Search
Rabu 19 Juni 2019
  • :
  • :

Lengkapi Alat Bukti, Tim Penyidik KPK Kembali Masih Geledah PN Medan

Starberita – Medan, Sebanyak 4 orang dari Tim penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) kembali melakukan penggeledahan ruangan kerja Ketua PN Medan, Wakil Ketua (ketua majelis) dalam perkara Tamin Sukardi yang lagi di sidik oleh KPK.

Penggeledahan dilakukan sejak pukul 23.30 wib hingga pukul 06.00 wib pagi ini. Akibat penggeledahan yang dilakukan, semua ruangan kerja yang sebelumnya disegel, kini telah di lepas segelnya.

Sebagaimana hal tersebut disampaikan langsung oleh Humas Pengadilan Negeri (PN) Medan, Erintua Damanik saat memberikan keterangan persnya kepada awak media di PN Medan, kemarin.

Erintua juga menjelaskan, bahwa Ketua Pengadilan kemarin bukan ditangkap atau amankan karena OTT oleh KPK, akan tetapi dibawa untuk dimintai keterangan sehubungan surat penyelidikan yang diperlihatkan KPK kepada Ketua sehubungan surat penetapan Majelis Hakim dalam perkara tamin.

“Penangkapan itu bukan seperti yang diberitakan karena Operasi Tangkap Tangan (OTT),” jelas Erintua pada wartawan.

Bahkan saat ini, sambungnya, pimpinan kami sudah kembali ketengah-tengah kami dan melanjutkan tugasnya sebagai ketua pengadilan. Sementara itu Erintua mengatakan dari pihak Badan Pengawas Daerah Mahkama Agung (Bawas- MARI) Republik Indonesia juga melakukan pemeriksaan terhadap para hakim tersebut sehubungan dengan kejadian tersebut serta kode etik hakim di Pengadilan Tinggi Medan.

Dan sepengetahuan Erintua, hingga saat ini pihak KPK masih berada diruangan ketua pengadilan untuk meminta berkas-berkas atau dokumen- dokumen yang menyangkut perkara Tamin Sukardi yang diperlukan untuk dijadikan barang bukti dalam kasus OTT tersebut.

“Kami telah memanggil Pamud Tipikor Wahyu Wibowo untuk mengcopy berkas-berkas yang diperlukan untuk pemeriksaan KPK,” sebut Erintua.

Menanggapi pertanyaan awak media tentang berkas apa saja yang akan diberikan pada KPK, Erintua pun mengatakan ada sebanyak lebih kurang 30 bundelan yang akan dibawa KPK untuk diperiksa. Lebih lanjut humas PN ini juga menjabarkan barang bukti yang dibawa berupa barang elektronik dan beberapa dokumen sesuai dengan 30 bundelan diatas. (sbc-05)




Tinggalkan Balasan

error: