Search
Kamis 9 April 2020
  • :
  • :

Pemkab Tobasa Sosialisasi Bahaya HIV/AIDS

Starberita – Balige, Pemerintah Kabupaten Toba Samosir (Tobasa) melalui Dinas Sosial mengadakan seminar memperingati Hari AIDS Se-Dunia di Balige, belum lama ini. Peserta seminar adalah warga masyarakat yang terdiri dari pelajar, Diakones, Akper HKBP, LSM, Bibelvrouw, Karang Taruna, PKH dan lainnya.

Seminar bertema “Saya berani, saya sehat” tersebut dirangkai dengan kegiatan bimbingan dan penyuluhan tentang HIV/AIDS, dengan narasumber Kasat Narkoba Polres Tobasa AKP, Budi Ginting, Kepala Dinas Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (PPKB), dr Pontas Batubara dan Komite AIDS HKBP Balige diwakili dr Tihar Hasibuan.

Bupati Darwin Siagian dalam sambutannya, dibacakan Asisten II Jhon Piter Silalahi menyebutkan HIV/AIDS merupakan penyakit mematikan. Oleh karenanya semua pihak dituntut untuk terus melakukan bimbingan dan penyuluhan bagi warga masyarakat, supaya pengetahuannya akan bahaya penyakit ini meningkat. Tidak seperti saat ini, penularannya dikatakan membuat hati miris dan mengkhawatirkan semua pihak.

Selain bimbingan dan penyuluhan, lanjutnya Bupati, deteksi dini perlu dilakukan, supaya warga yang positif terjangkit bisa diobati sehingga penyakitnya tidak berkembang.

“Penumbuhan kesadaran masyarakat akan bahaya yang ditimbulkan penyakit HIV/AIDS juga sangat penting kita lakukan efektif. Dengan demikian warga masyarakat dapat menghindarkan diri dari penyalahgunaan narkoba, seks bebas dan lainnya. Karena itu merupakan sumber utama dari penularan dan penyebarluasan penyakit HIV/AIDS,” katanya.

Kasat Narkoba AKP Budi Ginting menjelaskan penyalahgunaan narkoba merupakan salah satu sumber penyakit HIV/AIDS. Dampaknya, sistim kekebalan tubuh dirusak oleh virus HIV, akibatnya tubuh sangat mudah diserang berbagai jenis penyakit lainnya.

“Untuk itu narkoba harus dihindari. Karena selain menimbulkan penyakit mematikan yakni HIV/AIDS, lanjut warga pengguna Narkoba juga mendapat sanksi hukum,” kata Budi.

Kadis PPKB, dr Pontas Batubara mengatakan kualitas hidup sangat penting dibiasakan. Norma-norma kehidupan sosial harus ditanamkan dalam diri masing-masing warga, terutama harmonisasi di dalam keluarga harus dibangun efektif supaya anggota keluarga, masyarakat tidak terpengaruh dengan hal-hal negatif yang dapat merusak masa depan.

“Khusus mengenai Narkoba kita semua harus menghindarinya sebab sangat berbahaya bagi tubuh, dan informasi terkait bahaya yang ditimbulkan narkoba dan HIV/AIDS harus kita sebarluaskan terus menerus ditengah-tengah masyarakat supaya tidak meluas,” katanya.

Ketua Komite AIDS HKBP diwakili dr Tihar Hasibuan mengutarakan untuk menekan penularan dan penyebarluasan HIV/AIDS, tindakan preventif merupakan solusi yang tepat yakni dengan melakukan penyuluhan secara efektif.

Dengan demikian, Tihar melanjutkan, warga masyarakat mengetahui resiko yang ditimbulkan penyakit berbahaya itu. Oleh sebab itu seluruh peserta diharapkan menjadi dapat agen penyebarluasan informasi akan bahaya narkoba dan penyakit HIV/AIDS ditengah-tengah masyarakat.

“Itu harapan kita. Semua peserta dapat menjadi agen penyebarluasan informasi terkait bahaya narkoba dan penyakit HIV/AIDS sehingga masyarakat tetap waspada,” katanya. (sbc-05/drh)




Tinggalkan Balasan

error: