Search
Kamis 18 Oktober 2018
  • :
  • :

Soal Bangunan Diduga Tanpa IMB, Dewan: PT KAI Harus Patuhi Peraturan Kota Medan

Starberita – Medan, Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Medan meminta agar PT Kereta Api Indonesia (KAI) mematuhi peraturan yang ditetapkan oleh Pemerintah Kota (Pemko) Medan, terkait pembangunan 90 kios di Jalan Stasiun Medan Belawan yang ditenggarai tak memiliki Izin Mendirikan Bangunan (IMB).

“Selaku Badan Usaha Milik Negara (BUMN), PT KAI layaknya menjadi contoh bagi masyarakat dan mematuhi peraturan Pemko Medan yang sudah ditetapkan bersama-sama dengan DPRD,” ungkap Ketua Komisi D DPRD Kota Medan kepada wartawan di Medan, Kamis (11/10/2018).

Sekretaris Fraksi Partai Demokrat (FPD) ini menyebutkan, pendirian setiap bangunan baik pribadi ataupn badan/lembaga harus memiliki IMB berdasarkan Perda Kota Medan No. 5 tahun 2012 tentang IMB.

“Jadi, bila ada berdiri bangunan tanpa memiliki IMB, berarti itu bangunan ilegal. Harus diratakan bangunan itu biar jelas sanksi pelanggarannya. Jadi, jangan ketok cantik. Meskipun bangunan itu diatas lahan milik PT KAI, tapi masih di wilayah Pemko Medan dan selayaknya ikuti peraturan. Selain IMB, harus ada analisis dampak lingkungannya, termasuk Amdal lalinnya,’’ tegas Parlaungan.

Parlaungan menduga, adanya keberanian developer dan PT KAI membangun tanpa terlebih dulu mengurus IMB, lantaran ada oknum-oknum yang membekingi. “PT KAI itu BUMN. Selaku BUMN, harusnya memberi contoh yang baik terhadap pemerintah kota. Saya tegaskan, bangunan disana harus diratakan, karena sudah jelas di perda disebutkan sanksi bagi pelanggar IMB,’’tukasnya.

Parlaungan juga tak menampik adanya wacana perubahan atau revisi Rencana Tata Ruang Wilayah (RTRW) Kota Medan di wilayah Medan bagian Utara, berdampak pada pembangunan puluhan kios tersebut.

“Tapi, nantikan ada pembahasan dan harus jelas pemetaannya. Dimana lokasi pergudangan, perkantoran, ruang terbuka, ruang penghijauan. Semuanya harus jelas dan dibuat petanya,’’katanya.

Manajer Humas PT KAI Divre I Sumut-Aceh, M Ilud Siregar, yang coba dikonfirmasi wartawan terkait bangunan tanpa IMB di lahan PT KAI tersebut tidak berhasil dikonfirmasi. Berkali selulernya dihubungi, namun tak kunjung diterima meski terdengar nada aktif.

Diketahui, beberapa waktu lalu Satpol PP Kota sudah menindak bangunan berukuran 8×3,5 meter tersebut. Namun, pembongkaran hanya ‘ketok cantik’ saja, sehingga masyarakat menduga adanya permainan oknum pemerintah dengan developer. “Kalau mau tegas, ratakan bangunan dengan tanah. Jangan ketok ecek-ecek lah,” sindir warga sekitar. (sbc-02)

 




Tinggalkan Balasan

error: