Search
Rabu 19 Juni 2019
  • :
  • :

Ini 4 Gejala Batu Amandel Khas

Starberita – Jakarta, Amandel (tonsil) adalah kelenjar yang berada di belakang tenggorokan dan berperan dalam sistem kekebalan tubuh. Ketika ada bakteri atau virus yang masuk melalui mulut dan melewati tenggorokan, tonsil akan menyaring zat asing tersebut. Selain radang amandel (tonsilitis), ada kondisi medis lain yang dapat mengganggu kinerja tonsil, yaitu tonsil stone atau batu amandel.

Walaupun menyerang amandel, banyak pasien yang tidak menyadari bahwa mereka terkena penyakit ini. Untuk itu, pelajari apa saja batu amandel berikut ini.

Batu amandel, bisa terbentuk akibat sisa makanan

Tonsillolits atau dikenal juga dengan tonsil stone adalah batuan putih atau kuning pada menempel di dalam amandel. Terbentuknya batu amandel disebabkan oleh sel mati, lendir, air liur, atau makanan yang menyumbat pada celah amandel yang disebut dengan crypt tonsil. Lambat laun, kotoran akan semakin banyak yang tersangkut, menumpuk, membentuk batuan dan mengeras.

Orang yang memiliki kebersihan mulut yang buruk, sinus bermasalah, ukuran amandel besar atau radang amandel kronis berisiko dengan tonsillolits. Sayangnya, penyakit ini sering kali tidak memiliki gejala (asimptomatik).

Walaupun jarang menyebabkan komplikasi parah, batuan bisa membesar seukuran butir beras hingga buah anggur. Akibatnya, amandel bisa membengkak dan menimbulkan rasa tidak nyaman.

Berbagai gejala batu amandel yang perlu Anda perhatikan

Beberapa gejala yang mungkin terjadi jika Anda memiliki batu amandel adalah:

1. Bau mulut

Bau mulut (halitosis) adalah gejala umum dari batu amandel. Sebuah penelitian menemukan bahwa pada pasien yang punya batu amandel kronis, ternyata memiliki senyawa sulfur dalam mulutnya. Zat sulfur tersebut bisa menimbulkan bau mulut.

Dari semua pasien, 75 persen orang dengan kandungan senyawa sulfur yang tinggi pada mulutnya memiliki tonsil stone. Bakteri dan jamur yang memakan tumpukan batuan mengeluarkan zat yang membuat napas dari mulut berbau busuk.

2. Sakit tenggorokan karena pembengkakan

Adanya batu pada amandel membuat tenggorokan terasa tidak enak menelan atau rasa sakit menelan. Kemungkinan rasa sakit akan muncul saat batuan mulai membesar.

Ketika batu amandel dan radang amandel terjadi bersamaan, akan sulit menentukan apakah rasa sakit di tenggorokan disebabkan oleh infeksi atau pembengkakan. Untungnya, batu empedu yang asimptomatik biasanya akan terdeteksi lebih mudah karena adanya radang amandel.

3. Adanya gumpalan putih di tenggorokan

Batu pada amandel terlihat seperti gumpalan padat yang berwarna putih atau kekuningan. Benjolan tersebut terlihat di belakang tenggorokan. Namun, ada juga yang mudah terlihat, misalnya terjadi pada lipatan amandel.

Pada kasus ini, batu amandel hanya akan terlihat dengan bantuan teknik pemindaian non-invasif, seperti CT scan atau pencitraan resonansi magnetik.

4. Kesulitan menelan dan telinga terasa sakit

Amandel yang membengkak karena adanya batuan, bisa menyebabkan kesulitan atau rasa sakit saat menelan makanan dan minuman. Namun, timbulnya rasa sakit tergantung pada lokasi atau ukuran batu amandel.

Selain kesulitan menelan, pasien juga bisa merasakan sakit pada bagian telinga. Meskipun batuan yang terbentuk tidak menyentuh langsung area telinga, tenggorokan dan telinga memiliki jalur saraf yang sama sehingga rasa sakit bisa menyebar. (sbc-02/hel)

 




Tinggalkan Balasan

error: