Warning: Cannot modify header information - headers already sent by (output started at /home/starberi/public_html/index.php:8) in /home/starberi/public_html/wp-content/plugins/post-views-counter/includes/counter.php on line 246
Starberita.com | Cepat & Akurat – Aripay: Sekolah Muhammadiyah Harus Cerdas Berkarakter
Search
Rabu 13 November 2019
  • :
  • :

Aripay: Sekolah Muhammadiyah Harus Cerdas Berkarakter

Starberita – Medan, Sebanyak 300 sekolah Muhammadiyah di Provinsi Sumatera Utara (Sumut) diminta harus saling bersinergi untuk menciptakan sekolah Muhammadiyah yang berkemajuan, cerdas dan berkarakter.

Hal ini dikatakan Ketua Majelis Dikdasmen PW Muhammadiyah Sumut, Aripay Tambunan menggelar Rapat Koordinasi Wilayah (Rakorwil) II di Medan, Sabtu (24/11/2018).

Sebelumnya, rapat kerja Majelis Dikdasmen telah menerbitkan buku pedoman sekolah Muhammadiyah yang berisi panduan dalam pengelolaan sekolah Muhammadiyah. Sekolah-sekolah Muhammadiyah harus mengikuti pedoman tersebut agar sesuai dengan visi dan misi pendidikan Muhammadiyah.

Kegiatan itu bertema “RAKS sebagai solusi terbaik dalam mencapai akuntabilitas dan transparansi keuangan guna mewujudkan sekolah Muhammadiyah yang unggul dan berkarakter”.

“Sekolah Muhammadiyah taglinenya Cerdas Berkarakter. Di Majelis kita telah merumuskan itu dan sudah kita sosialisasikan muatannya.  Buku pedoman pengelolaan sekolah Muhammadiyah lahir dalam proses sangat panjang. Sekolah-sekolah Muhammadiyah harus menjalankan semua kaidah yang ada di bukut tersebut agar semuanya seragam,” jelasnya.

Pembinaan ratusan sekolah Muhammadiyah, lanjut Aripay, tidak bisa dikerjakan sendiri. Guru, kepala sekolah, majelis dan perserikatan harus bergerak bersama menyinergikan semua kekuatan baik internal maupun eksternal. Sekolah Muhammadiyah harus berkarakter, membuka diri, transparan, akuntabel dan partisipasif.

“Buku panduan berisi banyak materi, di antaranya pedoman guru, pedoman pengangkatan kepala sekolah, membangun kemitraan, kluster, pesantren dan lain-lain. Ada juga standar Ismubaris (Islam, Muhammadiyah, Bahasa Arab dan Bahasa Inggris), jika semua sekolah Muhammadiyah mengikuti standar pedoman itu, sekolah Muhammadiyah bisa menjadi sekolah besar,” ujarnya.

Sementara itu, Wakil Ketua PW Muhammadiyah, Abdul Hakim Siagian saat membuka acara menyampaikan, secara makro, perkembangan dan capaian serta prestasi yang diraih sekolah Muhammadiyah pantas diapresiasi dan PW Muhammadiyah mengucapkan terima kasih kepada pengelola sekolah Muhammadiyah mulai dari pimpinan daerah, pimpinan cabang dan kepala sekolah dan guru.

“Dalam posisi sulit seperti ini, sekolah-sekolah Muhammadiyah bisa bertahan dan berkembang, bahkan ada yang mencapai standar unggul. Tapi masih diperlukan soliditas dan dukungan dari seluruh pemangku kepentingan khususnya negara untuk memenuhi perintah konstitusi dalam hal ini Pasal 31 ayat 4 UUD 45 yang memprioritas anggaran minimal 20 persen APBN dan APBD untuk pendidikan. Kenyataannya masih terlalu jauh dari kata prioritas dan masih di bawah angka 20 persen walaupun dengan berbagai argumentasi alasan,” tuturnya.

Akibatnya, lanjut Abdul Hakim, secara nasional kualitas SDM rendah, walaupun capaian sekolah tertentu ada yang mengagumkan dari sisi kecerdasan prestasi. Sementara capaian negara lain fokus pada SDM.

“SDA akan punah dan habis maka pertarungan ada di SDM. Keunggulan SDM yang akan memenangkan perang peradaban ini,” jelasnya.

Disisi lain, masih kata Abdul Hakim, narkoba dan korupsi sebagai bentuk kemungkaran semakin mengerikan. Kepada pemerintah, ia meminya agar menjalankan cita-cita bangsa, yaitu melindungi dan mencerdaskan kehidupan bangsa. Perlindungan terhadap masyarakat saat ini dinilai rapuh dan lemah.

“Terima kasih kepada Dikdasmen yang telah menyiapkan forum seperti ini. Kita harap Rakorwil ini bisa membangun persepsi yang sama dan merumuskan secara konkret RKAS untuk bisa dijadikan sebagai dasar praktik pengelolaan sekolah,” pungkasnya. (sbc-03)

 




Tinggalkan Balasan

error: