Search
Kamis 21 Maret 2019
  • :
  • :

Benarkah Alergi Bisa Akibatkan Badan Lemas?

Starberita – Jakarta, Alergi merupakan gangguan kesehatan berupa kelainan sistem imun. Kondisi ini ditandai dengan adanya reaksi sistem imun yang berlebihan saat terpapar zat tertentu dari luar tubuh yang sebenarnya bukan zat yang berbahaya. Reaksi tubuh terhadap alergi pun bermacam-macam, mulai dari batuk, bersin, iritasi kulit, meler, gatal-gatal. Nah, apakah badan lemas termasuk salah satunya?

Menjawab pertanyaan diatas, ya, alergi bisa sebabkan seseorang menjadi lemas. Kebanyakan orang-orang yang mengalami hidung tersumbat dan kepala terasa berat akibat alergi tidurnya akan terganggu. Reaksi alergi juga bisa melepaskan kimia yang membuat penderita merasa lelah.

Senyawa kimia tersebut sebenarnya membantu melawan alergi, tapi juga menyebabkan pembengkakan jaringan hidung yang bisa bikin gejala memburuk. Kurang tidur dan hidung tersumbat terus-terusan dapat membuat badan menjadi lemas.

Singkatnya, dikatakan oleh dr. Fiona Amelia, MPH, rinitis alergi merupakan penyebab badan lemas yang kerap ditemui. Rinitis ditandai dengan bersin-bersin pada pagi hari.

“Alergi atau intoleransi terhadap makanan tertentu juga bisa ditandai dengan badan lemas. Mulai sekarang, coba perhatikan apakah rasa lemas yang Anda rasakan didahului oleh konsumsi makanan tertentu,” tambah dr. Fiona.

Beberapa ahli menyebut, badan lemas yang diakibatkan alergi sebagai brain fog, yang menggambarkan kondisi sulit konsentrasi, tidak fokus, atau perhatian mudah teralihkan. Ini tentunya dapat mengganggu aktivitas harian.

Mencegah badan lemas akibat alergi

Jika Anda pernah atau sering mengalami brain fog, ada beberapa cara untuk mengurangi atau mengatasinya. Pertama-tama, Anda harus menghentikan siklus gejala alergi dan kelelahan. Anda bisa mencoba:

1.    Menemukan pemicu alergi

Mengetahui pemicu alergi sehingga Anda bisa menghindarinya, merupakan langkah awal untuk bisa mencegah gejala alergi muncul. Jika sampai detik ini Anda masih tak tahu apa pemicu alergi Anda, kunjungi dokter spesialis alergi. Nantinya akan dilakukan tes untuk mengetahui apa yang memunculkan gejala alergi Anda.

Menurut dr. Karin Wiradarma, umumnya, tes alergi berupa:

o    Uji cukit kulit

Ekstrak berbagai alergen yang telah dilarutkan dicukitkan sedikit ke kulit. Ekstrak tersebut dapat berupa ekstrak tungau debu rumah, serbuk sari bunga, bulu hewan, lateks, dan ekstrak berbagai jenis makanan.“Uji cukit kulit ini dikatakan positif apabila terbentuk bentol dengan diameter lebih besar dari 2 mm. Meskipun telah mendapatkan hasil positif, temuan tersebut harus dicocokkan kembali dengan keadaan pasien, apakah memang hasil tersebut relevan atau tidak. Karena bisa saja terjadi hasil positif palsu,” jelas dr. Karin.

o    Tes darah

Jika Anda memiliki alergi, akan terkandung sel-sel tertentu dalam darah yang menunjukkan bahwa Anda sensitif terhadap alergen tertentu. Dikatakan oleh dr. Karin, pemeriksaan ini merupakan alternatif jika uji cukit tidak memungkinkan. Misalnya terdapat kelainan kulit yang luas pada area pemeriksaan, atau seseorang tak bisa lepas dari obat alergi karena penyakitnya terlalu berat.

o    Tes fisik

Ada banyak tanda fisik terjadinya alergi, mulai dari iritasi kulit, hingga masalah hidung dan pernapasan. Ini dapat membantu diagnosis dokter mengenai penyebab alergi Anda.

2.    Batasi paparan terhadap alergen

Jika sudah mengetahui pemicu alergi, sebisa mungkin hindari. Misalnya, jika Anda alergi dingin, hindari paparan segala sesuatu yang bersifat dingin. Sedia jaket, khususnya jika Anda akan menghabiskan waktu di tempat atau ruangan yang dingin. Selain itu, hindari konsumsi air es atau air dingin terlalu banyak. Ada kadar yang masih memungkinkan bagi Anda untuk tetap bisa mengonsumsi minuman dingin atau es batu.

3.    Konsumsi obat alergi

Ada banyak jenis obat alergi yang dijual bebas tanpa resep dokter. Beberapa menargetkan alergi spesifik, sementara sebagian lainnya lebih general.

“Obat alergi ada dua macam, yaitu antihistamin seperti yang mengandung CTM, difenhidramin, cetirizine, dan loratadine, serta golongan steroid seperti dexametasone atau metilprenisolon,” ungkap dr. Fiona.

Untuk menghindari badan lemas akibat alergi, antihistamin kerap diandalkan. Obat ini dapat meredakan pembengkakan, yang secara sementara mengurangi gejala alergi. Satu-satunya cara untuk mengurangi gejala alergi sepenuhnya adalah dengan menghindari alergen.

Ketahui juga bahwa beberapa antihistamin bisa sebabkan kelelahan. Jadi, jika Anda akan mengonsumsi antihistamin saat hari masih sibuk, pastikan obat yang Anda konsumsi punya label “nondrowsy” alias tidak menyebabkan kantuk. Jika alergi kambuh pada malam hari, dianjurkan untuk mengonsumsi antihistamin yang bisa sebabkan kantuk, sehingga bisa membantu Anda tidur.

4.    Neti pot

Beberapa orang dengan alergi dapat mengurangi gejala dengan penggunaan neti pot, yaitu wadah yang dirancang untuk membilas kotoran atau lendir dari rongga hidung. Umumnya, wadah diisi cairan saline yang dituangkan melalui satu lubang hidung. Cairan ini dapat membantu membersihkan saluran hidung dan mengurangi pembengkakan akibat alergi. Ini dapat mengurangi badan lemas.

Alergi bisa sebabkan bersin, gatal, hidung meler, batuk, dan gejala tak enak lainnya termasuk badan lemas. Badan lemas karena alergi bisa membuat penderitanya sulit tidur pada malam hari, sehingga badan lemaslah yang didapat keesokan harinya. Kabar baiknya, badan lemas akibat alergi bisa dicegah dengan mengetahui pemicu alergi, selanjutnya sebisa mungkin menghindarinya. Selanjutnya, Anda bisa berkonsultasi dengan dokter mengenai obat-obatan alergi yang sesuai dengan kebutuhan dan kondisi Anda. (sbc-02/kdc)

 




Tinggalkan Balasan

error: