Warning: Cannot modify header information - headers already sent by (output started at /home/starberi/public_html/index.php:8) in /home/starberi/public_html/wp-content/plugins/post-views-counter/includes/counter.php on line 246
Starberita.com | Cepat & Akurat – Kurang Tidur Bikin Kamu Tambah Gemuk, Ini Alasannya
Search
Selasa 15 Oktober 2019
  • :
  • :

Kurang Tidur Bikin Kamu Tambah Gemuk, Ini Alasannya

Starberita – Jakarta, Kurang tidur telah lama dikaitkan dengan masalah obesitas. Sebuah studi baru menunjukkan bahwa ngemil larut malam bukan menjadi penyebab utama obesitas. Temuan tersebut memberikan bukti yang kuat hingga bahwa kurang tidur dapat mengubah metabolisme dan meningkatkan kemampuan tubuh untuk menyimpan lemak.

Penelitian menambah bukti ilmiah tentang kurang tidur dapat meningkatkan risiko berbagai masalah kesehatan dari penyakit jantung hingga diabetes. Jonathan Cedernaes, peneliti Sirkadian di Universitas Uppsala, Swedia. Cedernaes mengatakan kalau tidur bukan hanya untuk menghemat energi, tetapi juga memiliki banyak fungsi.

Penelitian ini terlah berulang kali dilakukan untuk memastikan lebih tepat apakah kurang tidur dapat menyebabkan obesitas. Ternyata tidur yang kurang akan mengganggu hormon yang mengontrol nafsu makan dan perasaan kenyang.

Mereka yang kurang tidur memiliki banyak waktu untuk makan, kurangnya waktu berolahraga, dan memiliki kendali diri yang rendah untuk melawan godaan camilan yang tidak sehat. Bahkan, penelitian sebelumnya menunjukan mereka yang kurang tidur cenderung lebih banyak makan makanan yang berkalori tinggi yang dapat menyebakan obesitas.

Dalam studi yang dipublikasikan di Jurnal Science Advances, penelitian yang dilakukan oleh 15 sukarelawan dengan kondisi yang sehat untuk mengikuti 2 kali sesi pengujian. Pada pengujian pertama para sukarelawan tidur dengan waktu normal. Pengujian kedua, sukarelawan tidur dengan waktu yang sedikit. Hasilnya mempengaruhi jaringan otot dan darah.

Ketika kurang tidur jaringan lemak menunjukan perubahan aktifitas yang meningatkan kecenderungan untuk menyerap lipid. Pada otot para peneliti melihat berkurangnya tingkat protein struktual, yang mempertahankan dan memperkuat massa otot. Studi epidemiologi sebelumnya juga menemukan pekerja shift memiliki massa otot yang lebih rendah. Salah satu faktor adalah gaya hidup dan faktor biologis.

“Kehilangan tidur dengan sendirinya mengurangi protein yang merupakan komponen kunci dari otot”, kata Cedernaes

Hubungan antara kurang tidur dan penyakit semakin menjadi perhatian karena peningkatan kerja shift dan perubahan pola tidur di seluruh dunia. Tahun lalu, ulasan dari 28 penelitian yang ada menemukan bahwa pekerja shift malam permanen 29% lebih mungkin untuk mengembangkan obesitas atau menjadi kelebihan berat badan dibandingkan yang tidak kerja shift. Pada penelitian ini juga menemukan peningkatan peradangan dalam tubuh setelah kurang tidur, yang merupakan faktor risiko yang diketahui untuk diabetes tipe 2. (sbc-02/okz)

 




Tinggalkan Balasan

error: