Search
Selasa 11 Desember 2018
  • :
  • :

Tak Cuma Umur Panjang, Tidur 7-8 Jam Sehari Bisa Cegah Kepikunan

Starberita – Jakarta, Tidur merupakan ritual yang wajib dilakukan oleh manusia setiap harinya. Tubuh Anda tidak akan melakukan tugasnya dengan baik apabila tidak memiliki waktu tidur yang cukup. Meski demikian, para masyarakat banyak yang tidak mengetahui akan pentingnya cukup tidur bagi kesehatan.

Jumlah jam tidur seseorang bisa bervariasi, sebagian orang mungkin mengatakan waktu tidurnya cukup selama 5 atau 6 jam dan beberapa mungkin mengatakan 7 atau 8 jam sebagai standar mereka. Ada banyak orang yang percaya bahwa tidur selama 6 jam sudah cukup.

Para peneliti di University of California, San Francisco, mengatakan bahwa tidur hanya enam jam adalah sebuah kabar buruk karena dapat menyebabkan kekurangan tidur kronis. Akibatnya, Anda mungkin merasa tertekan, merasa sulit untuk memperhatikan dan mengurangi kemampuan untuk mengendalikan nafsu makan Anda.

Menurut National Sleep Foundation, orang dewasa yang sehat dan orang yang lebih tua harus tidur setidaknya 7 hingga 9 jam per malam untuk membantu fungsi tubuh agar berfungsi dengan sebaik-baiknya.

Tidur itu sangat penting karena banyak alasan. Tidur dapat memberi sinyal pada tubuh Anda untuk melepaskan hormon dan senyawa yang mengatur tingkat rasa lapar, mempertahankan sistem kekebalan tubuh, menurunkan risiko terkena penyakit dan mempertahankan ingatan.

Berikut beberapa manfaat tidur selama tujuh hingga delapan jam sehari. Penasaran? Yuk disimak.

Mengontrol nafsu makan

Jika kebiasaan tidur Anda buruk, maka dapat meningkatkan kebutuhan energi tubuh. Hal ini akan memicu otak Anda untuk melepaskan bahan kimia untuk sinyal kelaparan. Sinyal ini akhirnya mengarah pada makan lebih banyak dan menambah berat badan.

Para peneliti dalam sebuah penelitian mengungkapkan bahwa orang yang tidur selama lebih dari 8,5 jam memiliki indeks massa tubuh yang lebih tinggi (BMI) dan nilai A1C yang lebih tinggi. A1C adalah pengukuran kadar gula darah normal seseorang. Sementara mereka yang tidur selama 6,5 ​​jam memiliki tingkat A1C terendah

Tingkatkan kekebalan tubuh

Saat Anda tidur, sistem kekebalan tubuh Anda melepaskan senyawa yang disebut sitokin yang penting bagi sel. Beberapa sitokin ini memiliki efek perlindungan pada sistem kekebalan tubuh dengan membantu melawan peradangan dan berbagai jenis infeksi.

Jika tidur Anda tidak cukup, sel-sel kekebalan tidak dapat memproduksi cukup banyak sitokin yang akan membuat Anda tidak sakit. Menurut sebuah penelitian pada tahun 2013, ditemukan bahwa tidur yang buruk meningkatkan jumlah senyawa peradangan dalam tubuh seseorang.

Senyawa-senyawa ini bertanggung jawab untuk memicu asma dan alergi. Para peneliti studi juga menemukan bahwa orang yang tidur selama empat hingga lima jam semalam memiliki sistem kekebalan tubuh yang lemah.

Umur panjang

Para peneliti dari Italia dan Inggris menganalisis data dari 16 studi terpisah yang dilakukan selama 25 tahun, yang meliputi hampir 1,3 juta orang dan lebih dari 100.000 kematian. Temuan penelitian mereka diterbitkan dalam jurnal ‘Sleep’.

Temuan itu mengungkapkan bahwa orang yang baru tidur enam jam per malam meningkatkan risiko kematian dini sebesar 12 persen. Dan mereka yang tidur selama delapan hingga sembilan jam memiliki risiko kematian yang jauh lebih rendah.

Meningkatkan daya ingat

Selain mengatur fungsi kekebalan dan nafsu makan, tidur nyenyak membantu dalam melindungi dan memperkuat ingatan Anda. Penelitian menunjukkan bahwa tidur nyenyak dapat membantu dalam retensi memori.

Orang-orang yang memiliki kebiasaan tidur yang buruk memiliki waktu yang lebih sulit dalam mengambil informasi, mereka dapat menafsirkan peristiwa secara berbeda dan kehilangan kemampuan untuk mengakses informasi sebelumnya.

Tidur dengan waktu yang cukup juga bermanfaat pada pemikiran kreatif, memori jangka panjang, dan pemrosesan memori. (sbc-02/okz)

 

 




Tinggalkan Balasan

error: