Search
Kamis 18 Oktober 2018
  • :
  • :

Kafilah Asal Jatim Ini, Belajar Tafsir Melalui Youtube

Starberita – Medan, Berbagai upaya dilakukan kafilah yang ikut di Musabaqah Tilawatil Quran Nasional (MTQN) XXVII agar dapat menggungguli kafilah lainnya.

Seperti halnya yang dilakukan M. Sholahuddin Al Ayyubi, salah seorang kafilah yang berasal dari Jawa Timur dan menjadi peserta cabang 30 juz dan tafsir Bahasa Arab yang digelar di Asrama Haji Aula Quba. Untuk bisa memenangi MTQN, dirinya pun berupaya keras untuk belajar tafsir. Dimana salah satunya adalah melalui youtube, terutama mendengarkan orang yang berceramah melalui youtube. Meski begitu, kafilah kelahiran 12 Maret 1996 ini mendapat nilai bagus dengan score 183 oleh Dewan Hakim.

“Mendengarkan orang ceramah di youtube merupakan media untuk saya agar mengasah tafsir bahasa Arab saya. Sebab kendala saya di pondok pesantren jarang yang bisa berbahasa Arab sehingga untuk berkomunikasi saja saya cukup sulit dan saya lebih mendengarkan orang berceramah di youtube dari pada berbicara langsung,” katanya belum lama ini.

Selain dari youtube, Sholahuddin juga dibimbing oleh pelatih. Namun, karena pelatih itu jauh dari lokasinya, maka ia pun harus menempuh waktu dua jam dengan menggunakan bus untuk bisa melakukan pelatihan dengan gurunya tersebut, dimana dalam sebulan ia hanya berlatih selama 3 hari saja.

“Setelah itu, ya pulang dan belajar sendiri. Dan begitu seterusnya,” ucap anak ke dua dari empat bersaudara ini yang mengaku baru setahun mempelajari ilmu tafsir.

Saat ditanyakan apa saja yang dipertanyakan Dewan Hakim padanya, Sholahuddin mengatakan, yang ditanya Dewan Hakim adalah petanyaan terkait dengan pembahasan tentang penyesalan orang kafir ketika datangnya hari kiamat.

Menjawab pertanyaan itu, sambung Sholahuddin, menurutnya ada beberapa yang memang belum diketahuinya soal tafsir yang diberikan Dewan Hakim. Selebihnya sudah biasa ia pelajari. “Alhamdulillah bisa terjawab tadi,” ujarnya.

Anak dari pasangan Hj. Mastufah dan H. Usman Rohim ini sejak usia kelas 1 Tsanawiyah sudah menghafal Al Quran. Kemudian pada tahun 2007 ini, dirinya menghafal dan selesai pada tahun 2010 akhir.

“Saya dan kakak saya yang menjadi penghafal Al Quran. Perlombaan MTQ Nasional ini adalah yang kedua kalinya bagi saya, pertama kali di NTB tahun 2016 lalu. Waktu itu saya ikut cabang 30 juz dan tidak tafsir. Alhamdulillah saat itu dapat peringkat 1,” kata santri Ponpes Mandrasatul Qur’an Tabirun Jombang ini.

Oleh karenanya, Sholahuddin berharap bila masuk dalam babak final, dirinya bisa memberikan penampilan secara maksimal. Selain itu, ia pun berjanji agar kedepannya ia bisa lebih giat lagi belajar. (sbc-05)




Tinggalkan Balasan

error: