Search
Sabtu 17 November 2018
  • :
  • :

Mengenali Benjolan Ciri Kanker Payudara

Starberita – Jakarta, Penyakit kanker memang merupakan salah satu penyebab kematian di seluruh dunia. Sebanyak 8,2 juta orang di dunia pada tahun 2012 meninggal karena kanker. Hasil Riset Kesehatan Dasar (Riskesdas) pada tahun 2013 juga menunjukkan bahwa jumlah kasus penderita kanker pada semua umur di Indonesia sebesar 1,4 persen. Jenis kanker tertinggi pada pasien rawat inap rumah sakit di Indonesia adalah kanker payudara, dengan estimasi jumlah penderita kanker payudara terbesar berada di Provinsi Jawa Timur, Jawa Tengah dan Jawa Barat.

Penyebab kanker payudara

  • Empat puluh persen dari kematian akibat kanker secara umum sama, yakni berkaitan dengan faktor risiko perilaku dan pola makan, seperti; merokok, indeks massa tubuh yang tinggi (berat badan berlebih), dan konsumsi alkohol yang berlebihan.
  • Faktor risiko kanker lainnya, terjadi akibat paparan bahan pemicu terjadinya kanker (karsinogen), seperti sinar ultraviolet, radiasi ion, makanan yang terkontaminasi dan serat (asbes) serta infeksi dari virus, bakteri, dan parasit.
  • Seorang spesialis bedah onkologi, dr. Sonar Sonny Panigoro juga mengatakan beberapa faktor internal yang mampu meningkatkan risiko seorang perempuan terinfeksi kanker payudara, antara lain:
    • Riwayat keluarga dekat yang menderita kanker payudara,
    • Tak punya anak,
    • Haid pertama di umur 10 tahun atau bahkan kurang,
    • Henti haid pada usia 55 tahun atau bahkan lebih,
    • Riwayat radiasi di daerah dada dan
    • Penggunaan obat hormonal pada jangka waktu yang lama di luar usia produktif.

Benjolan kanker payudara sebagai ciri utama

Gejala kanker payudara yang paling mudah untuk dideteksi adalah adanya benjolan pada daerah sekitar payudara. Sayangnya, tak hanya kanker yang menjadi satu-satunya kelainan pada payudara yang dapat dideteksi dengan ada tidaknya benjolan.

Hal ini sama seperti yang diungkapkan oleh seorang spesialis onkologi, Dr. Martha Roida Manurung, bahwa 9 dari 10 benjolan di payudara bukanlah kanker. Ia bahkan mengatakan bahwa keberadaan benjolan tersebut bisa jadi hanya akibat pengaruh hormon semata.

Lalu, apa ciri benjolan kanker payudara?

  • Benjolan kanker payudara akan semakin keras dengan batas tidak jelas
  • Hanya ada di salah satu payudara
  • Permukaannya tidak rata
  • Pada stadium lanjut mulai tampak adanya kelainan pada kulit payudara (seperti kulit jeruk atau kulit menjadi kemerahan). Terkadang mencekung seperti lesung pipi karena tertarik oleh benjolan
  • Bila benjolan dekat dengan puting susu, akan terlihat bahwa puting susu tertarik dan agak susah digerakkan (lengket)
  • Sering kali tanpa disertai rasa nyeri
  • Menetap 8 hingga 10 hari usai menstruasi

Mendeteksi benjolan dengan Pemeriksaan Payudara Sendiri (SADARI)

Kanker payudara dapat disembuhkan dengan baik bila dideteksi lebih awal, hingga akhirnya pengobatan pun dapat diberikan lebih cepat. Namun masih banyak penderita yang baru memeriksakan diri saat stadium telah lanjut. Hal ini sering kali dikarenakan tidak adanya keluhan lain sama sekali.

Salah satu cara yang mudah, terjangkau, bahkan dapat dilakukan oleh diri sendiri adalah dengan Pemeriksaan Payudara Sendiri atau yang kita kenal dengan SADARI, secara berkala minimal satu bulan sekali.

Bagaimana cara melakukan SADARI?

Langkah-langkah yang harus dilakukan untuk memeriksa payudara sendiri adalah:

  1. Melakukan pemeriksaan payudara di depan cermin, dengan memperhatikan ciri-ciri benjolan seperti yang telah diuraikan di atas.
  2. Memijat payudara dengan lembut dari arah tepi ke puting. Hal ini dilakukan sambil memperhatikan ada tidaknya cairan yang keluar jika Anda tidak sedang menyusui.
  3. Meraba payudara satu persatu dengan 3 atau 4 jari yang saling dirapatkan dengan gerakan memutar dari tepi ke puting.

Bila tidak dijumpai adanya benjolan pada payudara pun, masih ada kemungkinan Anda mengidap kanker payudara stadium awal. Kondisi ini dapat dideteksi dengana adanya cairan pada puting susu yang tampak jernih, sedikit kekuningan, atau bahkan merah. Bila Anda menemui hal-hal diatas, segera konsultasikan pada dokter! (sbc-02/hel)

 

 




Tinggalkan Balasan