika Anda tidak dapat menghasilkan air liur yang cukup adalah munculnya bau mulut, infeksi pada permukaan lidah, pipi dan gusi, kesulitan dalam mengunyah dan menelan makanan, tenggorokan yang terasa kering dan sakit serta penurunan pada indera perasa.

Selain perihal air liur, masih banyak penyebab mulut kering yang perlu anda ketahui, agar Anda dapat lebih waspada dan berhati-hati.

Penyebab rongga mulut kering

Mulut kering memang kerap terjadi ketika kelenjar ludah di mulut tidak memproduksi air liur yang cukup untuk menjaga mulut agar tetap basah. Namun, perlu Anda ketahui bahwa kelenjar ini mungkin tidak berfungsi disebabkan oleh beberapa hal di bawah ini:

1.    Pengaruh obat-obatan

Sejumlah obat dapat memiliki efek samping seperti membuat mulut kering. Contohnya adalah beberapa obat yang biasa digunakan untuk mengatasi depresi, tekanan darah tinggi dan juga kecemasan. Selain itu, beberapa obat antihistamin, dekongestan dan obat pereda rasa nyeri juga dapat menghasilkan efek samping yang sama.

2.    Kemoterapi

Obat yang diberikan saat kemoterapi dapat mengubah sifat air liur dan jumlah yang dihasilkan. Sebab, perawatan radiasi pada kepala dan leher dapat merusak kelenjar air liur, sehingga dapat menurunkan produksi air liur.

Hal ini mungkin akan terjadi hanya sementara waktu hingga perawatan selesai. Tetapi kondisi ini juga bisa menjadi permanen, tergantung pada dosis radiasi yang diberikan.

3.    Perubahan hormon

Tidak sedikit orang tua yang mengalami mulut kering seiring bertambahnya usia dan perubahan hormon. Keadaan ini biasanya dipicu oleh penggunaan obat-obatan, nutrisi yang kurang cukup dan juga adanya penyakit yang diderita.

4.    Kebiasaan buruk

Hati-hati, sering mengonsumsi alkohol dan merokok atau mengunyah tembakau dapat meningkatkan gejala mulut kering.

Tidak hanya itu, bernapas dengan mulut terbuka juga merupakan salah satu kebiasaan buruk yang dapat menyebabkan mulut kering Bila hal ini dibiarkan terus-menerus, akan muncul bau mulut yang kemudian dapat mengganggu kesehatan gigi dan mulut Anda.

5.    Adanya suatu penyakit tertentu

Penyakit tertentu dapat memberikan efek samping berupa rongga mulut yang kering. Contohnya adalah penyakit diabetes, stroke, infeksi jamur yang terdapat pada rongga mulut atau penyakit autoimun seperti sjogren syndrome, dimana sistem kekebalan tubuh menyerang kelenjar air liur.

Dalam kebanyakan kasus, mulut yang kering hanya berlangsung sementara dan dapat diobati. Anda dapat mencegahnya dengan beberapa cara, seperti memperbanyak minum air putih serta mengunyah permen karet tanpa pemanis buatan yang berguna untuk merangsang aliran air liur.

Cara lainnya, Anda juga dapat mengandalkan penggunaan obat kumur bebas alkohol serta menghindari kebiasaan-kebiasan buruk seperti yang telah dijelaskan di atas.

Hal terpenting yang perlu dilakukan jika rongga mulut Anda kering akibat penurunan produksi air liur, jagalah kesehatan gigi dan mulut. Jangan sampai mulut yang kering merusak gigi Anda. Bila diperlukan, Anda dapat berkonsultasi dengan dokter gigi untuk mendapatkan penanganan yang tepat. (sbc-02/kdc)

 

 




Tinggalkan Balasan

error: