Warning: Cannot modify header information - headers already sent by (output started at /home/starberi/public_html/index.php:8) in /home/starberi/public_html/wp-content/plugins/post-views-counter/includes/counter.php on line 246
Starberita.com | Cepat & Akurat – Begini Kisah Abdul Sengkang Belajar Qiraat Quran
Search
Jumat 18 Oktober 2019
  • :
  • :

Begini Kisah Abdul Sengkang Belajar Qiraat Quran

Starberita – Medan, Hujan yang mengguyur Kota Medan sejak pagi hari tak turut mematahkan semangat para peserta MTQN XXVII 2018. Memasuki hari ketiga babak penyisihan cabang perlombaan Qiraat Sab’ah Mujawwad di Astaka Utama, Jalan Williem Iskandar Medan, kemarin, berlangsung khidmat.

Salah seorang peserta Asal Papua Barat saat itu terlihat lega setelah menampilkan kebolehannya di pagi itu. Pria asli kelahiran Papua Barat, bernama Abdul Sengkang Gurium ini adalah seorang muadzin di Masjid Istiqlal, Jakarta.

Kebolehannya dalam melantunkan ayat-ayat suci Al Quran pun membuatnya mendapatkan kesempatan berkuliah di Perguruan Tinggi Ilmu Quran (PTIQ) Jakarta dan selesai di tahun 2013 lalu. Namun, Abdullah sendiri baru aktif belajar ilmu Al-Qur’an saat dirinya berada dibangku kuliah semester empat, di Manokwari.

“Sebelum ke Jakarta saya sudah berkuliah lebih dulu di Papua hingga semester 4. Satu waktu, teman mengajak saya untuk belajar ilmu Al-Qur’an. Saya yang awalnya hobi bernyanyi tertarik untuk belajar mengaji. Dari situlah proses belajar saya dimulai,” kata Abdul menceritakan tentang proses hijrah dirinya dari yang hobi bernyanyi di usia 19 tahun usai tampil di Astaka, kemarin.

Proses hijrah Abdul pun membuahkan hasil. Dimana dirinya menjadi berhasil juara di MTQ XXV tahun 2014 lewat golongan qori remaja. Dan saat ia pindah ke Jakarta, Abdul pun belajar qiraat Qur’an pada Buya Muhammad Ali, orang Betawi yang juga qori internasional dan bahkan sekarang menjadi salah satu dewan hakim untuk golongan tilawah remaja.

“Waktu itu, saya bersama 10 orang berasal dari beragam suku dan daerah. Sembari beraktivitas sebagai mahasiswa, setiap Sabtu dan Minggu dimanfaatkan mendatangi Buya untuk belajar qiraat. Dalam sehari itu dimulai dari sore hingga subuh. Kita disebut santri kalong, karena hanya datang tiap Sabtu dan Minggu saja,” ungkap Abdul.

Kepindahannya ke Jakarta salah satu alternatif untuk memudahkan dia dan teman-teman asal Papua-nya untuk mendapatkan guru lebih baik dan lebih intens. Biasanya pemerintah mencari bakat anak-anak Papua untuk mendapat kesempatan belajar lebih baik dan intens.

Saat ini, Abdul pun telah tinggal di Jakarta dan dalam kurun waktu dua tahun terakhir ini dirinya mengabdi di Masjid Istiqlal Jakarta sebagai muadzin. Dan saat ini, Abdul pun menjadi salah satu peserta dari 49 peserta lainnya yang mewakili Provinsi Papua Barat.

“Saya memang belum optimis bisa masuk final, tapi yang terpenting saya sudah berikan yang terbaik,” ujar ayah dua anak ini seraya mengatakan bahwa dirinya mempersiapkan penampilannya kali ini selama 3 minggu saja dan berharap penampilannya bisa memotivasi anak-anak Papua lainnya untuk mau belajar ilmu Al-Qur’an. (sbc-05)




Tinggalkan Balasan

error: