Search
Selasa 25 September 2018
  • :
  • :

4 Mitos Tentang Ovulasi Ini Belum Tentu Benar

Starberita – Jakarta, Ovulasi adalah bagian dari siklus menstruasi, yang ditandai dengan pelepasan sel telur oleh indung telur (ovarium). Ovulasi juga dikenal sebagai masa subur wanita, karena pada masa ini peluang wanita untuk hamil terbilang cukup tinggi. Sayangnya, masih banyak orang yang salah paham tentang ovulasi ini. Mari kita luruskan faktanya di bawah ini.

Berbagai mitos yang salah tentang ovulasi

Untuk memahami lebih jauh tentang ovulasi, cari tahu kebenarannya berikut ini:

Mitos 1: Ovulasi selalu terjadi pada hari ke-14

Banyak yang beranggapan kalau ovulasi selalu jatuh di hari ke-14 dalam siklus menstruasi. Sebenarnya pernyataan ini tidak sepenuhnya salah. Bagi wanita dengan siklus menstruasi yang selalu berlangsung selama 28 hari, maka rata-rata ovulasi akan terjadi di pertengahan siklus menstruasi Anda.

Kata kunci disini adalah rata-rata. Artinya, hari ke-14 hanyalah sebagai patokan, tapi tidak selalu terjadi pada setiap wanita. Masa ovulasi wanita berbeda-beda tergantung siklus menstruasinya. Apalagi kalau jadwal haid Anda maju mundur, tentu masa ovulasi akan ikut bergeser.

Mitos 2: Indung telur punya “jatah” masing-masing untuk berovulasi

Indung telur wanita ada dua, yaitu di kiri dan kanan. Pada kenyataannya, tidak ada jadwal khusus yang mengatur indung telur bagian mana yang bertugas untuk melepas sel telur setiap bulannya. Proses ovulasi bisa dipicu oleh banyak faktor. Salah satunya lebih ditentukan oleh ovarium mana yang mengandung folikel matang, yang siap diproduksi sebagai sel telur.

Singkatnya, ovulasi bisa terjadi pada satu sisi indung telur ataupun keduanya.

Mitos 3: Peluang hamil meningkat bila berhubungan intim usai masa ovulasi

Mungkin Anda berpikir kalau sel telur harus diproduksi dulu baru kemudian dibuahi oleh sperma. Padahal sebaliknya, sperma dapat bertahan hidup lebih lama di saluran reproduksi wanita selama tiga sampai lima hari. Namun, tidak dengan sel telur yang hanya memiliki umur satu hari setelah dilepaskan.

Maka itu, manfaatkan masa ovulasi ini sebaik mungkin jika Anda sedang gencar merencanakan kehamilan. Idealnya, lakukan hubungan intim sekitar tiga hari sebelum masa ovulasi, atau selama 12-24 jam setelah ovulasi terjadi. Usahakan tidak berhubungan seksual terlalu jauh dari masa ovulasi Anda.

Justru kalau Anda berhubungan setelah masa ovulasi, peluang kehamilan jadi kecil karena bisa jadi dinding rahim sudah telanjur luruh dalam menstruasi.

Mitos 4: Tanda-tanda ovulasi bisa terlihat jelas

Ada beragam tanda ovulasi yang pasti akan muncul sebagai penanda datangnya masa subur. Nyatanya, mitos tentang ovulasi ini tidak sepenuhnya benar.

Sebagian wanita mungkin dapat merasakan adanya tanda berupa perubahan suhu tubuh, peningkatan lendir vagina, peningkatan gairah seks, dan lain sebagainya. Namun, tidak semua wanita punya tanda ovulasi yang sama, bahkan ada yang tidak merasakannya sama sekali.

Maka, tidak ada tanda ovulasi bukan artinya tubuh Anda tidak berovulasi sama sekali. (sbc-02/hel)

 




Tinggalkan Balasan

error: