Search
Sabtu 11 Juli 2020
  • :
  • :

Penyebar Berita Bohong Bukan Orang Bermanfaat

Starberita – Batubara, Penyebaran berita bohong (hoax) di media sosial belakangan ini sudah semakin marak. Penyebaranya bahkan nyaris merasuki sendi kehidupan masyarakat di pedesaan. Ini harus dicegah sedini mungkin agar pemberitaan yang tidak benar tidak pula menyesatkan kehidupan dan peradaban manusia.

Demikian dikatakan Ketua Ahlussunnah Waljamaan (Aswaja) Kabupaten Batubara, Jasmi Assayuti, pada peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW 1440 H, baru-baru ini, di Taman Bacaan Masyarakat (TBM) Aswaja, Desa Titi Merah, Kecamatan Lima Puluh.

Hadir, Kapolres Batubara diwakili Kabag Sumda Kompol AM Ritonga, Kepala Desa Titi Merah Darmawi, tokoh pemuda Kecamatan Lima Puluh Chairuddin Siregar, tokoh agama serta seratusan jamaah.

Dikatakan Jasmi, selain bertentangan dengan ketentuan hukum pidana, penyebaran berita bohong juga dilarang agama. Dan, pelaku penyebar berita bohong tidak tergolong orang yang bermanfaat bagi orang lain, katanya.

Senada dikatakan Kompol AM Ritonga. Mantan Kapolsek Lima Puluh ini menyebutkan penyebaran berita bohong menjelang pilpres dan pileg hampir tiap hari dihembuskan oknum-oknum tertentu, tujuannya adalah membuka aib orang lain.

Padahal lanjut Ritonga, Islam adalah agama yang mengajarkan kasih sayang.Dan, menceritakan aib orang (dalam agama-red) sama dengan memakan bangkai kawan sendiri.

Untuk menghindari hal ini, Ritonga mengajak agar masyarakat berprilaku bijak. Tidak langsung ‘menelan’ sebuah berita tanpa melakukan kroscek terlebih dahulu.

“Tolong dicek kebenaran sebuah berita. Jangan asal share, sebab jika mengshare pemberitaan di medsos tanpa meneliti kebenarannya maka dapat dikenakan sanksi pidana sebagaimana diatur dalam UU ITE,” kata dia.

Menurutnya, di era digital ini sambung Kabag, medsos sudah menjadi sumber penyerapan informasi bagi masyarakat. “Manfaatkan dengan baik dan jangan digunakan untuk hal-hal yang beresiko. Tidak boleh asal-asalan, walau kita tinggal dikampung tapi jangan kampungan,” pungkas Ritonga.

Al Ustadz Almuzani Alfarazi dalam tausiyahnya menekankan untuk selalu bersyukur kepada Allah dan bersholawat kepada rasulullah. Usai tausiyah acara dilanjut dengan zikir bersama dipandu al ustadz Budi Suherman. (sbc-05/drh)




Tinggalkan Balasan

error: