Warning: Cannot modify header information - headers already sent by (output started at /home/starberi/public_html/index.php:8) in /home/starberi/public_html/wp-content/plugins/post-views-counter/includes/counter.php on line 246
Starberita.com | Cepat & Akurat – Tahu Kerabat Dekat Terkena HIV/AIDS, Lakukan 5 Pendekatan Ini
Search
Jumat 23 Agustus 2019
  • :
  • :

Tahu Kerabat Dekat Terkena HIV/AIDS, Lakukan 5 Pendekatan Ini

Starberita – Jakarta, Akibat kurangnya informasi dan edukasi, masih banyak orang yang memiliki stigma negatif bahkan melakukan diskriminasi terhadap pengidap AIDS atau ODHA. Padahal, ada banyak persepsi yang salah tentang ODHA dan penyakitnya.

Pada dasarnya, ODHA berhak memiliki hidup normal sama seperti kita. Diterima di masyarakat, tidak dikucilkan, berteman dengan siapa saja, dan lain-lain.

Pastinya, ODHA sangat membutuhkan dukungan emosional dari orang-orang di sekitarnya, apalagi dari keluarga. Inez Kristanti, M. Psi, seorang psikolog klinis, membeberkan hal-hal yang harus dilakukan untuk mendukung anggota keluarga Anda yang mengidap AIDS.

Mendapat informasi yang benar

“Pertama kita harus lihat kondisi keluarganya, sudah mumpuni atau tidak. Kalau misalkan keluarganya masih mendapat infromasi yang salah dan masih ada stigma, tentu saja akan menjadi pengalaman yang tidak menyenangkan bagi ODHA saat membuka statusnya pada keluarga. Jadi yang perlu kita edukasi pertama kali adalah keluarganya dulu. Memang biasanya penanganan yang dilakukan psikolog bukan cuma ke ODHA-nya saja, tapi juga ke keluarganya ODHA,” ungkap Inez.

Menurutnya, keluarga harus mendapatkan informasi mengenai AIDS yang benar terlebih dahulu sebelum bisa memberikan support kepada ODHA.

Jangan kepo

Sebagai orang yang paling dekat, pasti ada rasa penasaran dan khawatir terhadap ODHA. Banyak hal yang mungkin ingin Anda tanyakan sebagai keluarga, seperti ‘bagaimana kamu bisa terjangkit penyakit ini?’, ‘siapa yang menularkan penyakit ini?’, atau ‘apa yang kamu lakukan sehingga bisa terkena AIDS?’.

Tapi, hal itu justru akan membuat ODHA semakin tertekan. Jadi, jangan paksa ODHA untuk menceritakannya, bahkan jika perlu, jangan menanyakannya sama sekali.

Menjalin komunikasi terbuka

Setelah keluarga berhasil mendapat informasi yang benar, diharapkan keluarga mau menjalin komunikasi terbuka agar ODHA bisa sepenuhnya percaya terhadap keluarganya.

Menurut Inez, reaksi tiap keluarga memang berbeda-beda, tergantung kasus yang terjadi. Beberapa keluarga bahkan ada yang benar-benar menerima kondisi ODHA dan mendukung sepenuhnya.

Mencari bantuan psikolog

Apabila sebagai keluarga Anda sudah mendukung dan melakukan yang terbaik, mungkin sudah seharusnya Anda mencari bantuan konselor. Terkadang, ada kasus di mana walau pun keluarga sudah menerima kondisi ODHA, tapi si penderita sendiri yang belum bisa menerima kondisinya.

“Setelah ODHA mengetahui kondisinya, akan ada proses grieving. Rasa sedih, tidak terima, itu wajar. Di situlah biasanya peran psikolog masuk, yaitu untuk membantu ODHA memutuskan jalan yang terbaik untuk hidupnya,” ungkap Inez yang juga merupakan Social Media Influencer ini.

Jangan paksa ODHA

Solusi terbaik untuk mengatasi penyakit AIDS adalah dengan rutin meminum antiretroviral (ARV). Namun, untuk membuat seorang ODHA rutin mengonsumsi obat ini tidaklah mudah karena membutuhkan komitmen yang kuat.

“Di awal-awal mungkin akan ada penolakan, belum tentu ODHA mau langsung minum ARV. Kalau dia belum bisa benar-benar menerima kondisinya tapi kita paksa minum ARV, nantinya dia malah tidak rutin minum obatnya. Nah, ini kan malah jadi resistensi nanti,” ujar Inez. (sbc-02/okz)

 

 




Tinggalkan Balasan

error: