Search
Kamis 18 Oktober 2018
  • :
  • :

Yuk, Kenali 5 Jenis Kanker Kulit Ini!

Starberita – Jakarta, Kanker kulit merupakan kondisi pertumbuhan sel kulit yang tidak normal dan umumnya berkembang di area kulit yang terpapar sinar matahari. Kanker kulit dapat menyerang siapapun, tanpa memandang warna kulit ataupun ras. Meski begitu, orang-orang dengan kulit berwarna lebih terang memiliki risiko yang lebih tinggi mengalami hal ini.

Meski di Indonesia kanker kulit jarang terjadi, Kamu tetap harus waspada dan mengenali berbagai jenis dari kanker kulit. Yuk, kenali 5 jenis kanker kulit satu per satu.

Kanker Melanoma

Kanker melanoma merupakan salah satu jenis kanker kulit langka yang paling mematikan. Melanoma muncul saat sel melanosit (sel penghasil pigmen warna kulit) tumbuh mengganas secara abnormal dan berkembang menjadi kanker. Pada awalnya, kanker melanoma biasa muncul seperti bintik berwarna gelap mirip tahi lalat, kemudian berubah ukuran, bentuk, atau warna.

Melanoma juga dapat muncul di area kulit yang sebelumnya tidak ada tahi lalat. Biasanya ini muncul di punggung, kaki, tangan, dan wajah. Namun, kalau Kamu ingin membedakan mana tahi lalat normal dan tahi lalat gejala kanker kulit, ikuti pedoman ABCDE berikut ini:

  • Asymmetry (asimetris atau tidak simetris): Tahi lalat normal memiliki bentuk simetris sempurna, ukuran pinggirannya akan sama besar di bagian kiri dan kanan. Tahi lalat gejala kanker kulit melanoma memiliki bentuk dan ukuran yang tak beraturan.
  • Border (tepi atau batasan): Tahi lalatkanker melanoma memiliki pinggiran yang acak dan tampak kabur. Kadang bergerigi seperti ketika mewarnai di luar garis.
  • Color (warna): Tahi lalat normal memiliki warna yang sama rata di segala sisinya, cokelat tua, cokelat muda, atau hitam saja. Kalau tahi lalat Kamu memiliki corak warna yang beragam, ini mungkin gejala kanker kulit melanoma.
  • Diameter (ukuran): Sebuah tahi lalat yang tumbuh membesar secara tiba-tiba atau ukurannya lebih dari 6 mm bisa jadi gejala dari kanker melanoma. Apalagi kalau tahi lalat benar-benar baru muncul dan langsung membesar.
  • Evolving (berkembang): Tahi lalat berubah warna, ukuran, tekstur, dan bentuk, sehingga tampak berbeda dibandingkan dengan tahi lalat lainnya. Selain itu, tahi lalat melanoma juga terasa gatal, bahkan dapat berdarah.

Actinic Keratosis

Berdasarkan dr. Anthony Rossi, MD., dari Memorial Sloan Kettering Cancer Center, actinic kerastosis merupakan gejala awal kanker kulit yang disebabkan oleh paparan sinar matahari yang berlebihan. Pada beberapa kasus, actinic kerastosis dapat berkembang menjadi kanker kulit sel skuamosa.

Gejala kanker kulit ini biasanya dalam bentuk lesi (luka) berwarna merah, yang teksturnya kasar dan bersisik. Selain itu, ukurannya bisa besar ataupun kecil. Lesi kadang menyebabkan gatal dan nyeri, serta muncul daging berlebih di sekitar tubuh yang terkena. Actinic kerastosis sering muncul di wajah, bibir, telinga, punggung tangan, dan lengan. Namun, ini juga dapat terjadi pada area lain yang sering terkena sinar matahari.

Karsinoma Sel Basal

Karsinoma sel basal merupakan jenis kanker kulit yang paling umum dan merupakan nomor 1 di dunia. Menurut American Cancer Society, sekitar 8 dari 10 kanker kulit merupakan karsinoma sel basal. Kanker ini cenderung tumbuh lambat, tetapi tidak bisa menyebar ke bagian tubuh lain.

Karsinoma sel basal awalnya muncul seperti benjolan kecil datar, padat, mengilap, dan tampak mirip seperti jerawat yang tidak kunjung hilang. Kadang warnanya bisa terlihat kekuningan, mirip dengan bekas luka.

Selain itu, dikutip dari aad.org, kanker ini mungkin juga terlihat seperti tahi lalat berwarna merah muda yang mengilap dan sedikit bersisik. Karsinoma sel basal dapat terjadi di bagian tubuh mana pun. Namun seringnya muncul di wajah, leher, dan telinga yang tumbuh sangat lambat, bahkan hingga bertahun-tahun setelah terpapar matahari yang intens atau jangka panjang.

Karsinoma Sel Skuamosa

Karsinoma sel skuamosa merupakan jenis kanker kulit paling umum kedua. Karsinoma sel skuamosa mirip dengan karsinoma sel basal. Namun, bentuknya cenderung berupa benjolan merah yang lama hilangnya. Jenis kanker ini dapat tumbuh ke lapisan kulit yang lebih dalam dan menyebar ke bagian tubuh lain.

Berbeda seperti karsinoma sel basal, benjolan atau luka karsinoma sel skuamosa berwarna pucat dan biasanya tidak mengilap. Tahi lalat karsinoma sel skuamosa memiliki permukaan yang halus dan terasa gatal atau nyeri ketika digaruk. Kanker ini juga bisa berwujud kutil merah bertekstur kasar atau bersisik, yang mungkin berkerak atau berdarah saat digaruk.

Karsinoma Sel Merkel

Karsinoma sel merkel merupakan kanker kulit yang paling langka dan berbahaya. Kanker kulit ini bisa tumbuh dan menyebar cepat ke bagian tubuh lainnya. Bentuk dari karsinoma sel merkel ini cenderung berwujud kecil, tidak sakit, warnanya beragam, seperti merah, pink, ungu, dan terlihat mengilap. Kanker ini biasanya berkembang di wajah, leher, dahi, atau lengan. (sbc-02/gsc)

 




Tinggalkan Balasan

error: