Search
Senin 6 April 2020
  • :
  • :

Bank Sumut Didorong Adaptasi Tren Era Digital

Starberita – Parapat, Generasi millineal saat ini dikatakan melek terhadap teknologi digital. Terkait hal tersebut, dalam 10 tahun kedepan juga diprediksi dunia perbankan juga akan beralih menjadi serba digital.

Pengamat perbankan Gunawan Benjamin mengatakan, guna menyikapi era digital tersebut, sudah seharusnya Bank Pembangunan Daerah (BPD) seperti Bank Sumut harus menyesuaikan trend era digital yang tengah berkembang saat ini.

“Ini wajib dilakukan, jika tidak maka Bank Sumut akan ketinggalan dengan bank umum lainnya yang saat ini terus berkembang dan menawarkan merchant-merchant lewat digital,” ucap Benjamin saat mengisi materi dalam Workshop Jurnalistik Perbankan 2018 Bank Sumut – IWO Sumut di Parapat, kemarin.

Lebih lanjut Benjamin menyebutkan, karakter masyarakat Sumatera Utara saat ini baru 30% yang sudah melek pada digital, selebihnya masih menggunakan manual. Dimana kondisi tersebut bisa ditemukan pada nasabah bank yang ada di pelosok Sumatera Utara.

“Salah satu keunggulan Bank Sumut adalah melayani masyarakat kecil dan dikenal memiliki nasabah para pelaku UMKM yang di pelosok daerah. Dan ini yang menjadi tantangan kedepan bagi Bank Sumut, bagaimana mereka mengedukasi para UMKM tersebut untuk bisa menggunakan digital perbankan,” katanya.

Tantangan terbesar bagi perbankan saat ini, jelas Benjamin, ialah perubahan perilaku para nasabah yang menyukai proses yang instan, aman, dan menghemat waktu. Sehingga kedepannya, perbankan harus dapat mengelola teknologi yang berkembang saat ini dengan tepat dan cepat.

“Perubahan teknologi membuat setiap nasabah menginginkan transaksi yang cepat, kapan saja dan dimana saja tanpa harus menunggu antrian transaksi,” jelasnya.

Benjamin juga mengatakan, masalah lain yang dihadapi Bank Pembangunan Daerah saat ini juga ialah minimnya kerjasama dengan BPD dengan perusahaan-perusahaan Fintech di Indonesia. Belum lagi adanya penetrasi bank-bank asing yang setiap saat sudah menguasai perbankan di Indonesia.

“BPD juga harus menyesuaikan trend masa kini dengan mengeluarkan produk-produk. Namun begitu, saya yakin bank asing tidak mampu masuk dan menguasai apa yang telah dilakukan bank daerah seperti Bank Sumut dengan membangun pondasi UMKM lewat pembiayaan,” ungkapnya.

Kendati demikian, sambungnya, Bank Sumut hendaknya melakukan terobosan tidak sekadar simpan pinjam. Disamping itu juga mampu memperkecil jumlah pemegang saham yakni sejumlah kepala daerah. Hal itu sangat bermanfaat dan lebih efesien apabila mengambil sebuah keputusan. Selain itu laba yang diperoleh hendaknya diefektifkan untuk peningkatan modal.

“Jika ini dilakukan, saya yakin Bank Sumut mampu seperti Bank DKI yang saat ini BPD yang berada di tingkat atas di Indonesia,” tandasnya. (sbc-05)




Tinggalkan Balasan

error: