Warning: Cannot modify header information - headers already sent by (output started at /home/starberi/public_html/index.php:8) in /home/starberi/public_html/wp-content/plugins/post-views-counter/includes/counter.php on line 246
Starberita.com | Cepat & Akurat – Berapakah Kadar Gula Darah Normal bagi Lansia?
Search
Jumat 6 Desember 2019
  • :
  • :

Berapakah Kadar Gula Darah Normal bagi Lansia?

Starberita – Jakarta, Menjaga kadar gula darah agar tetap berada dalam batas normal adalah tujuan utama yang selalu hendak dicapai oleh para penderita diabetes. Hal ini dilakukan demi mencegah terjadinya perburukan kondisi dan mencegah munculnya berbagai komplikasi. Sifat penyakit diabetes yang cenderung memburuk tahun demi tahun, menjadi salah satu alasan mengapa kontrol diabetes perlu dilakukan.

Bagi para penderita, alat ukur gula darah tentu sudah tak asing lagi. Dengan perangkat inilah mereka mampu mengetahui sejauh mana pengobatan yang mereka jalani berhasil dalam mengontrol kadar gula dalam darahnya. Melalui alat ukur gula darah pula mereka dapat melakukan pengecekan gula darah secara mandiri di rumah.

Ketika pengecekan gula darah dilakukan secara mandiri, Anda tentu harus mengetahui berapa angka rujukan yang menjadi indikator kadar gula darah normal. Kadar gula darah yang normal pada pengecekan di rumah sakit biasanya memiliki angka rujukan yang sama bagi semua orang, termasuk lansia. Namun, pengecekan gula darah secara mandiri yang dilakukan di rumah dapat saja memiliki angka rujukan atau angka rekomendasi yang berbeda bagi para lansia.

Gula darah puasa

Pengecekan gula darah puasa biasanya dilakukan setelah puasa selama 8 – 12 jam. Dalam pengecekan gula darah jenis ini, seseorang dikatakan memiliki kadar gula darah normal apabila berada kurang dari 100 mg/dl dengan kadar terendah berada di 60 – 70 mg/dl. Anda dikatakan memiliki prediabetes apabila kadar gula darah Anda berada pada angka 100 -125 mg/dl. Di atas itu, Anda dinyatakan terkena diabetes. Angka ini berlaku bagi semua usia, termasuk lansia.

Gula darah sewaktu

Ketika didiagnosis diabetes, dokter Anda akan menganjurkan untuk melakukan cek gula darah secara mandiri dan berkala untuk memantau kadar gula darah dalam tubuh. American Diabetes Association menetapkan angka 80 – 130 mg/dl untuk kadar gula darah sebelum makan dan di bawah 180 mg/dl pada dua jam sesudah puasa.

Berapakah target kadar gula darah normal untuk lansia dengan diabetes?

Lansia yang memiliki diabetes namun dengan kondisi gula darah yang terkontrol dengan baik dapat mengacu pada angka rujukan yang telah disebutkan di atas untuk menilai apakah kadar gula darah mereka dalam batas normal. Namun, pada beberapa lansia yang menargetkan kadar gula darah normal mereka sampai dengan angka rujukan di atas dapat meningkatkan risiko terlalu rendahnya kadar gula darah alias hipoglikemia. Penggunaan insulin dan obat-obatan diabetes tertentu juga dapat meningkatkan kemungkinan Anda mengalami pusing dan kehilangan kesadaran ketika berusaha mencapai angka kadar gula darah normal sesuai dengan rujukan yang tertulis.

Sebaiknya, Anda berkonsultasi dengan dokter jika ada anggota keluarga yang telah memasuki usia lansia dan rutin melakukan kontrol gula darah. Mintalah saran dari dokter Anda mengenai angka rujukan yang dapat digunakan yang masih dalam batas aman, terutama bagi mereka yang memiliki penyakit kronis, gangguan kognitif, dan mereka yang bergantung dengan bantuan orang lain sehari-hari.

Sulitnya mendiagnosis diabetes pada lansia

Cara terbaik untuk mencegah munculnya berbagai macam komplikasi akibat diabetes adalah dengan mendeteksinya sedini mungkin. Gaya hidup tidak seimbang adalah salah satu faktor utama penyebab diabetes. Bahkan, menurut Prof. Dr. dr. Ketut Suastika, Ketua PB PERKENI yang ditemui dalam acara Cities Changing Diabetes di balai kota DKI Jakarta menuturkan bahwa diabetes tipe dua sudah dapat ditemui pada anak-anak usia 15 tahun.

Jika dugaan diabetes dapat dengan lebih mudah ditemui pada orang dewasa atau bahkan anak-anak dan remaja, diabetes pada lansia lebih sulit didiagnosis. Mereka mungkin mengalami inkontinensia urin, mulut kering, atau tanda-tanda samar lainnya. Dengan adanya inkontinensia urin yang sering dialami lansia, deteksi diabetes melalui salah satu gejalanya, yaitu sering buang air kecil, menjadi sulit diidentifikasi. Banyak orang yang hidup dengan lansia yang memiliki diabetes bisa menyalahartikan tanda-tanda tersebut sebagai tanda penuaan biasa.

Untuk itu, penting bagi pendamping lansia untuk memperhatikan kondisi mereka dengan lebih ekstra. Pemeriksaan kesehatan secara rutin dapat membantu deteksi diabetes pada lansia. Pastikan pula agar lansia dengan diabetes mematuhi pengobatan, perencanaan makan, dan perubahan gaya hidup sehat. (sbc-02/hel)

 

 




Tinggalkan Balasan

error: