Search
Sabtu 17 November 2018
  • :
  • :

Dekranasda Tobasa Siap Pasarkan Sirat & Ulos Petenun

Starberita – Balige, Ketua Dekranasda Kabupaten Toba Samosir, Ritawati Darwin Siagian mengatakan pihaknya siap membantu petenun daerahnya untuk mempromosikan dan memasarkan sirat dan ulos hasil karya tangan petenun.

“Kami siap membantu mempromosikannya. Nanti kalau ada even-even pameran produk unggulan daerah, baik ditingkat regional maupun nasional kami akan promosikan untuk memancing minat touris domestik maupun mancanegara untuk datang berkunjung di Tobasa dan berbelanja,” kata Ritawati waktu penyerahan bantuan benang bahan tenun sirat dan ulos kepada pengrajin di Desa Marsangap Sigumpar dan Desa Sinta Dame Silaen, baru-baru ini.

“Jangan kualitasnya kalah saing dengan produk unggulan daerah lain. Di Galery Dewan Kerajinan Nasional Daerah Tobasa di Balerong Balige pun silahkan dipajang, cantumkan harganya, supaya tamu yang datang, mengetahui manakala mau membeli,” katanya.

Hal itu diutarakan karena Gallery Dekranasda Tobasa saat ini sudah cocok menjadi salah satu persinggahan, baik tamu pemerintah, wisatawan nasional maupun internasional karena beraneka ragam jenis produk unggulan lokal, hasil kreativitas warga binaan Dekranasda sudah ada terpajang disana.

Oleh sebab itu Ketua Dekranasda mengajak dan memotivasi para petenun di kedua desa supaya lebih giat dan semangat menenun sirat dalam bentuk stola dan ikat kepala, serta ulos sadum, ragi hotang, pucca dan tumtuman yang rapi dan berkualitas.

“Ulos tumtuman misalnya, harganya mahal bisa mencapai Rp. 5 juta. Karena itu mari bertenunlah dengan baik. Hasilkan ulos yang berkualitas supaya ekonomi kita bangkit,” katannya.

Wabup Tobasa, Hulman Sitorus juga mengutarakan arahan serupa. Mutu ulos yang di tenun diharapkan dapat ditingkatkan supaya bisa menarik minat touris datang ke Tobasa.

“Kawasan Danau Toba sekarang sudah dalam proses pembangunan menjadi destinasi wisata nasional maupun internasional. Kabupaten Tobasa salah satu diantaranya. Menyongsong kemajuan kepariwisataan itu kita sudah harus mampu menyiapkan dan menampilkan produk produk unggulan daerah. Kekayaan seni dan budaya kita, sebagai warisan nenek moyang, harus kita lestarikan dan kembangkan supaya dapat menjadi salah satu daya tarik / pemikat bagi wisatawan untuk berkunjung di Tobasa dan membelinya, disamping mereka menikmati pesona alam daerah kita. Untuk itu kita harus bangkit,” ujarnya menyemangati petenun. (sbc-05/drh)




Tinggalkan Balasan