Warning: Cannot modify header information - headers already sent by (output started at /home/starberi/public_html/index.php:8) in /home/starberi/public_html/wp-content/plugins/post-views-counter/includes/counter.php on line 246
Starberita.com | Cepat & Akurat – Penderita Diabetes Boleh Makan Mi Instan, Ini Syaratnya
Search
Kamis 19 September 2019
  • :
  • :

Penderita Diabetes Boleh Makan Mi Instan, Ini Syaratnya

Starberita – Jakarta, Siapa yang tidak suka mi instan? Hampir semua orang di seluruh dunia menyukainya. Di Indonesia sendiri, mi instan hadir dalam berbagai merk dan varian rasa. Makanan ini sebaiknya tidak dikonsumsi berlebihan, karena zat pengawet dan MSG di dalamnya ditakutkan memiliki efek samping jangka panjang terhadap kesehatan. Lalu, apakah penderita diabetes boleh makan mi instan?

American Diabetic Association menyebutkan bahwa penderita diabetes boleh saja sesekali mengonsumsi mi instan, asalkan syarat dan ketentuannya diperhatikan. Mi instan merupakan makanan dengan kalori (karbohidrat dan lemak) tinggi, tetapi serat dan protein rendah. Padahal makanan yang dianjurkan untuk penderita diabetes adalah rendah kalori dan tinggi serat.

Komposisi zat gizi pada mi instan dapat dijadikan acuan agar tidak berlebihan, mengingat jumlah kalori yang disarankan oleh American Diabetes Association bagi penderita diabetes adalah 45 hingga 60 gram karbohidrat setiap kali makan. Bila penderita diabetes berlebihan dalam mengonsumsi karbohidrat, dampaknya dapat meningkatkan kenaikan berat badan dan kadar glukosa darah. Jika tidak dikontrol, kebiasaan ini dapat meningkatkan risiko komplikasi diabetes. 

Penelitian tentang Dampak Negatif dari Hobi Makan Mie Instan

Menurut hasil sebuah penelitian terbaru yang diterbitkan di Journal of Nutrition, risiko kesehatan yang ditimbulkan dari kebiasaan sering mengonsumsi mi instan, jauh lebih mahal daripada harganya. Riset yang dilakukan terhadap 10.711 orang  dengan rentang usia 19-64 tahun (54,5% diantaranya adalah wanita) di Korea Selatan, menunjukkan, wanita yang mengonsumsi ramen minimal 2 kali seminggu 68% lebih berisiko untuk mengalami sindrom metabolik dibandingkan dengan wanita yang menerapkan pola makan sehat.

Sindrom metabolik adalah sekumpulan gejala yang memicu penyakit kardiovaskular, di antaranya tekanan darah tinggi, lingkar pinggang besar, resistensi insulin, dan gangguan profil lemak.

Menurut National Blood, Lung and Heart Institute, seseorang yang memiliki sindrom metabolik biasanya dua kali lebih berisiko mengalami penyakit jantung serta lima kali lebih berpotensi mengidap diabetes dibandingkan dengan orang yang tidak memiliki sindrom metabolik.

Para ahli kesehatan menyarankan pada semua orang untuk tidak terbiasa menganggap mi instan sebagai sumber nutrisi yang sehat untuk dikonsumsi setiap hari, terutama bagi penderita penyakit kronis seperti diabetes dan hipertensi.

Saran Sehat Menyajikan Mie Instan

Berikut ini beberapa tips makan mi instan dengan cara  yang lebih sehat. Penderita diabetes dapat mencobanya. Makanlah mi instan maksimal seminggu sekali, dengan porsi kecil, misalnya separuh porsi saja. Sebagai teman makan mi instan, tambahkan banyak sayuran dan protein, seperti telur dan daging.

Jangan merebus mi instan terlalu lama. Lamanya waktu yang digunakan untuk memasak mi instan, sangat berpengaruh pada tingkat gula. Semakin lama mi instan direbus, semakin tinggi potensinya untuk menaikkan gula darah.

Sebagai alternatif mi instan, sesekali cobalah menikmati mi soba, yaitu mi berbahan dasar tepung gandum, atau mi berbahan dasar tepung quinoa yang jauh lebih sehat, dibandingkan dengan mi instan.

Ganti bumbu dalam kemasan mi instan dengan bumbu racikan sendiri yang lebih sehat. Bumbu mi instan mengandung natrium berkadar tinggi yang melampaui rekomendasi Dietary Guidelines for American 2015-2020. Kadar natrium yang terlalu tinggi sangat berbahaya karena dapat meningkatkan tekanan darah.

Setelah membatasi makan mi instan, jangan lupa rajin berolahraga sebagai tindakan pencegahan terhadap faktor-faktor yang meningkatkan risiko penyakit jantung dan diabetes. Berolahraga merupakan upaya paling efektif untuk membakar jumlah kalori yang terserap dalam tubuh selepas mengonsumsi mi instan, sehingga risiko obesitas pun dapat dihindari. (sbc-02/vnc)

 




Tinggalkan Balasan

error: