Search
Sabtu 17 November 2018
  • :
  • :

Kenapa Tingkat Konsumsi Susu Orang Indonesia Masih Terbilang Rendah?

Starberita – Jakarta, Setiap individu pasti setuju bahwa susu memegang peranan penting dalam proses tumbuh kembang seseorang. Agar proses tumbuh kembang bisa berjalan dengan baik tanpa cela, maka asupan gizi yang masuk ke dalam tubuh pun harus cukup. Salah satu cara untuk bisa mendapatkan asupan gizi ialah dengan mengonsumsi susu.

Namun sayangnya, kebiasaan untuk mengonsumsi susu di kalangan masyarakat Indonesia bisa dibilang belum begitu melekat. Pasalnya, dari data yang dipaparkan oleh, Ir. Achmad Syafiq MSc. PhD, Ketua Pusat Kajian Gizi dan Kesehatan Masyarakat dari Universitas Indonesia, terungkap bahwa rata-rata konsumsi susu dan olahannya orang Indonesia per orang per hari dalam kelompok umur itu bisa dibilang rendah.

Di usia 0-59 bulan, tingkat konsumsi susu formula khusus yang paling tertinggi dibandingkan kategori jenis susu lainnya (cair, formula balita, olahan susu, bubuk dan susu kental manis) saja hanya berada di level 22,7 dalam takaran gram. Lalu lanjut di usia 5-12 tahun, tingkat konsumsi susu cair ada di level 10,2 dalam takaran ml sebagai yang tertinggi. Kemudian di usia remaja, yakni 13-18 tahun level konsumsi susu cair menurun sehingga berada di angka 3,6ml.

Berlanjut di usia produktif dewasa, 19-55 tahun angka konsumsi tertinggi dari segala jenis susu ini menjadi semakin kecil yaitu berada di tangka 1,8 ml untuk kategori susu cair. Terakhir, di usia di ats 55 tahun, terus menurun dengan berada di tingkat konsumsi 0,7ml untuk kategori susu cair dan 0,7gram susu formula khusus.

Paparan data diatas, menunjukkan dengan jelas bahwa di kalangan masyarakat Indonesia, semakin bertambahnya usia maka semakin rendah pula tingkat konsumsi susu. Syafiq menyebutkan, kondisi bahwa semakin dewasa semakin malam untuk minum susu ini tak hanya terjadi di negara seperti Indonesia, tetapi juga negara maju seperti Australia salah satunya dengan salah satu faktor pemicunya ialah anggapan akan bahwa susu itu adalah produk asupan untuk anak-anak. Lalu, apakah ini juga yang terjadi di Indonesia?

“Seperti di Australia itu ada anggapan susu itu adalah minuman anak-anak, saya rasa di Indonesia juga berlaku secara umum susu dianggap sebagai makanan anak-anak. Di samping itu ada beberapa faktor lainnya juga, salah satunya misalnya di kalangan remaja pattern susu nya itu berubah contohnya cenderung ke yogurt,” ujar Syafiq.

Lebih lanjut, Syafiq menambahkan bahwa faktor ekonomi masyarakat Indonesia juga bisa masuk sebagai faktor terjadinya penurunan tingkat konsumsi susu ini.

“Faktor ekonomi juga bisa, dan juga di samping itu menurut saya faktor bahwa tidak adanya upaya pendorong untuk konsumsi susu itu sendiri juga berpengaruh,” tandasnya. (sbc-02/okz)

 




Tinggalkan Balasan