Search
Sabtu 11 Juli 2020
  • :
  • :

Amankah Pengobatan Tradisional Gurah Hidung untuk Sinusitis?

Starberita – Jakarta, Dalam pengobatan tradisional, Anda mungkin sering menemukan metode gurah. Gurah biasanya digunakan untuk mengobati penyakit hidung, seperti sinus dan rhinitis. Namun, bukan itu saja, gurah bahkan juga sering dipakai sebagai salah satu metode untuk mengobati keputihan. Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia, gurah adalah pengobatan tradisional dengan meneteskan ramuan herbal ke dalam hidung. Meski digadang-gadang dapat menyembuhkan, apakah gurah aman dan boleh digunakan sebagai obat sinusitis dan rhinitis?

Apa itu gurah?

Prof. dr. Soepomo Soekardono, Sp. THT-KL(K) pada tahun 2005 di Fakultas Kedokteran Universitas Gadjah Mada mengatakan bahwa dalam bahasa Jawa gurah adalah membersihkan lubang hidung dan tenggorokan.

Metode gurah ini pertama kali diperkenalkan oleh Marzuki pada tahun 1900 di Giriloyo, Wukirsari, Bantul, Yogyakarta. Bahan yang dipakai untuk pengobatan gurah  adalah akar pohon srigunggu yang basah lalu dikeringkan. Setelah kering, akar srigunggu digilas sampai mengeluarkan busa kemudian disaring dengan kain bersih hingga diperoleh cairan yang jernih. Cairan itu kemudian ditambahkan dengan air masak (air matang).

Selain akarnya, daun dan batang tanaman srigunggu juga sering diolah menjadi ekstrak herbal dalam bentuk kapsul untuk diminum. Menurut Prof. dr. Soepomo, gurah diyakini dapat mengurangi gejala rhinitis (rinosinusitis) kronis, antara lain banyaknya ingus, berkurangnya bersin, dan keluhan hidung tersumbat. Meski dapat meringankan beberapa gejala rhinitis, gurah juga diketahui dapat menyebabkan otitis media, rinosinusitis akut berat, tonsilofaringitis akut, dan peritonsilitis akut.

Tetesan ramuan srigunggu dalam pengobatan gurah

Clerodendrum serratum adalah nama latin dari tanaman obat srigunggu. Tanaman ini  tumbuh di daerah beriklim tropis dan hangat, seperti Afrika, Asia Selatan, Malaysia serta tersebar di seluruh hutan di India dan Sri Lanka. Tanaman ini pada umumnya digunakan sebagai tanaman untuk mengobati rasa sakit, peradangan, rematik, gangguan pernapasan, demam, dan demam akibat malaria di India.

Meski tanaman ini digunakan untuk meringankan berbagai gangguan kesehatan, sebaiknya Anda tidak menggunakan tanaman medis ini secara asal untuk mengobati penyakit Anda. Hal ini karena belum diketahui bagaimana tanaman srigunggu dapat menjadi obat yang biasa dipakai dalam metode gurah. Masih dibutuhkan penelitian medis lebih lanjut mengenai manfaat tanaman srigunggu ini.

Amankah pengobatan gurah?

Semua pengobatan tradisional dari bahan alami belum tentu aman dan bisa saja berisiko bagi gurah hidung. Dikutip dari laman Republika, dr. S. Hendradewi Sp. THT (K), M.Si mengatakan bahwa gurah hidung dapat menyebabkan anosmia. Ini adalah kondisi di mana hidung tak lagi mampu mencium aroma atau wewangian apa pun.

Ia juga mengatakan bahwa kondisi anosmia cukup banyak ditemukan pada orang-orang pernah berobat dengan menggunakan metode gurah. Cairan tetes hidung yang digunakan dalam pengobatan ini belum diketahui manfaat dan risikonya. Apalagi, dr. Hendradewi juga menambahkan bahwa cairan hidung itu belum tentu cocok dengan keadaan tubuh pasien. Itu sebabnya pengobatan ini juga belum terbukti aman.

Pada proses gurah, setelah hidung mendapatkan tetesan cairan srigunggu, nantinya hidung akan mengeluarkan cairan kental lendir. Lendir ini, menurut dr. Hendradewi, akan keluar sangat banyak dan biasanya sehabis itu para pasien akan mengeluhkan adanya gejala anosmia. Munculnya gejala anosmia yang banyak dikeluhkan pasien kemungkinan disebabkan oleh banyaknya lendir yang keluar hingga mengeringkan pembuluh darah.

Anosmia juga tak boleh disepelekan dan perlu dicegah karena dapat berdampak besar pada hidup Anda. Bayangkan saja jika Anda kehilangan kemampuan untuk membaui makanan. Makanan yang Anda makan mungkin saja akan memiliki rasa yang berbeda. Anosmia juga membuat penderitanya sulit mencium makanan atau minuman yang sudah basi.

Pada kasus yang paling parah, anosmia dapat menyebabkan penderitanya tidak bisa mencium bau gas atau bau terbakar di sekitarnya. Belum lagi, papar dr. Hendradewi, banyak pula pasien yang menjadi stres karena tidak dapat mencium bau.

Ia pun mengimbau agar para pasien berhati-hati dalam memilih pengobatan tradisional jenis apa pun. Sekalipun alami, obat herbal belum tentu aman. Periksa keamanan dan efektivitas obat herbal yang Anda gunakan, salah satunya adalah dengan cara melihat apakah sudah mendapat rekomendasi dari BPOM atau belum.

Rhinitis adalah penyakit yang membutuhkan perawatan dan penanganan khusus dan serius. Bila dirawat secara asal, penyakit ini bisa saja menyebabkan komplikasi, sulit sembuh, dan memerlukan biaya yang sangat besar. Oleh karena itu, sebaiknya Anda berkonsultasi dengan dokter terlebih dahulu sebelum berinisiatif mengambil pengobatan alternatif lainnya.

Lalu, bagaimana cara mengobati sinus pakai obat alami?

Meski gurah hidung belum diketahui efektivitasnya, masih ada cara alami lewat minuman atau makanan yang dapat digunakan untuk meredakan gejala sinus yang Anda derita. Berikut ini merupakan beberapa tips redakan gejala  sinus yang bisa Anda coba di rumah:

  1. Minum air jahe

Jahe kerap kali diolah menjadi minuman sehat yang bisa memberikan efek hangat pada tubuh Anda. Ternyata di balik itu, jahe juga bermanfaat untuk meringankan infeksi sinusitis. Kandungan antiradang alami dalam jahe diketahui dapat membantu mengurangi pembengkakan di selaput hidung. Studi menunjukkan bahwa peran jahe dalam mengobati sinus adalah dengan menekan produksi lendir dan meringankan pusing pada kepala Anda.

  1. Cuka sari apel

Obat sinusitis alami lain yang bisa Anda gunakan adalah cuka sari apel. Bahan alami ini kaya akan berbagai nutrisi, seperti vitamin A, E, B1, B2, kalsium, dan magnesium. Nutrisi-nutrisi ini mampu membersihkan rongga sinus dan mengobati gejala alergi yang muncul akibat sinusitis.

Cuka sari apel telah lama digunakan untuk membersihkan luka dan mencegah infeksi. Sebuah studi dari University of North Carolina School of Medicine menyatakan bahwa cuka sari apel bermanfaat untuk mencegah pertumbuhan bakteri. Namun, perlu diingat bahwa penggunaan cuka sari apel bukanlah sebagai pengganti antibiotik dari dokter, melainkan hanya dipakai untuk mempercepat penyembuhan peradangan.

  1. Bawang putih

Bawang putih tidak hanya berguna untuk meredakan infeksi sinus secara alami, tapi juga bisa untuk mencegahnya sejak awal. Bawang putih terkenal memiliki rasa pedas dan aroma yang tajam. Anda bisa makan bawang putih mentah-mentah ataupun mencampurnya dengan jus tomat dan jus lemon yang dipanaskan dalam panci selama beberapa menit. Konsumsi minuman ini selama dua kali sehari sampai infeksi sinus mereda atau bahkan hilang. (sbc-02/hel)

 




Tinggalkan Balasan

error: