Search
Kamis 18 Oktober 2018
  • :
  • :

PAD Diduga Bocor, Dewan: Usut Retribusi Parkir Tepi Jalan

Starberita – Medan, Ketua Komisi D DPRD Kota Medan, Parlaungan Simangunsong, dengan tegas meminta agar retribusi parkir di tepi jalan diusut. Pasalnya, banyak Pendapatan Asli Daerah (PAD) dari sektor tersebut diduga bocor, sehingga tidak memberikan konstribusi signifikan kepada pemasukan daerah.

Bayangkan, kata Parlaungan, realisasi pendapatan dari pos retribusi parkir tepi jalan umum tahun anggarn 2017 hanya sebesar Rp19,74 miliar atau sebesar 47,21 persen dari target sebesar Rp41,81 miliar, sementara potensi yang tersedia tidak sebanding dengan penghasilan yang dicapai.

“Kenapa ini terjadi, karena kurangnya pengawasan dan pembiaran terhadap maraknya parkir tepi jalan di Kota Medan,” ujar Parlaungan kepada wartawan di Medan, Rabu (10/10/2018).

Sekretaris Fraksi Partai Demokrat (FPD) ini menilai, hampir semua ruas jalan di Kota Medan selalu ada pengutipan parkir. “Hampir tak ada lahan parkir yang kosong di Medan ini, termasuk di kawasan jalan nasional. Seperti Jalan SM Raja, itukan jalan nasional dan tak boleh ada parkir, tapi justru ada parkir disana. Padahal sudah ada diatur dalam Perda dan Perwalnya yang mengatur dimana saja lokasi yang diperbolehkan ada parkir,’’ ungkapnya.

Sesuai UU No. 22 tahun 2009 tentang lalu lintas dan angkutan jalan serta Peraturan Pemerintah No. 79 tahun 2013, sebut Parlaungan, ada 17 lokasi jalan nasional dan provinsi di Kota Medan yang dilarang parkir, diantaranya Jalan Gagak Hitam /Jalan Setia Budi, Jalan Binjai Raya/Jalan Gatot Subroto, Jalan AH Nasution, Jalan Ngumban Surbakti/Jalan Letjend Jamin Ginting, Jalan Pertahanan, Jalan Asrama, Jalan Krakatau, Jalan Pertempuran/Fly Over Brayan, Jalan KL Yos Sudarso/Jalan Veteran-Marelan Sp Kantor, Jalan Sisingamangaraja, Jalan Helvetia/Jalan Pertempuran, Jalan Kapten Sumarsono, Jalan Krakatau Ujung, Jalan Kolonel Bejo, Jalan Letda Sudjono dan Jalan Medan-Belawan.

Tapi, sambung Parlaungan, karena kurangnya pengawasan dari Organisasi Perangkat Daerah (OPD) terkait, pengutipan parkir tetap berlangsung di kawasan yang merupakan zona larangan parkir tersebut.

“Bahkan, pengutipan parkir tepi jalan sudah tak sesuai dengan Perda yang telah ditetapkan. Rata-rata mengikuti retribusi di ambang tertinggi. Fakta pengutipan parkir di lapangan, petugas parkir meminta bayaran Rp2.000 untuk kendaraan roda dua dan Rp3.000 untuk kendaraan roda 4 tanpa melihat kelas parkir yang sudah ditetapkan Pemko Medan. Tidak terkecuali, semua rata-rata mobil dikutip Rp3.000, ada juga yang Rp5.000. Jadi, dari mana dasarnya target tak bisa tercapai,” tanya Parlaungan.

Tak hanya itu, tambah Parlaungan, jam tayang parkir pun sudah tidak sesuai lagi. Padahal, sudah ada zonasi yang memberlakukan dimana saja lokasi parkir yang dibolehkan hingga malam hari dengan batas waktu pukul 19.00 WIB.

“Kenyataannya, hampir di semua tempat pengutipan parkir tetap berlangsung hingga larut malam. Sayangnya, hingga saat ini, sanksi tegas dari pihak terkat tak juga berjalan, sehingga parkir menyalah semakin berserak di Kota Medan,” ucapnya.

ketua AKLI Sumut ini menilai, hal ini penting jadi perhatian dari penegakan hukum. Karena itu dibutuhkan kerjasama dari semua pihak, termasuk eksekutif, legislatif dan yudikatif.  “Kita berharap fungsi pengawasan bisa berjalan dengan baik. Masalah ini bisa kita paripurnakan, dan masing-masing fraksi bisa merekomendasikan agar masalah ini diusut,’’kata Parlaungan.

Diketahui, Perda No. 2 tahun 2014 tentang zona parkir mengatur retribusi parkir. Zona parkir di Kota Medan dibagi menjadi dua zonasi, yakni Kelas 1 dan Kelas 2.
Untuk zonasi Kelas 1, tarif parkir kendaraan roda dua Rp2.000 dan roda empat Rp3.000. Sedangkan kelas 2, untuk roda dua Rp1.000 dan roda empat sebesar Rp2.000. Untuk kendaraan truk mini dan sejenis, tarif kelas 1 sebesar Rp5.000 dan kelas 2 sebesar Rp3.000. Sementara untuk truk gandengan, kelas 1 sebesar Rp10.000 dan kelas 2 sebesar Rp5.000.

Berikut daerah/jalan yang masuk dalan kategori kelas 1. Sementara jalan yang tidak masuk kategori kelas 1, masuk dalam kategori jalan kelas 2.

Zonasi parkir kelas 1 meliputi:
1. Jalan Jenderal Ahmad Yani
2. Jalan H Adam Malik
3. Jalan Balai Kota
4. Jalan Hindu
5. Jalan Palang Merah
6. Jalan Bukit Barisan
7. Jalan Pulau Penang
8. Jalan Putri Hijau
9. Jalan Merak Jingga
10. Jalan Siswo Miharjo
11. Jalan Stasiun Kereta Api
12. Jalan Yos Sudarso.
13. Jalan Prof HM Yamin
14. Jalan AR Hakim
15. Jalan Asia
16. Jalan Cirebon
17. Jalan Haryono MT
18. Jalan Pandu
19. Jalan Dr Sutomo
20. Jalan Sutrisno
21. Jalan MH Thamrin
22. Jalan HM Joni
23. Jalan Sisingamangaraja
24. Jalan Rahmadsyah
25. Jalan Gunung Karakatau
26. Jalan Irian Barat
27. Jalan Jawa
28. Jalan Perintis Kemerdekaan
29. Jalan Dr Sutomo
30. Jalan Jenderal Gatot Subroto
31. Jalan Gajah Mada
32. Jalan Adam Malik
33. Jalan Iskandar Muda
34. Jalan Kejaksaan
35. Jalan Nibung Raya
36. Jalan Letjend S. Parman
37. Jalan Zainul Arifin
38. Jalan Sumatera
39. Jalan Pemuda
40. Jalan Letjend Suprapto
41. Jalan Brigjend Zein Hamid
42. Jalan Sultan Mahmud Al-Rasyd,
43. Jalan Ir Juanda
44. Jalan Iman Bonjol
45. Jalan Setia Budi
46. Jalan Dr Mansyur
47. Jalan Letjend Jamin Ginting
48. Jalan Kapten Muslim. (sbc-02)

 

 

 




Tinggalkan Balasan

error: