Search
Minggu 9 Agustus 2020
  • :
  • :

Ketua DPP IWO Jodi Yudono Apresiasi Kiprah Jimmy Delvian

Starberita – Palembang, Hutan Tropis Band mengukuhkan eksistensinya di blantika musik Indonesia dengan melauncing Album bertajuk 3500Hz di Bingen Cafe, kemarin.

Hutan Tropis Band yang beranggotakan lima orang personil, selain dikenal sebagai musisi, mereka juga dikenal sebagai aktivis lingkungan di Sumsel. Adapun kelima peronsil antara lain Jemmy Delvian sebagai vokalis, Wiwin di gitar, Hari di keyboard Instagram dan video di buzz.

“Hutan Tropis ini berdiri karena keprihatinan terhadap lingkungan yang sudah semakin menurun,” terang Jemmy pada awak media sebelum tampil, Jumat malam.

Menurut Jemmy, kondisi lingkungan kita sekarang ini jauh berbeda dibandingkan ketika kita kecil dulu. Sudah mulai panas, hal ini sejak maraknya pembalakan hutan, apalagi sekarang marak juga kegiatan tambang di berbagai wilayah Sumsel ini.

“Dari pemikiran itu, maka kami dengan kemampuan bermain musik yang dimiliki, Kami ingin melakukan sesuatu kontribusi yang positif lah. Semoga bisa menjadi perhatian bagi banyak pihak tentang kondisi ini,” ungkap Jemmy yang juga menjabat sebagai Wakil Bendahara IWO Sumsel ini.

Dikatakannya, 3500Hz ini adalah judul album Hutan Tropis yang pertama. Walaupun sudah berdiri selama 6 tahun, tapi baru ini album yang mereka rilis. Namun demikian, untuk menciptakan karya sebetulnya sudah lumayan banyak. Dan pada album ini, Hutan Tropis menyajikan 9 lagu, dimana salah satu dari 9 lagi itu berjudul 3500Hz.

“Kenapa 3500Hz, hal itu karena 3500Hz adalah angka frekuensi audio yang dihasilkan oleh serangga tonggeret (Cicadidae), yang juga dikenal dengan nama sesiagh dalam bahasa Besemah di Sumatera Selatan,” jelasnya.

Sementara, Ketua Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Ikatan Wartawan Online (IWO), Jodi Yudono mengapresiasi apa yang dilakukan personil hutan tropis band. Menurutnya, Jemmy ini musisi langka saat ini. Pasalnya, ketika kawan-kawan lain bernyanyi atau bermusik untuk urusan perut, kata Jodhi, dia ini untuk urusan kemanusiaan karena ngomongin lingkungan hidup, ngomongin soal kemanusiaan, dan kehidupan.

“Saya kira Jemmy salah satu musisi dengan tanda kutip yang cerdas, tidak semua seniman itu cerdas. Seniman itu ditentukan oleh apa ada maunya,” ujar ketua IWO yang juga budayawan ini. sbc-05)




Tinggalkan Balasan

error: