Warning: Cannot modify header information - headers already sent by (output started at /home/starberi/public_html/index.php:8) in /home/starberi/public_html/wp-content/plugins/post-views-counter/includes/counter.php on line 246
Starberita.com | Cepat & Akurat – Hati-hati, Penyakit Radang Panggul Ganggu Kesuburan Wanita
Search
Kamis 24 Oktober 2019
  • :
  • :

Hati-hati, Penyakit Radang Panggul Ganggu Kesuburan Wanita

Starberita – Jakarta, Kesehatan organ wanita menjadi salah satu faktor penentu kesuburan seorang wanita. Infeksi pada organ kewanitaan khususnya di daerah panggul menjadi salah satu penyebab paling sering wanita sulit mendapatkan keturunan. Di Indonesia sendiri, setiap tahunnya ditemukan 850.000 kasus baru penyakit radang panggul yang menyerang di usia produktif dan terus meningkat setiap tahunnya.

Seluk beluk penyakit radang panggul

Penyakit radang panggul adalah infeksi yang terjadi pada organ kewanitaan. Organ pada area kewanitaan sebenarnya tidak hanya sebatas pada vagina saja, melainkan juga ke daerah lain seperti serviks, uterus (rahim), ovarium (indung telur) dan tuba falopi (saluran yang menghubungkan indung telur dan rahim).

Penyakit radang panggul disebabkan oleh infeksi gonore (gonorrhea)dan chlamydia yang ditularkan lewat hubungan seksual. Pada wanita yang terinfeksi kedua penyakit tersebut bisa saja tidak memunculkan gejala pada awalnya, namun beberapa minggu kemudian dapat berkembang menjadi penyakit radang panggul.

Selain gonore dan chlamydiabacterial vaginosis juga dapat menyebabkan penyakit radang panggul. Kondisi ini disebabkan oleh ketidakseimbangan flora normal di organ kewanitaan.

Penyakit radang panggul umumnya menyerang seseorang yang sudah aktif berhubungan seksual, dan biasanya terjadi pada wanita muda usia 16-25 tahun. Selain itu, wanita yang sering mengalami penyakit menular seksual (baik infeksi gonore maupun chlamydia) dan sering berganti-ganti pasangan seksual memiliki risiko tinggi untuk terkena penyakit radang panggul.

Riwayat penyakit radang panggul sebelumnya, pemasangan alat kontrasepsi dalam rahim (AKDR/IUD), dan paska operasi pada organ genital seperti dilatasi dan kuretase, juga meningkatkan kemungkinan seorang wanita untuk mengalami peradangan panggul.

Kenali gejala dari penyakit radang panggul

Penyakit radang panggul tidak langsung menunjukkan gejala di awal dan dapat dikatakan diam-diam bertambah parah apabila tidak disadari. Mungkin bisa saja yang muncul sebagai tanda awal adalah keputihan yang semakin banyak. Tetapi perlu diperhatikan juga apakah ada perubahan dibandingkan keputihan biasanya seperti konsistensinya, bau, maupun ada darah yang menyertai.

Beberapa tanda dan gejala yang dapat Anda waspadai antara lain adalah :

  • Keputihan yang berbau
  • Menstruasi lebih panjang dibandingkan biasanya
  • Nyeri pada perut bawah
  • Nyeri di daerah punggung bawah
  • Demam, mengggil
  • Nyeri saat berkemih
  • Nyeri saat berhubungan seksual
  • Terkadang disertai dengan mual dan muntah.

Lakukan ini jika terkena penyakit radang panggul

Jika Anda sudah didiagnosis terkena penyakit radang panggul, jangan berputus asa. Penyakit radang panggul dapat diobati dengan menggunakan antibiotik baik dengan oral maupun suntikan. Seorang wanita yang mengalami penyakit radang panggul ini dapat berobat jalan atau perlu dirawat inap, tergantung dengan kondisi masing-masing penderita.

Tindakan operasi juga dapat dilakukan apabila ditemukan adanya abses atau kumpulan nanah di sekitar saluran indung telur. Selain itu, pemeriksaan terhadap pasangan juga perlu dilakukan untuk mencegah terjadinya kembali infeksi sekaligus mengobati infeksi penyakit menular seksual yang dialami.

Waspada  komplikasi penyakit radang panggul

Banyak wanita yang tidak menyadari bahwa ia sudah terkena penyakit radang panggul karena gejala awal yang tidak begitu jelas sehingga banyak orang yang terlambat menjalani pengobatan. Keterlambatan pengobatan maupun pengobatan yang tidak adekuat dapat menyebabkan beberapa komplikasi.

Beberapa komplikasi yang muncul akibat penyakit radang panggul antara lain :

·         Masalah kesuburan

Dari 10 wanita yang mengalami penyakit radang panggul 1 diantaranya, mengalami masalah kesuburan. Hal ini disebabkan oleh adanya scarring atau jaringan parut (bekas luka) yang disebabkan oleh peradangan di daerah saluran tuba falopi. Jaringan parut ini akan menyebabkan sumbatan di saluran tuba dan mencegah telur untuk dibuahi.

·         Kehamilan ektopik

Kehamilan ektopik disebut juga dengan kehamila di luar kandungan. Karena adanya jaringan parut pada saluran tuba yang menghalangi sel telur yang dibuahi berpindah ke uterus (rahim), maka dapat menyebabkan janin berkembang di saluran tuba atau di luar rahim. Saluran tuba tersebut dapat ruptur atau patah sewaktu-waktu yang dapat menyebabkan perdarahan di daerah perut dan panggul sehingga mengancam nyawa wanita tersebut.

·         Nyeri panggul kronik

Karena adanya jaringan parut yang tertinggal, penyakit radang panggul ini dapat menyebabkan nyeri di sekitar panggul yang dapat berlangsung lama.

Tindakan untuk mencegah penyakit radang panggul

Penyakit radang panggul sebenarnya dapat dicegah. Oleh karena penyakit ini ditularkan melalui hubungan seksual, sebisa mungkin Anda tidak berganti-ganti pasangan seksual. Selain itu, selalu gunakan kondom untuk mencegah penularan penyakit menular seksual. Apabila sedang masa pemulihan setelah melahirkan atau pasca dilatasi dan kuretase, lebih baik memulai berhubungan seksual 4 minggu setelahnya untuk mencegah infeksi terjadi.

Selain itu jangan lupa untuk selalu mengganti AKDR sesuai dengan masa berlakunya karena dapat meningkatkan risiko penyakit radang panggul.  Tidak ada salahnya juga untuk mengajak pasangan memeriksakan diri ke dokter untuk melihat kesehatan organ kelamin sehingga penyakit menular seksual dapat terhindarkan.

Demikian mengenai penyakit radang panggul yang dapat memengaruhi kesuburan seorang wanita. Diperlukan kewaspadaan dan perhatian lebih dalam terhadap kesehatan organ kewanitaan agar terhindar dari infeksi ini. Apabila Anda merasakan ada yang tidak beres dengan masalah keputihan atau siklus menstruasi, segera periksakan diri ke dokter spesialis kebidanan dan kandungan untuk mendapatkan pengobatan sedini mungkin. (sbc-02/kdc)

 

 




Tinggalkan Balasan

error: