Search
Sabtu 15 Desember 2018
  • :
  • :

Komisi B Heran, Anggaran Program PKK Dinas PAPM Terserap Hampir 100%, Program Lain 0%

Starberita – Medan, Komisi B DPRD Kota Medan heran melihat serapan anggaran di Dinas Perlindungan Anak dan Pemberdayaan Masyarakat (PAPM) Kota Medan. Pasalnya, anggaran di intansi tersebut hanya terfokus pada program Pembinaan Kesejahteraan Keluarga (PKK) yang terealisasi hingga hampir 100 persen, sedangkan anggaran program yang menyentuh masyarakat tidak terealisasi.

“Serapan anggaran program PKK untuk perjalanan dinas dan pembelian baju seragam hampir 100 persen. Serapannya ini tidak proposional,” kata Ketua Komisi B, Bahrumsyah, dalam rapat dengar pendapat dengan Dinas PAPM, Rabu (5/12/2018).

Bahrumsyah mengaku heran melihat serapan anggaran di Dinas PAPM. Sebab, anggaran program PKK di tahun 2018 hampir Rp3 miliar dengan daya serap mencapai 90 persen, sementara program yang menyentuh langsung ke masyarakat nol persen.

Sementara anggota Komisi B, Jumadi, menambahkan program di Dinas PAPM hanya terfokus di program PKK. “Terus terang kita kecewa, banyak program yang menyentuh masyarakat tidak terealisasi,” kata Jumadi.

Dari anggaran Rp6,4 miliar pada 2018, sebut Jumadi, ada program menyentuh masyarakat yang realisasinya nol persen, sementara program PKK terserap hampir 100 persen.

“Kita sedih. Kita yang menganggarkan dan mengesahkannya tapi tidak dilaksanakan. Sementara program yang tidak langsung menyentuh masyarakat terealisasi hingga 100 persen,” kata Jumadi.

Beberapa program yang menyentuh langsung ke masyarakat, terang Jumadi, seperti pembinaan masyarakat, peningkatan keterampilan masyarakat, perlindungan anak tidak terrealisasi dengan maksimal, bahkan banyak yang nol persen.

“Sampai hari ini, serapannya baru sampai 50 persen lebih. Dari serapan 50 persen itu, program PKK serapan anggarannya sangat tinggi sementara program pemberdayaan masyarakat sangat kurang,” katanya.

Sementara Kepala Dinas Perlindungan Anak dan Pemberdayaan Masyarakat, Damikrot, mengatakan minimnya daya serap di 2018 dikarenakan terjadinya efesiensi. “Dari pengalaman, setiap tahun memang terjadi efesiensi di setiap SKPD,” jelasnya.

Ditanya soal serapan PKK, Damikrot, terlihat gugup dan tidak mampu menjawab pertanyaan yang diajukan Ketua Komisi B. Dalam rapat tersebut, Damikrot, menjanjikan serapan anggaran diproyeksikan sampai 60 persen. (sbc-02)

 




error: