Search
Selasa 25 September 2018
  • :
  • :

IKAPI: Bisnis Penerbitan Belum Redup

Starberita – Jakarta, Ikatan Penerbit Indonesia ( Ikapi) mencatat pertumbuhan industri penerbitan beberapa tahun belakangan cukup menggembirakan. Bahkan, untuk pangsa pasar buku umum dinilai mulai tumbuh lebih tinggi dan hampir menyamai sektor buku pendidikan yang sebelumnya mendominasi industri penerbitan di Indonesia.

“Kadang disebut bisnis penerbitan sudah sunset (redup), saya bilang belum. Justru kami seperti lahir kembali. Literasi Indonesia dibicarakan di dunia dan dari penerbit buku umum sudah merasakan ada kenaikan omzet 10-15 persen tahun lalu,” kata Ketua Umum Ikapi Rosidayati Rozalina usai membuka Indonesia International Book Fair 2018 di Jakarta Convention Center, kemarin.

Wanita yang akrab disapa Ida ini menjelaskan, sejak lama sektor buku pendidikan selalu mendominasi industri penerbitan. Bahkan, sampai tahun 2015 pun Ikapi mencatat porsi buku pendidikan dari total pangsa pasar industri penerbitan di Indonesia masih sebesar 60 persen, dengan selebihnya diisi oleh buku umum.

Namun, dalam tiga tahun terakhir, buku umum semakin banyak diminati sejalan dengan peningkatan literasi masyarakat dan kesadaran untuk membaca buku.

Ikapi juga mengonfirmasi pertumbuhan tren buku umum dengan melihat kenaikan omzet dari para penerbit anggota Ikapi yang fokus pada jenis buku umum.

” Buku umum yang nanti akan tampil. Ukuran pangsa pasar buku umum yang akan meningkat,” tutur Ida.

Pegiat literasi sekaligus guru besar Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Indonesia Rhenald Kasali menyatakan pandangan yang sama dengan Ida. Menurut Rhenald, industri penerbitan dengan produk buku secara fisik di Indonesia tidak tergantikan dengan produk digital, seperti buku online atau e-book.

“Kalau saya lihat, penerbitan buku beda dengan media cetak, koran, dan sebagainya. Penerbitan buku relatif makin digemari belakangan ini. Memang ada buku online, ada e-book, tapi ternyata e-book di Indonesia tidak berkembang,” ujar Rhenald.

Rhenald memperkirakan, ke depan industri penerbitan di Indonesia akan semakin maju. Dia mencontohkan dari pengalamannya sendiri, saat mengecek buku terbarunya yang harganya hampir Rp 200.000, ternyata menjadi top seller di hampir semua toko buku.

“Jadi, masyarakat sudah mulai lihat kualitas, saya kira baik. Ekosistemnya juga baik, penulisnya makin banyak,” ucap Rhenald. (sbc-03/pas)




Tinggalkan Balasan

error: