Search
Senin 10 Desember 2018
  • :
  • :

Renungan Surah Al Kahfi Saat Di Gua Leang-Leang Sulsel

Starberita – Medan, Dengan rasa berdebar dan haru kemarin sore Rabu (9/10/2018)  saya akhirnya sampai di gua situs prasejarah Leang Leang Maros – Sulsel,  melihat dan membaca ayat ayat sejarah, berupa  lukisan gua tertua di planit bumi ini,  berdasar riset terbaru.

Usia memang tak muda lagi, tapi jari tangan, kaki dan lutut rasanya masih kuat merangkaki batu miring lantai gua demi ambisi, untuk bisa berdiri dan menatap dari dekat lukisan purba yang menakjubkan ini.

(Ah saya abaikan teriakan teriakan cemas pak Rachmat juru pelihara situs, yang takut saya terjatuh terguling ke dalam jurang batu cadas, demi ingin lebih dekat lagi merasakan aura maestro tangan tangan purba itu ).

Riset gabungan ilmuwan Indonesia dan Australia mengungkapkan lukisan-lukisan gua pra sejarah di dinding gua ini berusia 40 ribu tahun, masuk sebagai lukisan gua tertua di dunia, mengoreksi total sejarah lukisan di gua-gua pra sejarah Eropa.

Sekaligus mengoreksi sejarah kecerdasan manusia-manusia cerdas tertua di dunia ada di Indonesia, di gua-gua purba Sulawesi ini. Keterkejutan majalah ilmiah internasional Nature pun terungkap lewat cover majalahnya (edisi 9.2014) yang memuat lukisan manusia cerdas di gua prasejarah ini.

Kemampuan manusia purba yang cerdas dalam membaca anatomi dalam lukisan-lukisan itu, tarikan-tarikan garis yang sarat simbol, cetak tapak tangan mereka yang seperti sidik jari untuk kita fahami secara forensik keilmuan, memerlukan tafsir sejarah seni dan antropologi yang bakal berkepanjangan.

Kecerdasan lain yang tidak bisa dikalahkan manusia moderen saat ini adalah komposisi kimia pewarnaan yang dipakai hingga lukisan itu bertahan puluhan ribu tahun sampai kini di dinding batu?

Terperangah saya merenung di gua itu, apa maksud manusia manusia cerdas yang kini telah menjadi debu itu, membuat lukisan dan menyampaikannya ke manusia masa kini sampai puluhan ribu tahun berselang? Apa maksud ayat-ayat sejarah tidak tertulis dari yang maha kuasa atas kejadian ini? Apakah kecerdasan kita bisa menangkap maksud dan makna ilahiyah yang tersembunyi di gua itu?

Entah kenapa selama di dalam gua berlukisan purba itu, saya teringat akan ayat ayat Al Kahfi dalam Alquran yang bicara tentang gua, manusia dan hewan  yang tertidur lebih 300 tahun di gua serta perintah Allah untuk menjaga memori sejarah yang penting yang dipateri di  gua sejarah, agar engkau memahami tanda-tanda kebesaran Allah.

Ingatan pun melayang ke surah Al Kahfi dalam Muzhaf Alquran kuno yang saat ini sedang dipamerkan di arena Museum MTQ Nasional di Medan sampai pada (13/10/2018).

Staf ahli Alquran saya, ustadz Candiki Repantu yang saya tanya lewat wa dari dalam gua Maros itu (sinyal hp tembus juga ke pintu gua ini), mengirim wa dan menyebut dalam koleksi saya  yang dipamerkan, ada Surah Al Kahfi yang dibuat istimewa, dibuat iluminasi di dua koleksi Mushaf berbeda. Kenapa penulis Muzhaf-Alquran 200 an tahun yang lalu membuat iluminasi atas ayat tentang gua purba?

Apakah tanda tanda kebesaran Allah bisa dibaca lewat ayat ayat tidak tertulis pada lukisan dan jejak manusia purba di dinding dinding gua ini? Andai ada sumur di ladang, andai ada waktu yang panjang, ingin saya berlama lama lagi, menelusuri 80 an gua yang sudah dideteksi memiliki lukisan purba, ingin “berdialog” dengan para pelukis purba dan tangan tangan agung tak terlihat yang menggerakkannya.

Pelukismu Agung, ah lagu kanak kanak itu, siapa gerangan pelukis agung yang membuat pelangi pelangi yang indah itu? (rel/sbc-03)

Penulis: DR Phil Ichwan Azhari (Pussis UNIMED)

 

 




Tinggalkan Balasan

error: