Warning: Cannot modify header information - headers already sent by (output started at /home/starberi/public_html/index.php:8) in /home/starberi/public_html/wp-content/plugins/post-views-counter/includes/counter.php on line 246
Starberita.com | Cepat & Akurat – Tolak Pergantian Nama Bandara, Masyarakat Adat Datangi Kantor Bupati Taput
Search
Minggu 22 September 2019
  • :
  • :

Tolak Pergantian Nama Bandara, Masyarakat Adat Datangi Kantor Bupati Taput

Starberita – Tapanuli Utara, Ratusan massa yang tergabung dalam Masyarakat Adat Desa Pariksabungan, Kecamatan Siborongborong, mendatangi kantor Bupati Tapanuli Utara (Taput), Rabu (12/9/2018).

Aksi masyarakat tersebut menolak keras pergantian nama Bandara Internasional Silangit menjadi Bandara Internasional Sisingamangaraja XII. Massa aksi mengaku, dalam mempertahankan nama Silangit sudah begitu banyak darah nenek moyang mereka.

“Ketika itu, rata-rata kaum laki laki tewas melawan Belanda untuk mempertahankan tanah ini. Karena banyaknya darah dan nenek moyang kami tewas disana. Dan dengan putus asa, ketika seorang anak menanyakan dimana ayahnya, ibu-ibu hanya bisa menjawab, ‘tu Tuhanima hita mangalu alu, holan silang na dilangiti nama pangalu aluan amang’ yang artinya ‘kepada Tuhanlah kita mengadu, karena hanya salib yang dilangitlah tempat kita mengadu saat ini’,” ucap Pangot Simanjuntak.

Sementara itu, Koordinator Aksi, Horden Silalahi dalam orasinya menuntut kepada Wakil Bupati Taput yang saat itu menjabat Plt.Bupati Taput, Mauliate Simorangkir untuk menjelaskan bagaimana sebenarnga proses pergantian nama tersebut dan kenapa satupun masyarakat tidak mengetahui soalan pergantian itu.

“Apa dasar Pak Mauliate melakukan pergantian nama itu. Harusnya masyarakat atau tokoh adat tau, kenapa diganti dan apa alasannya. Namun nyatanya, kami tidak pernah tahu kapan itu diganti. Kami mohon Pak Mauliate agar keluar dan menjawab pertanyaan kami. Kami juga tau bapak pernah di Lemhanas, makanya kami minta agar bapak gentelmen menghadapi masyarakat,” ucapnya sembari mengancam akan mendatangi ruangan Mauliate Simorangkir selaku Wakil Bupati Taput.

Menanggapi hal itu, Wakil Bupati Taput, Mauliate Simorangkir mengaku, kalau pengusulan nama Sisingamangaraja XII menggatikan nama Bandara Silangit sudah sesuai dengan aturan dengan rekomendasi dari DPRD Taput dan surat dari Kabupaten Tetangga.

“Selama menjabat Plt.Bupati, saya sudah dua kali membuat keputusan. Dan yang kedua itu adalah nama Bandara Silangit, dan ini sesuai aturan,” ungkapnya.

Mendengar jawaban tersebut, secara spontan massa aksi langsung menyorakkan Wakil Bupati Taput, Mauliate Simorangkir. “Pak Mauliate tidak tau aturan, pak Mauliate tak tau etika, pak Mauliate membodohi masyarakat,” sorak para pendemo serentak.

Hal itu mereka lakukan, karena mereka menilai bahwa sebagai Wakil Bupati, dirinya tidak pernah membicarakan pengusulan nama tersebut kepada tokoh masyarakat dan penduduk yang ada di sekitar Bandara Internasional Silangit.

Tak senang di soraki massa aksi, seketika juga, Mauliate Simorangkir bicara dengan nada tinggi. “Ini Indonesia, saya warga Indonesia,” katanya dengan suara lantang yang kemudian meninggalkan massa aksi.

Infromasi dihimpun, aksi yang dilakukan tersebut mendapat pengawalan ketat dari petugas. Bahkan, meski sempat terjadinya sorak-sorakan yang dilakukan massa aksi terhadap Wakil Bupati, namun aksi yang dilakukan tidak menimbulkan tindakan anarkis massa. Sehingga aksi masih terbilang aman dan tertib. (sbc-05)




Tinggalkan Balasan

error: