Warning: Cannot modify header information - headers already sent by (output started at /home/starberi/public_html/index.php:8) in /home/starberi/public_html/wp-content/plugins/post-views-counter/includes/counter.php on line 246
Starberita.com | Cepat & Akurat – Demensia Alzheimer Kerap Disebut Diabetes Tipe 3
Search
Senin 20 Januari 2020
  • :
  • :

Demensia Alzheimer Kerap Disebut Diabetes Tipe 3

Starberita – Jakarta, Diabetes dibedakan diabetes tipe 1 dan tipe 2. Namun, adakah diantara Diabestfriend yang pernah mendengar diabetes 3? Jika belum pernah mendengarnya, memang diabetes 3 tidak ada ada. Namun, diabetes tipe 3 kerap dikaitkan dengan penyakit Alzheimer, salah satu jenis penyakit demensia yang kerap dialami orang lanjut usia. Bagaimana kedua penyakit ini saling berkaitan?  

Berdasarkan penelitian tahun 2012 yang dilakukan oleh oleh dr. Suzanne de la Monte dari Amerika Serikat, ia berhasil mengidentifikasi bahwa penderita penyakit Alzheimer juga mengalami resistensi insulin di otak. Seperti kita tahu, penyebab diabetes adalah kekurangan atau penurunan kinerja insulin. Pada  diabetes tipe 1, pankreas tidak mampu memproduksi insulin. Sementara itu, pada diabetes tipe 2, meskipun pankreas menghasilkan insulin, namun jumlahnya tidak cukup atau terjadi resistensi insulin sehingga gula darah menumpuk di darah.

Kadar insulin rendah dalam otak akan menurunkan kinerja dan regenerasi sel otak, dan dalam waktu lama akan memicu penyakit Alzheimer. Inilah sebabnya, Alzheimer kerap disebut diabetes tipe 3. Sebuah penelitian terpisah yang dilakukan oleh University of Pennsylvania juga menemukan bahwa orang-orang dengan riwayat diabetes, tetap berisiko mengalami Alzheimer, karena terjadi peningkatan gula darah yang signifikan di otak.

Penyebab Penyakit Alzheimer

Alzheimer adalah penyakit yang ditandai dengan penurunan kognitif atau kemampuan berpikir serta mengingat, yang sangat progresif. Orang dengan penyakit Alzheimer secara bertahap akan kehilangan memori dan gangguan mental, hingga dalam kondisi penyakit yang sudah berat, ia akan sepenuhnya bergantung pada bantuan orang lain.

Penyebab penyakit Alzheimer belum bisa dipastikan. Namun jika dilakukan pemeriksaan pada otak, ditemukan penumpukan protein yang disebut beta amyloid. Penderita diabetes tipe 2 memiliki peningkatan risiko sekitar 50% – 65% lebih tinggi untuk menderita penyakit Alzheimer karena mereka juga ternyata memiliki kadar protein beta amyloid tinggi di pankreas.

Namun bukan berarti orang tanpa diabetes akan bebas dari risiko penyakit Alzheimer. Kedua penyakit ini juga kerap dikaitkan dengan gaya hidup tidak sehat salah satunya pola makan tinggi karbohidrat dan gula. Selain itu, sayangnya pengobatan yang diberikan untuk penderita diabetes tipe 1 dan tipe 2 tidak dapat bekerja menurunkan gula darah di otak, sehingga sulit terhindar dari risiko penyakit Alzheimer.

Seorang profesor psikiatri di Semel Institute for Neuroscience dan Human Behaviour di UCLA, dr. Gary Small, mengatakan bahwa konsumsi gula darah tinggi sangat rentan menyebabkan peradangan di seluruh tubuh, termasuk otak. Resistensi insulin ini dapat mengikis glukosa dari sel-sel otak sehingga fungsi otak pun mengalami penurunan dan kerusakan. Selain itu, orang-orang yang memiliki kolesterol tinggi dan tekanan darah tinggi berisiko lebh besar untuk mengalami penyakit Alzheimer.

Gejala Awal Penyakit Alzheimer

Dengan adanya keterkaitan yang erat antara diabetes dan Alzheimer, penderita diabetes harus waspada jika mengalami gejala penurunan memori yang bisa jadi menjadi awal penyakit Alzheimer. Inilah berikut gejala umum penyakit Alzheimer:

  • Sering lupa pada hal-hal kecil sehari-hari, misalnya menaruh kunci, tanggal rapat, atau informasi yang baru saja diperoleh.
  • Sulit menuliskan hal-hal yang biasanya dapat diingat dengan mudah.
  • Sulit merencanakan dan menemukan solusi masalah.
  • Bingung membedakan tentang tanggal, tempat, atau nama.
  • Sering memiliki masalah visual, umumnya saat berkendara.
  • Lupa menyelesaikan kalimat di tengah-tengah pembicaraan.

Jadi penting bagi penderita diabetes untuk mengenali setiap gejala gangguan memori di atas dan segera cek ke dokter untuk memastikan bahwa itu adalah gejala penyakit demensia Alzheimer. Namun pencegahan jauh lebih penting dengan menerapkanlah gaya hidup sehat dan pola makan rendah gula sejak usia muda. (sbc-02/gsc)

 




Tinggalkan Balasan

error: