Warning: Cannot modify header information - headers already sent by (output started at /home/starberi/public_html/index.php:8) in /home/starberi/public_html/wp-content/plugins/post-views-counter/includes/counter.php on line 246
Starberita.com | Cepat & Akurat – Masyarakat Nelayan Pekan Labuhan Keluhkan Banjir Rob, Reklamasi & Pekerjaan
Search
Rabu 22 Januari 2020
  • :
  • :

Masyarakat Nelayan Pekan Labuhan Keluhkan Banjir Rob, Reklamasi & Pekerjaan

Starberita – Medan, Banjir rob masih menjadi masalah primadona yang selalu dikeluhkan oleh masyarakat yang ada dikawasan Medan Utara. Masalah ini seakan tidak dapat terselesaikan oleh pemerintah baik Kota Medan, Provinsi Sumatera Utara (Sumut) dan Pusat.

Seperti di lingkungan 29 Kelurahan Pekan Labuhan, Kecamatan Medan Labuhan, Kota Medan,  salah seorang warga bernama Asih mengungkapkan bahwa setiap pasang rob terjadi, daerah tempat tinggalnya selalu tergenang oleh air laut yang meluap ke daratan yang diakibatkan benteng Sungai Labuhan sampai saat ini pengerjaannya belum selesai.

Tidak hanya itu saja, lanjut Asih, apabila hujan turun jalan lingkungan yang berada tempat disamping Sungai Labuhan yang bentengnya belum selesai dikerjakan, pasti akan terjadi banjir.

“Kondisi ini semakin membuat daerah kami semakin terkesan kumuh. Untuk itu kami meminta kepada bapak Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Sumut dari Fraksi Partai Hanura daerah pemilihan Sumut 1, Ir H Darwin Lubis agar menampung aspirasi warga didaerah ini untuk disampaikan kepada pemerintah,” katanya saat Reses Anggota DPRD Sumut, Darwin Lubis di Medan Labuhan, Selasa (30/10/2018).

Pada kesempatan yang sama, salah seorang warga lainnya Udin menuturkan bahwa masyarakat Lingkungan 29 yang bekerja sebagai nelayan saat ini mengalami kesulitan mencari ikan sehingga penghasilan sehari-hari sebagai nelayan menjadi menurun.

Hal ini dikarenakan adanya proyek reklamasi di Belawan yang membuat nelayan jauh sampai ke tengah laut sehingga menambah biaya untuk membeli bahan bakar minyak (BBM) untuk perahu.

“Pembangunan proyek reklamasi ini alurnya tidak sesuai. Sebelum proyek reklamasi ini ada, nelayan menempuh jarak yang dekat untuk menuju tengah laut. Namun dengan adanya pembangunan reklamasi ini, kami harus memutar dengan jarak yang jauh. Dan biasanya hanya cukup 1 sampai 5 liter untuk bisa sampai ketengah laut, kini harus lebih dari 5 liter. Yang lebih menyedikan lagi jika air laut pasang surut, maka kami tidak bisa melaut untuk mencari ikan,” cetusnya.

Dengan kondisi ini, lanjut Udin, dimintakan agar DPRD Sumut sebagai wakil rakyat untuk segera menindaklanjuti keluhan warga ini dengan mendesak pemerintah agar lebih memperhatikan nasib nelayan tradisional dan rakyat kecil.

Tidak hanya Asih dan Udin, salah seorang warga lainnya bernama Sulasih meminta agar pemerintah memberikan lapangan pekerjaan kepada anak-anak nelayan yang ada dikawasan Pekan Labuhan. Pasalnya, ketika menyelesaikan pendidikan SMA, anak-anak nelayan sangat sulit mencari pekerjaan. Sehingga banyak yang menjadi pengangguran yang akhirnya juga ikut melaut menjadi nelayan.

“Padahal sebagai orang tua, para nelayan ini tidak ingin anak-anak kami menjadi nelayan. Kami menginginkan anak-anak kami bisa bekerja tidak sebagai nelayan, seperti di pabrik atau perusahaan lainnya agar bisa membantu orang tuanya menopang kebutuhan keluarga,” ketus Sulasih.

Menanggapi kelurahan warga pada reses kali ini, Darwin menjelaskan bahwa untuk masalah banjir rob atau pembuatan benteng sungai dan laut, pihaknya telah memperjuangkan aspirasi rakyat yang ada dikawasan Medan Utara ini sampai ke Kementerian PUPR di Jakarta bersama Balain Wilayah Sungai (BWS), Badan Pengairan, Pemerintah Provinsi Sumut dan Pemko Medan.

Dari hasil desakan ini, lanjut politisi Darwin yang juga maju pada pemilihan umum (Pemliu) 2019 nomor urut 5 dari Partai Hanura Dapil Sumut 1,  Pemerintah Pusat, BWS, Badan Pengairan, Pemprovsu dan Pemko Medan sudah membuat rancangan dan tengah menyusun anggara untuk mengatasi banjir rob ini.

“Dan dalam 1 atau 2 tahun kedepan, pembangunan benteng atau solusi untuk mengatasi banjir rob ini akan segera dikerjakan oleh pemerintah,” terang Darwin.

Sementara itu, terkait dengan proyek reklamasi di Pantai Belawan, jelas Darwin, PT Pelindo (Persero) telah berjanji akan memperhatikan masyarakat nelayan yang ada dikawasan sekitar proyek reklamasi melalui dana CSR. “Pelindo sudah berjanji akan membantu masyarakat nelayan yang berada dikawasan proyek reklamasi,” tuturnya.

Untuk masalah lapangan pekerjaan, masih kata Darwin, saat ini memang sulit untuk mencari pekerjaan. Apalagi ingin masuk pegawai negeri sipil (PNS), sudah pasti banyak saingan. Akan tetapi, dikawasan Pekan Labuhan dan Belawan ini banyak perusahaan swasta, pemerintah dan juga pabrik diharapkan membuka kesempatan bekerja bagi anak-anak nelayan yang ada dikawasan Pekan Labuhan dan Belawan.

“Dikawasan ini ada PT Pelindo (Persero), PT Pertamian (Persero) dan pabrik-pabrik. Kita minta perusahaan-perusahaan ini harus memberikan kesempatan kepada anak-anak nelayan untuk bekerja diperusahaan yang saya sebutkan tadi. Jika mereka (anak-anak nelayan,red) banyak yang tidak memiliki pekerjaan, maka dikhawatirkan nantinya akan berdampak negative bagi mereka,” pungkasnya. (sbc-03)




Tinggalkan Balasan

error: