Warning: Cannot modify header information - headers already sent by (output started at /home/starberi/public_html/index.php:8) in /home/starberi/public_html/wp-content/plugins/post-views-counter/includes/counter.php on line 246
Starberita.com | Cepat & Akurat – Apa Saja Gejala & Bagaimana Cara Mengatasi Vertigo?
Search
Selasa 17 September 2019
  • :
  • :

Apa Saja Gejala & Bagaimana Cara Mengatasi Vertigo?

Starberita – Jakarta, Geng Sehat pernah enggak sih kalian merasa pusing sampai-sampai lingkungan sekitar terasa seperti berputar? Jika pernah, bisa jadi kondisi tersebut adalah salah satu gejala vertigo, Gengs. Wah, kira-kira apa sih sebenarnya vertigo itu? Lalu apa saja gejala lain dari vertigo ini dan bagaimana cara mengatasinya? Yuk, simak selengkapnya berikut ini!

Apa itu vertigo?

Sebelum mengetahui gejala apa saja yang timbul saat vertigo dan cara mengatasinya, kita harus mengetahui dulu nih Gengs, apa sih itu vertigo? Perlu diketahui, vertigo bukanlah nama sebuah penyakit melainkan kumpulan gejala yang bisa muncul secara tiba-tiba atau berlangsung dalam jangka waktu tertentu di satu waktu.

Salah satu gejala paling umum vertigo adalah perasaan jika seolah-olah lingkungan di sekitarnya terasa berputar atau melayang. Kondisi vertigo ini bisa membuat penderitanya kehilangan keseimbangan sehingga mereka akan sulit untuk sekadar berdiri atau bahkan berjalan. 

Apa saja gejala vertigo?

Salah satu gejala paling umum yang timbul saat seseorang mengalami vertigo adalah rasa pusing, munculnya sensasi kepala berputar dan kehilangan keseimbangan. Namun, seperti dikatakan sebelumnya bahwa vertigo merupakan sekumpulan gejala yang terjadi secara tiba-tiba, jadi masih ada beberapa gejala lain yang meyertai.

Beberapa gejala lainnya seperti sensasi mual dan ingin muntah, mengeluarkan keringat berlebih, sakit kepala, telinga berdenging (tinnitus), merasa ingin jatuh, bahkan ada pula yang mengalami nistagmus (gerakan mata yang tidak normal). Gejala-gejala vertigo ini biasanya akan hilang dan timbul selama beberapa menit, jam, bahkan hari.

Faktor risiko vertigo

Ada beberapa faktor yang dapat memicu terjadinya vertigo, mulai dari migrain, penyakit meniere, hingga BPPV atau Benign Paroxysmal Positional Vertigo. Penyakit BPPV inilah yang paling sering memicu terjadinya vertigo. BPPV muncul karena adanya kelainan pada telinga bagian dalam, tepatnya pada sistem vestibularis.

BPPV terjadi saat material kalsium karbonat masuk ke salah satu bagian telinga bagian dalam dan menggumpal. Padahal, telinga bagian dalam ini memiliki fungsi untuk mengirimkan sinyal ke otak mengenai gerakan kepala dan tubuh terhadap gravitasi dan menjaga keseimbangan. BPPV bisa dipicu oleh beberapa hal seperti perubahan posisi kepala secara tiba-tiba, adanya riwayat cedera kepala, dan usia.

Selain itu, penyakit meniere juga merupakan penyebab umum terjadinya vertigo. Penyakit ini terjadi akibat adanya gangguan pada telinga bagian dalam akibat penumpukan cairan dan perubahan tekanan. Penyakit inilah yang sering menimbulkan gejala tinnitus saat terjadinya vertigo. 

Bagaimana cara mengatasi vertigo?

Vertigo tentu sangat menyiksa karena mengganggu akivitas sehari-hari. Penderitanya sulit untuk sekadar berdiri atau bergerak atau bahkan untuk sekadar berdiri. Meski begitu, kebanyakan kasus vertigo sebenarnya akan membaik dengan sendirinya seiring waktu tanpa harus melakukan pengobatan asalkan penderita beristirahat. Ini karena otak mampu beradaptasi pada perubahan telinga bagian dalam sebagai upaya menjaga keseimbangan tubuh.

Nah, tapi jika memang sudah terasa sangat menggangu, berikut ada beberapa cara yang bisa dilakukan untuk mengatasi vertigo:

– Apabila vertigo disebabkan oleh BPPV, maka penderita bisa melakukan gerakan manuver atau menggerakkan kepala sederhana. Gerakan ini bertujuan untuk mengeluarkan endapan kalsium agar dapat diserap oleh tubuh. Konsultasikan pada dokter atau tenaga ahli mengenai gerakan ini.

– Apabila vertigo disebabkan oleh penyakit meniere, maka ada beberapa hal yang bisa dilakukan untuk mengatasinya, mulai dari membatasi konsumsi garam dan diuretik, menghindari kafein, cokelat, alkohol, melakukan fisioterapi, serta akupuntur dan akupresur.

– Untuk meringankan gejala vertigo seperti sakit kepala dan mual, dokter biasanya akan merekomendasikan penggunaan obat seperti meclizine, promethazine, diphenhydramine, dimenhydrinate, dan lorazepam. Selain itu, dokter mungkin juga akan memeprtimbangkan pemberian obat antibiotik dan steroid untuk mengurangi pembengkakan dan penyembuhan infeksi.

– Terapi rehabilitasi vestibular (VRT) dilakukan jika keluhan yang dialami adalah pusing dan kesulitan menjaga keseimbangan tubuh.

– Melakukan operasi apabila vertigo disebabkan oleh kondisi lebih serius seperti tumor atau cedera pada otak dan leher.

Meski sebenarnya dapat membaik seiring waktu, namun gejala vertigo ini tidak bisa disepelekan begitu saja, Gengs. Segera konsultasikan pada dokter mengenai cara mengatasinya, terlebih jika gejala vertigo tidak membaik dalam waktu yang lama dan sudah sangat mengganggu aktivitas Kamu. (sbc-02/gsc)

 




Tinggalkan Balasan

error: