Search
Sabtu 17 November 2018
  • :
  • :

Air Kencing Bau Menyengat Seperti Amonia, Penyakit Apa Bukan?

Starberita – Jakarta, Air kencing memiliki warna dan bau yang berbeda-beda, tergantung dari apa yang Anda makan dan bagaimana kondisi kesehatan Anda. Umumnya, air kencing berbau tidak sedap ini disebabkan oleh adanya kandungan amonia. Namun, terkadang air kencing memiliki bau amonia yang menyengat. Air kencing bau ini bisa menjadi tanda dari kondisi tertentu. Apa saja?

Penyebab air kencing bau amonia yang menyengat

Air kencing atau urine adalah hasil sisa pembuangan zat sisa metabolisme tubuh. Urine dibuat oleh ginjal, yang menyaring racun keluar dari darah. Urine mengandung air, garam, urea, dan asam urat.

Urea dikeluarkan dalam bentuk keringat melalui tubuh, sedangkan asam urat adalah hasil metabolisme urine.

Perubahan pada bau dan warna urine bisa menggambarkan kondisi kesehatan Anda, pola makan, dan pilihan gaya hidup. Semua hal tersebut mungkin berperan sebagai penyebab air kencing bau amonia.

1. Dehidrasi

Dehidrasi terjadi ketika Anda tidak cukup minum cairan atau mengalami kehilangan cairan, karena muntah atau diare. Bau amonia terjadi ketika bahan kimia dalam urine terkonsentrasi karena kurangnya air.

Selain air kencing bau amonia, gejala lain dari dehidrasi adalah adanya gelembung dalam air kencing dan air kencing Anda akan berwarna kuning pekat atau hampir kecokelatan. Jadi dalam kasus ini, Anda bukan kena penyakit tapi sedang kekurangan cairan. Segera minum air yang banyak.

2. Infeksi saluran kencing

Menurut penelitian dari Washington University School of Medicine di St. Louis, Missouri, infeksi saluran kencing (ISK) adalah infeksi yang paling umum terjadi di seluruh dunia.

Air kencing Anda mengandung senyawa yang dikenal sebagai urea. Ketika bakteri masuk ke saluran kencing, bakteri akan mengubah urea menjadi amonia. Oleh karena itu, air kencing akan bau amonia yang menyengat. Selain itu, bakteri juga membuat air kencing menjadi keruh atau terkadang berdarah. Anda juga mungkin mengalami gejala lain seperti nyeri saat buang air kecil dan kencing tidak tuntas.

3. Hamil

Kehamilan terkadang bisa menyebabkan air kencing bau amonia. Wanita hamil memiliki risiko lebih tinggi mengalami infeksi saluran kemih, yang meningkatkan kemungkinan wanita memiliki air kencing bau amonia.

ISK dapat menyebabkan komplikasi kehamilan yang serius, termasuk persalinan prematur, bayi berat lahir rendah, dan infeksi sepsis. Oleh karena itu, wanita hamil harus memberi tahu dokter jika memiliki perubahan bau pada air kencing, terutama jika baunya menyerupai amonia yang sangat menyengat.

Selain itu, vitamin kehamilan juga bisa menimbulkan efek samping yaitu air kencing bau amonia, tapi biasanya hanya sementara.

Anda tidak usah terlalu khawatir jika perubahan bau air kencing terjadi tanpa gejala lain seperti nyeri saat buang air kecil, warna urine gelap, atau frekuensi buang air kecil yang lebih sering. Namun, air kencing bau amonia yang berulang atau sering harus tetap diperiksakan ke dokter.

3. Menopause

Menopause juga dapat meningkatkan risiko penyakit ISK dan air kencing bau amonia. Ini terjadi karena penurunan kadar hormon estrogen pada wanita dan hilangnya bakteri baik pada vagina. Kedua perubahan ini dapat menyebabkan air kencing berbau amonia.

Kemungkinan lain adalah perubahan pola makan selama menopause, yang dapat menyebabkan air kencing bau amonia.

4. Pola makan

Diet adalah penyebab paling umum air kencing bau amonia. Makanan, obat-obatan, dan suplemen tertentu dapat menyebabkan perubahan bau dan warna pada air kencing.

Asparagus, sebagai besar makanan yang mengandung vitamin B6, dan makanan tinggi protein dapat meningkatkan sifat asam urine dan urine berbau amonia.

Ketika pola makan Anda menjadi penyebab air kencing bau amonia, baunya akan hilang begitu Anda berhenti mengonsumsi makanan pemicunya. Bau yang disebabkan oleh sesuatu yang dimakan biasanya tidak membahayakan dan bukan merupakan pertanda penyakit. (sbc-02/hel)

 




Tinggalkan Balasan